Penampilanmu Membentuk Personalitas Penampilan fisik bisa memengaruhi kepribadianmu.(foto: business insider)

KETIKA kamu bersekolah dulu, biasanya anak-anak yang dianugerahi dengan fisik yang lebih baik biasanya kemungkinan mereka untuk dirundung akan lebih kecil ketimbang mereka yang memiliki fisik yang kurang menarik dan berbeda.

Kita cenderung berpikir bahwa penampilan kita terpisah dengan kepribadian kita. Namun jika kita melihat sekeliling kita, tidak jarang kita menemukan bahwa ketika seseorang memiliki penampilan yang menarik, mereka cenderung lebih percaya diri, tegas, serta arogan. Apakah benar adanya fitur fisik seperti tinggi dan kadar kemenarikan seseorang bisa membentuk kepribadian, perilaku, bahkan pandangan politik seseorang?


1. Facultative personality calibration

people
Mereka dengan tampilan menarik akan lebih percaya diri. (foto: dailymail)


Sedari zaman sekolah dulu, biasanya anak-anak yang menarik secara fisik cenderung lebih menonjol. Hal itu akan membuat kepribadian mereka menjadi lebih percaya diri, bahkan arogan di antara teman sebayanya. Kepribadian mereka yang tegas serta disegani banyak orang seolah menjadi cerminan fisik mereka.

Apakah korespondensi tampilan fisik dan karakter mereka hanyalah sebuah kebetulan? Atau benarkah kepribadian mereka berkembang sesuai dengan respon yang mereka peroleh dari fisik mereka? Jawabannya, memang respon orang-orang terhadap fisik seseorang sangat mampu membentuk kepribadian seseorang.

Dilansir dari bbc.com, ada satu teori bernama facultative personality calibration atau kalibrasi kepribadian fakultatif yang memberikan gagasan bahwa kepribadian kita berkembang sesuai dengan fitur fisik yang kita miliki termasuk ukuran, kekuatan, dan kadar keatraktifan seseorang.

2. Cenderung lebih ekstrovert

people
Tampilan menarik membuat orang jadi ekstrovert. (foto: pixabay/free-photos)

Selain lebih ramah, ekstrovert juga biasanya lebih berani dan percaya diri di depan orang banyak. Dalam evolusi manusia, memang masuk akal jika seseorang yang lebih kuat secara fisik (pria) biasanya akan lebih mampu untuk mengeksploitasi keunggulan tubuh mereka sehingga cenderung lebih ekstrovert.


Ini dibuktikan dari penelitian yang dilakukan oleh University of Göttingen di Jerman terhadap lebih dari 200 pria. Para pria yang memiliki dada dan bisep yang lebih besar, atau dengan kata lain berfisik macho serta lebih kuat cenderung lebih terbuka, ekstrovert, dan juga lebih mampu mengkomunikasikan apa yang mereka inginkan, rasakan, serta pikirkan kepada orang lain namun tetap menjaga perasaan orang lain (komunikasi asertif).

Kemampuan berkomunikasi secara asertif biasanya cenderung membuat seseorang lebih mudah mendapat teman, lebih mudah bersosialisasi, mudah dekat dengan orang baru, serta kehadirannya lebih disukai oleh orang-orang di sekitar mereka.

3. Lebih berani mengambil risiko

man
Fisik kuat membuat seseorang berani mengambil risiko. (foto: pixabay/pixelpower01)

Dilansir dari BBC.com, penelitian lain telah membuktikan bahwa pria yang lebih tangguh secara fisik biasanya lebih agresif dan juga less-neurotic. Neurotik sendiri adalah pribadi yang cenderung merespons sesuatu dengan emosi negatif seperti rasa cemas dan frustasi. Jadi pria tangguh biasanya lebih percaya diri dan jarang merasa cemas atau frustrasi. Ini dikarenakan mereka lebih bisa membentuk strategi untuk beradaptasi terhadap lingkungan baru.

Meskipun begitu, jika kamu memiliki fisik yang lemah, biasanya kamu cenderung lebih berhati-hati dan waspada terhadap segala kemungkinan, yang mana akan lebih memperpanjang umurmu. Namun para pemilik fisik menarik biasanya cenderung lebih nekat dan suka segala kegiatan yang mengambil risiko.

4. Bagaimana fisik bisa berpengaruh terhadap pandangan politik?

people
Pria maskulin cenderung menentang egalitarianisme. (foto: pixabay/aitoff)

Menurutmu, sampai seberapa jauh kaitan antara penampilan dengan siapa dirimu sesungguhnya? Bagi para laki-laki, bahkan pandangan politik bisa terpengaruh dari fisik seseorang. Masih dilansir dari BBC.com, dua ilmuwan politik telah melakukan studi terhadap 12 negara termasuk Amerika Serikat, Venezuela, dan Denmark yang menyimpulkan bahwa para pria yang penampilannya lebih kuat dan maskulin cenderung menentang politik egalitarianisme. Egalitarianisme sendiri adalah pola pikir yang mengatakan bahwa seseorang harus diperlakukan sama baik dalam bidang agama, ekonomi, politik, sosial, atau budaya.

Penyebab dari penentangan egalitarianisme ini adalah karena di masa lalu leluhur mereka, laki-laki yang terlihat kuat secara fisik cenderung lebih mampu untuk berkembang, atau menonjol di dalam masyarakat sehingga kesetaraan bukanlah menjadi pandangan yang mereka anut.(shn)



Dwi Astarini

LAINNYA DARI MERAH PUTIH