Pemprov Jabar Tutup Pabrik Tapioka karena Cemari Sungai Cilamaya Karawang Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Jawa Barat mengambil sampel air sungai Cilamaya yang tercemar limbah pabrik tapioka. Foto: Biro Adpim Jabar

MerahPutih.com - Pabrik tepung tapioka dan pemanis di Desa Tegalwaru, Kecamatan Cilamaya Wetan, Kabupaten Karawang, untuk sementara ditutup. Diduga pabrik ini menyebabkan sungai Cilamaya tercemar hingga airnya berwarna hitam pekat.

Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum mengatakan, operasional pabrik skala besar tersebut dihentikan karena dinilai mencemari Daerah Aliran Sungai (DAS) Cilamaya.

Baca Juga

BRIN Beberkan Sumber Teluk Jakarta Tercemar Parasetamol

Wagub datang bersama polisi lingkungan, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Jawa Barat, serta kepala dinas lingkungan hidup dari tiga daerah yakni Kabupaten Karawang, Subang, Purwakarta, yang wilayahnya dilewati Sungai Cilamaya.

“Hasil komunikasi kami dengan dinas lingkungan hidup, polisi lingkungan hidup, dan juga dengan dinas kabupaten setempat, bersepakat untuk menghentikan sementara operasional (pabrik). Bukan ditutup atau dicabut, tapi hentikan sementara,” ujar Uu Ruzhanul, Selasa (5/10)

Akibat pencemaran sungai oleh pabrik tepung tapioka, selain air sungainya berwarna hitam, juga berbau, sehingga selain mengganggu ekosistem makhluk hidup juga mengganggu masyarakat sekitar.

“Masyarakat meminta, sampai ‘ceuk orang Sunda mah ngalengis’ atau menangis. Karena memang bau, air tidak bisa dimanfaatkan,” beber Uu.

Wakil Gubernur Uu Ruzhanul Ulum saat menghentikan sementara operasional pabrik tepung tapioka dan pemanis di Desa Tegalwaru, Kecamatan Cilamaya Wetan, Kabupaten Karawang. Foto: Biro Adpim Jabar
Wakil Gubernur Uu Ruzhanul Ulum saat meninjau sungai Cilamaya yang tercemar limbah pabrik tapioka. Foto: Biro Adpim Jabar

Menurut Uu, penghentian operasional pabrik ini merupakan langkah lanjutan dari beberapa kali teguran tertulis yang dilayangkan pihak berwenang tapi tidak ditanggapi dengan serius, sehingga ini sudah masuk kategori pelanggaran berat.

“Kami minta selama seminggu ditutup. Ini semua kami lakukan supaya ada progres yang lebih baik sesuai dengan aturan yang ada,” kata Uu.

Menurut Kepala Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Jawa Barat Prima Mayaningtias, Instalasi pengelolaan Air Limbah (IPAL) pabrik tepung tapioka tersebut telah melanggar PP Nomor 22 tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup.

Diamanatkan PP, IPAL harus harus kedap dan di bawahnya harus ada membran khusus sebagai pelapis agar air limbah tidak meresap ke akuifer akuifer dangkal atau dalam.

“Ini adalah wujud penegakan atau penaatan hukum secara konsisten dan konsekuen yang dilakukan baik teman-teman di kabupaten maupun yang ada di provinsi,” kata Prima.

Tindakan tegas terhadap pabrik pencemar lingkungan merupakan bagian dari kampanye Gerakan Aksi Nyata Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan DAS Cilamaya yang dicanangkan Gubernur Ridwan Kamil tahun 2020. (Imanha/Jawa Barat)

Baca Juga

Diduga Tercemar, Dinas Lingkungan Hidup DKI Ambil Sampel Air Laut

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Ditemukan Klaster COVID-19, 46 Sekolah di DKI Jakarta Gelar Tes Swab
Indonesia
Ditemukan Klaster COVID-19, 46 Sekolah di DKI Jakarta Gelar Tes Swab

Sebanyak 46 sekolah yang mengikuti pembelajaran tatap muka (PTM), tengah menjalani tes usap atau swab test COVID-19, menyusul ditemukan klaster virus corona.

LPSK Siap Lindungi Korban Pelecehan Seksual Pegawai KPI
Indonesia
LPSK Siap Lindungi Korban Pelecehan Seksual Pegawai KPI

LPSK mengimbau agar publik mempercayakan kepada kepolisian untuk memproses kasus tersebut

Wagub DKI Tunggu Keputusan Pusat Soal Level PPKM
Indonesia
Wagub DKI Tunggu Keputusan Pusat Soal Level PPKM

Pemprov DKI Jakarta bakal mengikuti apa yang menjadi keputusan pemerintah pusat ihwal nasib kebijakan PPKM.

Syarat Gunakan Kereta Api Jarak Jauh Saat PPKM Level 4
Indonesia
Syarat Gunakan Kereta Api Jarak Jauh Saat PPKM Level 4

"Untuk pelanggan usia di bawah 18 tahun tidak diharuskan menunjukkan kartu vaksin. Kemudian untuk pelanggan usia di bawah 5 tahun tidak diharuskan menunjukkan hasil RT-PCR atau Rapid Test Antigen," kata Joni.

[HOAKS atau FAKTA]: Megawati Marah Jokowi Lepas Baju PDIP
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Megawati Marah Jokowi Lepas Baju PDIP

Foto tersebut juga ditambahkan sedikit narasi yang menyatakan bahwa Megawati murka Jokowi lakukan ini. Video ini pun telah ditonton sebanyak 12 ribu kali dan berhasil mendapatkan banyak reaksi dari masyarakat.

[HOAKS atau FAKTA]: PPKM Level 4 Nataru, Pemerintah Sudah Prediksi Varian Baru COVID-19
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: PPKM Level 4 Nataru, Pemerintah Sudah Prediksi Varian Baru COVID-19

Akun Facebook Darsono New Norista mengunggah postingan yang menyatakan bahwa PPKM Level 4 akan diberlakukan pada 24 Desember lantaran akan ada varian baru dari COVID-19.

KPK Dorong Komitmen para Pemangku Regulasi Pendidikan Anti Korupsi
Indonesia
KPK Dorong Komitmen para Pemangku Regulasi Pendidikan Anti Korupsi

Rangkaian kegiatan Rapat Koordinasi Nasional Pendidikan Antikorupsi (Rakornas PAK) 2021 terus berlanjut.

Sepekan Tes Acak Calon Penumpang KRL, 33 Orang Reaktif COVID-19
Indonesia
Sepekan Tes Acak Calon Penumpang KRL, 33 Orang Reaktif COVID-19

Calon pengguna yang bersedia mengikuti tes acak antigen ini berbaris rapih

Bioskop Dibuka Besok, 4 Syarat yang Harus Dipatuhi Penonton
Indonesia
Bioskop Dibuka Besok, 4 Syarat yang Harus Dipatuhi Penonton

Setidaknya, ada 4 syarat yang patut dipatuhi para penonton.

DPR Terima Surpres Calon Anggota KPU-Bawaslu
Indonesia
DPR Terima Surpres Calon Anggota KPU-Bawaslu

Surat Presiden (Surpres) terkait calon anggota KPU-Bawaslu telah dikirim Presiden Joko Widodo (Jokowi) ke Dewan Perwakilan Rakyat (DPR).