Pemuda Muhammadiyah: Pansus Angket KPK Terbukti Berdiri di Atas Kebohongan Mantan anggota Komisi II DPR tahun 2009-2014 Fraksi Partai Hanura Miryam S Haryani di Pengadilan Tipikor, Jakarta Pusat, Kamis (30/3). (ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan)

MerahPutih.com - Ketua Umum Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah Dahnil Anzar menyebut vonis bersalah terhadap Miryam merupakan bukti bahwa Pansus KPK selama ini berdiri di atas kebohongan.

Miryam divonis hukuman lima tahun penjara ditambah denda sebesar Rp 200 juta oleh pengadilan Tipikor Jakarta atas tudahan memberikan kesaksian palsu terkait kasus korupsi e-KTP.

Bermula dari kesaksian Miryam itulah, Pansus Angket bergulir. Namun di persidangan justru yang ditemukan adalah dugaan Miryam ditekan kolega-koleganya di DPR.

"Vonis hakim Tipikor hari ini yang menghukum Miryam 5 tahun penjara dan denda Rp 200 juta rupiah membuktikan bahwa sejak awal Pansus Angket KPK memang berdiri pada pijakan kebohongan Miryam dan terus memproduksi kebohongan-kebohongan baru untuk mendelegitimasi kerja-kerja pemberantasan korupsi untuk membela kawan sejawat," kata Dahnil melalui keterangan persnya, Senin (13/11).

Berangkat dari vonis ini, Dahnil menilai apa yang dilakukan oleh DPR adalah upaya obstruction of justice, mengganggu proses hukum terkait penyidikan kasus korupsi.

"Bagi saya, persekongkolan sempurna untuk melemahkan KPK ini diduga melibatkan banyak pihak, dan eksekutif, legislatif dan penegak hukum lainnya yang memang tidak mau agenda pemberantasan korupsi di Indonesia berjalan dengan baik," ujarnya.

Meski begitu, dia sepakat bila banyak yang harus diperbaiki di KPK, khususnya ancaman “kuda Troya” yang merusak dari dalam KPK, yang sudah banyak disebut, termasuk oleh Miryam terkait dugaan penyidik yang berkomunikasi intens dengan anggota DPR. Termasuk, dugaan perusakan barang bukti yang diduga dilakukan oleh dua penyidik KPK asal kepolisian yang sampai dengan detik ini tidak jelas penyelesaiannya.

"Namun, apa yang dilakukan oleh Pansus Angket KPK justru tidak menyasar masalah itu, mereka justru aktif menyasar Novel Baswedan dan penyidik-penyidik yang sedang menyelesaikan kasus-kasus besar korupsi," sesalnya.

"Jadi, berangkat dari fakta ini saya berulangkali mengingatkan KPK untuk tampil lebih berani baik membersihkan diri dari dalam maupun berani melawan dengan terang dan tegas terkait dengan pelemahan dari luar," pungkas Dahnil. (Fdi)

Baca juga berita lainnya terkait vonis Miryam S Haryani dalam artikel: Divonis 5 Tahun Penjara, Miryam: Saya Keberatan

Kredit : fadhli


Zulfikar Sy

LAINNYA DARI MERAH PUTIH