Penambahan COVID-19 4.634 Pasien, Jokowi Minta Para Menteri Pastikan Bansos di Desa-Desa Presiden Joko Widodo meninjau program padat karya tunai do Kota Tasikmalaya Jawa Barat, Selasa. (Foto Desca Lidya) (Desca Lidya Natalia)

MerahPutih.com - Jumlah pasien Virus COVID-19 di Indonesia bertambah 4.634 orang, per Kamis (24/9). Sehingga hari ini, total ada 262.022 kasus positif.

Sementara, jumlah pasien sembuh bertambah 3.895 orang, sehingga total pasien sembuh ada 191.853 orang.

Sedangkan pasien yang meninggal bertambah 128 orang, sehingga total ada 10.105 pasien COVID-19 yang meninggal.

Baca Juga:

Kementerian BUMN Gelontorkan Rp341 Miliar untuk Donasi Penanganan COVID-19

Sementara itu, Presiden Joko Widodo meminta para menteri memastikan agar program bantuan sosial (bansos) yang disalurkan pemerintah diterima oleh masyarakat desa terdampak pandemi COVID-19.

Pasalnya, pandemi corona bukan hanya menghantam lapisan masyarakat perkotaan, namun juga di pedesaan.

Menurut dia, saat krisis ekonomi terjadi akibat pandemi terjadi di perkotaan maka desa menjadi penyangga. Hal ini terbukti dengan banyaknya masyarakat kota yang pindah ke desa di masa pandemi.

"Ketika terjadi krisis ekonomi di perkotaan maka desa menjadi penyangga, menjadi buffering karena terjadinya arus balik perpindahan penduduk dari kota ke desa. Jadi bukan urbanisasi, tapi ruralisasi," ujar Jokowi.

Bupati OKU Kuryana Azis menyerahkan bantuan sosial beras kepada warga di Baturaja, Kamis (24/9/2020). ANTARA/Edo Purmana
Bupati OKU Kuryana Azis menyerahkan bantuan sosial beras kepada warga di Baturaja, Kamis (24/9/2020). ANTARA/Edo Purmana

Untuk itu, dia menekankan bahwa program perlindungan sosial untuk masyarakat desa terdampan pandemi corona harus tepat sasaran dan berjalan efektif. Mulai dari, bantuan Program Keluarga Harapan (PKH), Bansos tunai, hingga Bantuan Langsung Tunai (BLT) Desa.

"Pastikan itu diterima oleh masyarakat di desa yang terdampak covid yang sangat membutuhkan," jelas Jokowi.

Begitu pula dengan pelaksanaan padat karya tunai yang ada di desa. Jokowi meminta menterinya mengawal program tersebut sehingga dapat megurangi beban masyarakat di desa.

"Harus betul-betul dikawal sehingga bisa mengurangi beban masyarkat desa yang kehilangan pekerjaan, kesulitan mencari kerja atapun yang berasal dari keluarga tidak mampu di desa," katanya.

Baca Juga:

Istri Mantan Wali Kota Jakbar Dimakamkan dengan Protokol COVID-19

Di sisi lain, Jokowi juga menegaskan bahwa pandemi virus corona (Covid-19) harus menjadi momentum untuk memperbaiki ekonomi desa. Dia ingin agar program-program pemerintah terasa bermanfaat untuk masyarakat.

"Pandemi yang tengah kita hadapi harusnya menjadi momentum untuk menginstal ulang memperbaiki lagi dan juga melakukan reform mengenai strategi besar dalam transformasi ekonomi desa," tutur Jokowi. (Knu)

Baca Juga:

COVID-19 Ancam Keselamatan Warga, DPR Desak Pemerintah Segera Sediakan Vaksin


Tags Artikel Ini

Zulfikar Sy

LAINNYA DARI MERAH PUTIH