Pemprov Jabar Tandatangani MoU Pengembangan Geopark Ciletuh Curug Cimarinjung Geopark Ciletuh (Instagram melatiingah)

Pemerintah Provinsi Jawa Barat menandatangani nota kesepahaman (MoU) ketiga untuk pengembangan kawasan Geopark Ciletuh-Pelabuhan Ratu atau geopark partner dengan delapan pihak.

Kedelapan partner tersebut, yaitu Bank BJB, Telkom Regional III Jawa Barat, PT PLN Distribusi Jawa Barat, Asosiasi Perusahaan Perjalanan Pariwisata Indonesia (Asita) Jawa Barat, Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) Jawa Barat, Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Jawa Barat, PHRI Kabupaten Sukabumi, dan HPI Kabupaten Sukabumi.

MoU ini merupakan pelengkap dan syarat yang diajukan oleh Unesco agar Ciletuh-Palabuhan Ratu bisa menjadi bagian dari Unesco Global Geopark (UGG).

Dua MoU sebelumnya sudah diteken, yaitu MoU bersama para akademisi dan geopark yang sudah menjadi UGG. Di antaranya Batur UGG di Bali dan Gunung Sewu UGG di Yogyakarta.

"Hari ini kita tandatangan dengan para pihak. Para pihaknya adalah perhotelan, ada Asita, Telkom, PLN, ada perbankan. Ada perhimpunan pengelola kepariwisataan, dan lain sebagainya. Tadi sudah kita lakukan," kata Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan di Gedung Sate Bandung, Senin (27/2).

"Nah, sekarang Insya Allah dengan persyaratan Unesco itu Geopark Partner dimana kita kerja sama dengan berbagai partner itu sudah lengkap. Sudah lengkap dari berbagai bidang dan jenis. Dan itu bisa berkembang lebih lanjut," lanjutnya.

Gubernur yang akrab disapa Aher ini menuturkan rencananya tim asesor atau penilai dari Unesco akan datang April atau Mei untuk meninjau dan menguji langsung Ciletuh.

Ia mengatakan dengan segala persiapan yang telah dilakukan menjadi harapan besar Geopark Ciletuh-Palabuhan Ratu akan menjadi nominator yang akan diumumkan Desember 2017.

"Sehingga apabila lolos, Geopark Ciletuh-Palabuhan Ratu akan menjadi satu-satunya wakil Indonesia untuk UGG pada 2018 mendatang," kata Aher.

Kawasan Geopark Nasional Ciletuh-Palabuhan Ratu akan dikembangkan sebagai destinasi pariwisata andalan di Indonesia berstandar internasional. Destinasi wisata ini berbasis konservasi lingkungan dan berkelanjutan. Luas kawasan ini mencapai 168 ribu hektar dengan 74 desa dan 8 kecamatan di dalamnya terdiri dari kawasan kehutanan, perkebunan, perkotaan, dan pantai.

Selain membuat partner kerjasama, Pemprov Jawa Barat terus berbenah dalam hal infrastruktur pendukung. Aher mencontohkan pihaknya akan membangun jalan sepanjang 40-an kilometer dari Palabuhan Ratu menuju Ujung Genteng.

Hal ini akan menjadi kawasan wisata yang unik dan menarik karena pengunjung bisa menikmati kawasan geopark hanya dengan mengakses jalan tersebut.

"Itu akan jadi jalan baru, sejarah baru karena selama ini di pantai yang menghubungkan antara Palabuhan Ratu sampai ke Ujung Genteng kan belum ada jalan selama ini. Jalannya di tengah, kalau kemudian masuk ke kawasan itu jalan setapak lalu masuk ke bibir pantainya," ujar Aher.

Menurut dia nanti ada wisata Ujung Genteng-Palabuhan Ratu dan sekitar 40 kilometer di pinggir pantai dengan rincian dari arah Palabuhan Ratu menuju Ujung Genteng laut sebelah kanan pegunungan yang hijau dan asri senelah kiri.

"Kalau dari arah Ujung Genteng menuju Palabuhan Ratu sebaliknya, sebelah kirinya pantai sebelah kanannya pegunungan atau hutan lebat. Itu akan menjadu panorama unik ya, karena disitulah tengah-tengahnya geopark," kata dia.

Kawasan geopark ini akan fokus tiga hal. Di antaranya Geodiversity, keanekaragaman geologi yang bernilai sejarah, seperti jenis batuan dan glatser. Biodiversity yaitu keanekaragaman flora dan fauna, serta Culturediversity merupakan keanekaragaman seni dan budaya masyarakat lokal.

Sumber: ANTARA


Tags Artikel Ini

Luhung Sapto

LAINNYA DARI MERAH PUTIH