Penambahan Kasus Harian COVID-19 Turun Lagi, Tak Sampai 38 Ribu Petugas membawa peti berisi jenazah Covid-19 yang akan dimakamkan di TPU Rorotan, Jakarta Utara, Senin, (28/6/2021). (Foto: MP/Rizki Fitrianto)

MerahPutih.com - Penambahan kasus COVID-19 di Indonesia terus terjadi dengan angka puluhan ribu dalam sehari.

Per Kamis (3/3), kasus harian COVID-19 di Indonesia, pada pukul 12.00 WIB, terjadi penambahan 37.259 kasus baru, sehingga total tercatat 5.667.355 kasus.

Angka tersebut berdasarkan laporan harian yang dilansir Kementerian Kesehatan (Kemenkes).

Baca Juga:

Riza Berharap Libur Panjang Tidak Berdampak Naiknya Pasien COVID-19 di Jakarta

Pertambahan kasus positif hari ini turun dibanding hari Rabu (2/3) sebanyak 40.920 kasus.

Sementara, kasus aktif mengalami penurunan hingga 5.127 dan total kasus aktif berada di angka 531.696.

Kasus aktif ialah jumlah pasien positif COVID-19 yang masih menjalani perawatan di rumah sakit atau isolasi mandiri.

Sementara jumlah orang yang diperiksa hari ini sebanyak 213.765 orang dan positivity rate harian mencapai 17,43 persen.

Untuk uji spesimen, sebanyak 387.296 dengan positivity rate 17,92 persen.

Jumlah tes tersebut turun jika dibandingkan dengan jumlah orang yang diperiksa pada Rabu (2/3) sebanyak 260.074 orang dengan positivity rate harian mencapai 15,73 persen.

Spesimen yang diperiksa sebanyak 601.452 dengan positivity rate harian mencapai 16,59 persen.

Kasus aktif COVID-19 turun sebanyak 5.127 orang, sehingga total kasus aktif sebanyak 531.696 orang.

Baca Juga:

Dua Tahun Pandemi di Indonesia, Kasus COVID-19 Sentuh Angka di Atas 5,6 Juta

Selain kasus positif, Kemenkes juga mencatat ada 24.900 orang yang berstatus suspek. Jumlah ini turun jika dibandingkan dengan Rabu (2/3), yakni 32.219 suspek.

Sementara itu, pasien COVID-19 yang dinyatakan sembuh bertambah 42.154 orang, sehingga jumlahnya menjadi 4.986.391 orang.

Kasus meninggal hari ini sebanyak 232 orang, sehingga total kasus pasien meninggal dunia sebanyak 149.268 orang.

Beberapa waktu lalu, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin memprediksi kasus COVID-19 secara nasional akan turun dalam dua pekan mendatang.

Budi mengatakan, kasus COVID-19 di Indonesia sudah melandai.

Penurunan disebabkan meredanya kasus di sejumlah provinsi padat penduduk.

Kondisi ini membuat Budi yakin kasus COVID-19 akan terus mengalami penurunan.

"Provinsi-provinsi besarnya seperti DKI Jakarta dan Banten sudah menurun. Jawa Barat, Jawa Timur sudah sampai di puncak. Jawa tengah juga sudah melandai. Saya rasa ke depannya dalam seminggu atau dua minggu ke depan, secara nasional akan turun," ujar Budi.

Selain DKI Jakarta dan Banten, Budi menyebut Banten, Maluku, Papua, dan Nusa Tenggara Barat juga sudah terkonfirmasi mengalami penurunan tren kasus COVID-19, berdasarkan pemantauan 3 pekan berturut-turut.

Beberapa provinsi lain juga mengalami tren penurunan kasus sepekan belakangan.

Seperti Jawa Barat, Jawa Timur, Kalimantan Barat, namun pemerintah masih melihat konsistensi penurunannya hingga 2 pekan depan. (Knu)

Baca Juga:

Terpapar COVID-19, Erick Thohir Tetap Kerja dan Ikut Rapat Online Bersama Jokowi

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Hadiri Fajar Paskah 2022, Anies Baswedan: Kebhinnekaan Adalah Karunia dari Tuhan
Indonesia
Hadiri Fajar Paskah 2022, Anies Baswedan: Kebhinnekaan Adalah Karunia dari Tuhan

“Kami menginginkan suasana di Jakarta dapat terus memfasilitasi tumbuhnya persatuan dan menguatkan persatuan tersebut, karena kebhinnekaan adalah karunia Tuhan, tapi persatuan adalah usaha manusia," kata Anies di Jakarta, Minggu (17/4).

Konfirmasi COVID-19 di Indonesia Bertambah Hampir 300 Kasus
Indonesia
Konfirmasi COVID-19 di Indonesia Bertambah Hampir 300 Kasus

Satuan Tugas Penananganan COVID-19 mencatat penambahan kasus terkonfirmasi positif pada Selasa (4/1) mencapai 299.

PDIP Ingin Pemungutan Suara Pemilu di 21 Februari 2024
Indonesia
PDIP Ingin Pemungutan Suara Pemilu di 21 Februari 2024

Kalau Pemilu 2024 dipaksakan dilaksanakan pada 15 Mei 2024, akan mengganggu ibadah puasa yang bersamaan jatuhnya dengan masa kampanye dan juga dengan Hari Raya Idul Fitri tahun 2024 pada 10 April.

[HOAKS atau FAKTA]: Bansos Dihentikan meski PPKM Terus Diperpanjang
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Bansos Dihentikan meski PPKM Terus Diperpanjang

Akun Facebook bernama Januarie Whl memposting narasi yang mengklaim bantuan sosial dihentikan saat PPKM diperpanjang.

Perluas Jangkauan Bantuan, LBH-HKTI Kukuhkan 20 DPD dan DPC
Indonesia
Perluas Jangkauan Bantuan, LBH-HKTI Kukuhkan 20 DPD dan DPC

DPP LBH-HKTI sendiri menargetkan memiliki DPD setiap provinsi di seluruh Indonesia pada 2025.

Komnas HAM Duga TWK Bentuk Penyingkiran Pegawai KPK yang Distigma Taliban
Indonesia
Komnas HAM Duga TWK Bentuk Penyingkiran Pegawai KPK yang Distigma Taliban

Komisioner Komnas HAM, Amiruddin menduga, proses alih status pegawai KPK menjadi ASN merupakan bentuk pennyingkiran terhadap para pegawai yang distigma sebagai taliban.

Anak Sulung Ridwan Kamil Dikabarkan Hilang di Swiss
Indonesia
Anak Sulung Ridwan Kamil Dikabarkan Hilang di Swiss

Putra sulung Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, Emmeril Khan Mumtadz dikabarkan hilang di Swiss, Kamis (26/5) siang waktu Swiss.

KKB Tembaki Kantor Polisi di Intan Jaya
Indonesia
KKB Tembaki Kantor Polisi di Intan Jaya

Penembakan ke arah Polsek Sugapa, Intan Jaya oleh Kelompok kriminal bersenjata (KKB) berasal dari arah tower Telkomsel.

Setelah Sirkuit MotoGP Mandalika, Sirkuit F1 Bakal Dibangun di Bintan
Indonesia
Setelah Sirkuit MotoGP Mandalika, Sirkuit F1 Bakal Dibangun di Bintan

Sirkuit Pertamina Mandalika akan menjadi tuan rumah Grand Prix of Indonesia pada 18-20 Maret setelah ajang balap sepeda motor paling bergengsi di dunia itu absen selama 25 tahun di Indonesia.

Polisi dan TNI Aktif Jadi Penjabat Kepala Daerah, BKN: Tidak Ada Aturan Yang Dilanggar
Indonesia
Polisi dan TNI Aktif Jadi Penjabat Kepala Daerah, BKN: Tidak Ada Aturan Yang Dilanggar

UU Pilkada menyebutkan kriteria Pj. gubernur adalah JPT Madya dan Pj. bupati/wali kota adalah JPT Pratama.