Pemulangan Warga Karantina dari Natuna, KSP: Tidak Usah Ramai-Ramai Plt. Deputi IV Kantor Staf Presiden Bidang Informasi dan Komunikasi Politik Juri Ardiantoro (kiri) di Jakarta, Kamis (13-2-2020). ANTARA/Rangga Pandu Asmara Jingga

MerahPutih.com - Deputi IV Kantor Staf Presiden (KSP) Juri Ardiantoro menyebut pemerintah menyusun prosedur pemulangan warga negara Indonesia (WNI) dari Wuhan, Tiongkok, yang telah diobservasi di Natuna, Kepulauan Riau. Masa observasi selesai pada 15 Februari 2020.

"Dan tanggal berikutnya, bisa 16, bisa 17 (Februari) akan ada pelepasan peserta observasi yang akan dilakukan secara alamiah," katanya di KSP, Kamis (13/2).

Baca Juga:

Menkes Pastikan Ratusan WNI di Tempat Karantina Natuna Dipulangkan Sabtu Mendatang

Rencananya, semua WNI yang diobservasi akan pulang melalui Jakarta. Setelah sampai ke Jakarta baru pulang ke daerah masing-masing. Namun, pemerintah masih mempertimbangkan bandara yang akan digunakan yakni Halim Perdanakusuma atau Soekarno Hatta.

"Sementara akan menggunakan pesawat TNI Angkatan Udara dari Natuna. Dan setelah itu, baru pulang ke rumah masing-masing dengan penerbangan komersil," ujarnya.

Sejumlah Warga Negara Indonesia (WNI) yang dievakuasi dari Wuhan, Hubei, China melakukan senam bersama prajurit TNI di Hanggar Pangkalan Udara TNI AU Raden Sadjad, Ranai, Natuna, Kepulauan Riau, Kamis (6/2/2020). Menurut data Kementerian Kesehatan, sebanyak 238 orang WNI yang menjalani proses observasi virus corona tersebut kondisi kesehatannya baik dan tidak ada satupun dari mereka yang menunjukkan gejala infeksi seperti demam, batuk dan pilek. ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat/pras.
Sejumlah Warga Negara Indonesia (WNI) yang dievakuasi dari Wuhan, Hubei, China melakukan senam bersama prajurit TNI di Hanggar Pangkalan Udara TNI AU Raden Sadjad, Ranai, Natuna, Kepulauan Riau, Kamis (6/2/2020). Menurut data Kementerian Kesehatan, sebanyak 238 orang WNI yang menjalani proses observasi virus corona tersebut kondisi kesehatannya baik dan tidak ada satupun dari mereka yang menunjukkan gejala infeksi seperti demam, batuk dan pilek. ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat/pras.

Juri juga memastikan bahwa negara memfasilitasi proses pemulangan peserta observasi sampai ke daerah masing-masing. Pemerintah pusat juga akan berkoordinasi soal ini dengan pemerintah daerah.

"Kami juga minta pemda untuk aktif koordinasi soal ini. Dan mereka akan koordinasi dengan keluarga atau orang tua seperti apa di daerah. Tapi prinsipnya, tidak usah terlalu ramai-ramai. Alamiah saja," kata dia.

Baca Juga:

Mensos Minta Masyarakat tak Khawatir soal Pemulangan WNI dari Natuna

Dia mengatakan, teknis pemulangan masih terus dibicarakan. Namun, dia memastikan bahwa proses pelepasan atau pun penjemputan berjalan secara alamiah.

"Jadi tidak ada acara yang kira-kira secara formal serimonial yang berlebihan. Bahkan, rencananya proses pelepasan itu atau proses penyambutan dari keluarga misalnya rencananya diperbolehkan di daerahnya masing-masing, di bandara di kampungnya masing-masing," ungkapnya.

Juri pun mengimbau agar pemerintah daerah terus berkoordinasi baik dengan pemerintah pusat maupun dengan keluarga terkait pemulangan 238 WNI ke daerahnya masing-masing. (Knu)

Baca Juga:

Dinkes Kepulauan Riau Nyatakan Kondisi 238 WNI Observasi di Natuna Sehat



Zulfikar Sy

LAINNYA DARI MERAH PUTIH