Jubir Istana Pastikan Takkan Ada Larangan Mudik Lebaran Pemudik. Foto: ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A

MerahPutih.com - Jubir pemerintah Fadjroel Rachman menegaskan tidak ada larangan resmi bagi pemudik lebaran Idul Fitri 2020. Menurut Fadjroel, nantinya pemudik wajib isolasi mandiri selama 14 hari.

"Nanti berstatus Orang Dalam Pemantauan (ODP) sesuai protokol kesehatan (WHO) yang diawasi oleh pemerintah daerah masing-masing" kata Fadjroel dalam keterangannya, Kamis (1/4).

Baca Juga

Dishub DKI: Operasional Bus di Terminal Masih Normal

Fadjroel berujar, kebijakan Pemerintah tersebut selaras dengan Peraturan Pemerintah No. 21/2020 tentang Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dalam Rangka Percepatan Penanganan COVID-19

Selain itu, pemerintah pusat akan menggencarkan kampanye secara besar-besaran untuk tidak mudik agar bisa menahan laju persebaran virus corona.

"Kampanye ini melibatkan tokoh masyarakat, tokoh agama, dan publik figur," jelas mantan aktivis yang dikenal kritis di era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono ini.

Kedatangan pemudik di stasiun kereta. ANTARA FOTO/Oky Lukmansyah.
Kedatangan pemudik di stasiun kereta. ANTARA FOTO/Oky Lukmansyah.

Pemerintah diklaim Fadjroel sudah mengingatkan pemerintah daerah tujuan untuk membuat kebijakan khusus terkait para pemudik ini sesuai protokol kesehatan WHO dengan sangat ketat.

Mengutip data Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, pada tahun 2019 lalu pemudik yang pulang ke Jawa Tengah, Jawa Barat, Jawa Timur dan daerah lain, berjumlah 20.118.531 orang.

Baca Juga

DPR Desak Luhut Hentikan Operasional Bus AKAP dari dan ke Jakarta

Bahwa tugas Kabinet Indonesia Maju dan pemerintah daerah adalah mencegah penyebaran COVID- 19 secara rasional dan terukur.

'Prinsip pemerintah, keselamatan rakyat adalah hukum tertinggi," tutup Jubir Presiden Joko Widodo (Jokowi) itu. (Knu)

Tag
LAINNYA DARI MERAH PUTIH
TNI AD Bantu Aprilia Manganang Ubah Jenis Kelamin dari Perempuan ke Laki-laki
Indonesia
TNI AD Bantu Aprilia Manganang Ubah Jenis Kelamin dari Perempuan ke Laki-laki

TNI Angkatan Darat (TNI AD) memastikan Sersan Dua (Serda), Aprilia Manganang berjenis kelamin laki-laki.

Demokrat Tuding Moeldoko Ingin Kudeta AHY untuk Pencapresan 2024
Indonesia
Demokrat Tuding Moeldoko Ingin Kudeta AHY untuk Pencapresan 2024

Hal ini bukan soal perkara Partai Demokrat melawan Istana

Ratusan Mengungsi, 15 Orang Luka Bakar Akibat Kebakaran Kilang Minyak Balongan
Indonesia
Ratusan Mengungsi, 15 Orang Luka Bakar Akibat Kebakaran Kilang Minyak Balongan

Data sementara lima orang mengalami luka bakar berat dan 15 lainnya mengalami luka ringan akibat kebakaran ini.

Mendag Klaim Neraca Perdagangan Indonesia Surplus USD11,05 Miliar
Indonesia
Mendag Klaim Neraca Perdagangan Indonesia Surplus USD11,05 Miliar

Mendag mengatakan neraca perdagangan Indonesia di masa pandemi COVID-19 mengalami surplus mencapai USD 11,95 miliar.

Mudik Sudah Dilarang, Menteri Jangan Beda Kebijakan
Indonesia
Mudik Sudah Dilarang, Menteri Jangan Beda Kebijakan

Jajaran pemerintahan, harus senada dalam memberikan penjelasan kepada masyarakat.

[HOAKS atau FAKTA]: Petinggi GP Ansor dan Banser Cium Tangan Paus Fransiskus
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Petinggi GP Ansor dan Banser Cium Tangan Paus Fransiskus

Terlihat salah seorang dari rombongan mencium tangan Paus Fransiskus.

Besok Jokowi Luncurkan Bantuan Pekerja Rp600 Ribu
Indonesia
Besok Jokowi Luncurkan Bantuan Pekerja Rp600 Ribu

Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) saat ini tengah menyiapkan administrasi

Satpol PP Tindak Pedagang Nekad Berjualan di Trotoar saat PSBB
Indonesia
Satpol PP Tindak Pedagang Nekad Berjualan di Trotoar saat PSBB

Sejumlah produk fashion, seperti baju, sandal, sepatu dan sepatu anak dijejer rapih oleh pedagang di trotoar.

Hari Ini Tim DVI Mulai Lakukan Identifikasi Korban Sriwijaya Air
Indonesia
Hari Ini Tim DVI Mulai Lakukan Identifikasi Korban Sriwijaya Air

Rusdi berharap para keluarga bisa datang ke RS Polri untuk membantu proses identifikasi dan meminta keluarga korban membawa berbagai data diri untuk proses identifikasi jenazah.

Dalam Waktu 100 Hari, Kapolri Targetkan 10 Polda Gunakan Tilang Elektronik
Indonesia
Dalam Waktu 100 Hari, Kapolri Targetkan 10 Polda Gunakan Tilang Elektronik

ETLE dianggap sebagai salah satu cara menekan terjadinya pungutan liar