Pemudik 'Zaman Now' Harus Melek Teknologi dan Manfaatkan Aplikasi Mudik Ilustrasi (Pixabay)

Merahputih.com - Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) menyarankan pemudik untuk memanfaatkan aplikasi mudik yang saat ini banyak ditemui karena sangat membantu mereka, antara lain agar tidak terjebak kemacetan.

"Manfaatkan informasi mudik. Melalui aplikasi seperti itu, jika macet misalnya, pemudik bisa memilih jalur lain. Seperti non-tol di Pantura atau Jalan Jalur Lintas Selatan (JJLS)," kata Ketua MTI Moda Darat, Djoko Setijowarno di Jakarta, Kamis (7/6).

Mudik kali ini tidak berbeda jauh dibandingkan tahun sebelumnya, namun diharapkan kelancaran arus lalu lintas bisa dijaga. Selain melalui aplikasi mudik, Pemerintah juga membuka beberapa tol serta ada layanan ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) yang ditingkatkan Pertamina hingga dua kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya.

Oleh karena itulah, diharapkan tragedi Brexit seperti dua tahun silam tidak akan terulang kembali. Yang terpenting adalah pengaturan di hulu dan hilir oleh polisi. Kalau terlalu padat, tidak boleh masuk, keluarnya pun juga sama. "Apalagi sekarang ada tambahan jalur ke selatan. Kalau dulu Pejagan, sekarang tol Adiwarna Tegal juga bisa ke selatan," ujarnya dikutip Antara.

Ilustrasi aplikasi penunjuk arah (pixabay)

Terkait dukungan Pertamina dalam distribusi BBM, menurut Djoko, juga sangat membantu karena berbagai layanan BUMN itu bisa memudahkan pemudik mendapatkan bahan bakar minyak. Melalui layanan Motoris Kemasan yang bisa mengantarkan BBM kepada pemudik yang terjebak macet di jalan tol atau KiosK Pertamax yang menyediakan BBM dalam bentuk kemasan.

"Motoris Kemasan tersebut sangat membantu. Yang penting pengaturannya, jangan sampai malah menimbulkan kecelakaan. Pengemudinya harus benar-benar diberitahu, jangan menggunakan jalur sembarangan. Motoris Kemasan itu bisa pakai jalur darurat saja," katanya.

Begitu pula dengan KiosK Pertamax yang menyediakan BBM jenis Pertamax dalam bentuk kemasan 10 liter, menurut Djoko, layanan tersebut tidak hanya mempermudah pemudik memperoleh BBM, namun juga lebih aman. "Itu lebih baik daripada pengemudi bawa BBM sendiri yang tentu berbahaya. Yang penting, penyediaan tidak hanya di Pantura tetapi juga jalur selatan," katanya.

Dalam mudik kali ini, Pertamina memang menyiapkan berbagai layanan tambahan, selain pengoperasian SPBU layanan lain di Sumatera dan Jawa. Yaitu, 13 unit Serambi Pertamax, 60 unit KiosK Pertamax, 200 unit Motoris Kemasan, 105 unit Kantong BBM, dan 16 unit Mobil Dispenser.

kios

Petugas bermotor pengantar BBM dari KiosK Pertamax SPBU Muri berkeliling jalur pantura di Tegal, Jawa Tengah, Rabu (30/5). Pertamina menyiagakan 60 titik Kios BBM Kemasan atau KiosK Pertamax sebagai salah satu alternatif bagi pemudik untuk mendapatkan BBM selain di SPBU. ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay

Kementerian Perhubungan sendiri telah menyarankan agar pemudik yang akan ke arah Jawa Tengah atau Jawa Timur untuk tidak hanya menggunakan jalan tol. Tetapi juga menggunakan jalur pantai utara (Pantura) atau jalur pantai selatan (Pansel).

"Kami ingin masyarakat agar tidak fokus di jalan tol saja, tetapi menggunakan jalur lain, sehingga kepadatan kendaraan dapat terbagi," kata Staf Ahli Menteri Perhubungan Bidang Logistik, Multimoda dan Keselamatan Cris Kuntadi.

Dia mengatakan Kementerian Perhubungan bersama pemerintah daerah dan kepolisian telah memperbaiki jalan di jalur pantai utara, seperti menertibkan pasar tumpah. Kemudian jalan sebidang juga telah diperluas serta telah dibangun jembatan layang dan jalan terowongan. Selain jalur pantura, jalur pantai selatan juga memiliki beberapa kelebihan seperti dapat berhenti untuk menikmati pemandangan alam .

"Kalau lewat jalur selatan masyarakat bisa mudik sambil wisata, karena ada beberapa pantai yang dapat dikunjungi di sana. Di sana juga jalannya berkelok-kelok sehingga pengendara tidak jenuh," kata Cris.

Balai Pengelolaan Transportasi Darat (BPTD) juga ikut membentuk membuat pos-pos peristirahatan di jalur-jalur tadi, sehingga masyarakat dapat beristirahat dengan layak di pos-pos tersebut. "Pos-pos itu menyediakan beberapa sarana seperti makanan, kesehatan, ruang laktasi, juga sarana rekreasi. Sehingga masyarakat yang sudah jenuh dalam perjalanan mudik dapat beristirahat dan nantinya kembali segar untuk melanjutkan perjalanan," kata dia.

Dia menyarankan masyarakat untuk terus memantau informasi arus mudik dari sumber resmi, selain itu masyarakat juga diimbau untuk tetap mematuhi aturan yang berlaku, agar perjalanan mudik menjadi nyaman. (*)


Tags Artikel Ini

Angga Yudha Pratama

LAINNYA DARI MERAH PUTIH