Pemprov Jabar Siapkan Rp16,2 Triliun untuk Penanganan Dampak COVID-19 Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil memberikan keterangan pers terkait penanganan corona di Jabar (Foto: Humas Pemprov Jabar)

MerahPutih.Com - Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menyebutkan, Pemprov Jabar mengalokasikan Rp16,2 triliun untuk menanggulangi dampak sosial dan ekonomi pandemi Covid-19.

Kang Emil sapaan Ridwan Kamil menjelaskan, dana tersebut dibagi yakni Rp. 3,2 triliun untuk bantuan pangan, sisanya dalam bentuk padat karya dari berbagai proyek investasi di Jabar senilai Rp13 triliun.

Baca Juga:

Anggota DPRD Solo dari Golkar Sumbangkan Tiga Bulan Gaji Untuk Penanganan COVID-19

Hal ini disampaikan Ridwan Kamil saat jumpa pers di Gedung Pakuan, Kota Bandung, Jumat, (3/4) sore.

“Kami sudah memutuskan bersama Dewan (DPRD Jabar), total anggaran untuk penanggulangan Covid-19 di Jawa Barat ini adalah kurang lebih sekitar Rp16,2 triliun,” ujar Kang Emil.

Pemprov Jabar siapkan dana Rp16 triliun untuk penanggulangan Covid-19
Gubernur Jabar Ridwan Kamil memberikan keterangan pers di Gedung Pakuan, Bandung, Jumat (3/4) (Foto: Humas Pemprov Jabar)

Lebih lanjut Kang Emil menjelaskan, untuk bantuan pangan dan tunai Rp3,2 triliun dapat membantu 15 persen masyarakat ekonomi terbawah, di luar 25 persen yang telah ditanggung Pemerintah Pusat seperti program Kartu Sembako dan Program Keluarga Harapan.

Sehingga gabungan bantuan dari Pemerintah Pusat dan Pemda Provinsi Jabar dapat menjangkau 40 persen warga miskin baru. Belum lagi ditambah anggaran dari pemerintah kabupaten/pemerintah kota, maka warga miskin yang akan terbantu bisa di atas 40 persen.

“Sebagian kota/kabupaten juga saya apresiasi, mereka berniat untuk menambahi kekurangan-kekurangan jika memungkinkan,” kata Kang Emil.

Khusus untuk bantuan pangan dan tunai, telah ditetapkan jumlah per kepala keluarga Rp500.000 dan akan segera diberikan dalam waktu dekat. Saat ini Pemda Provinsi Jabar sedang mendata siapa saja warga miskin baru yang berhak. Setelah pendataan rampung, para wali kota/bupati diminta segera mengeluarkan surat keputusan (SK) yang akan ditindaklanjuti Pemda Provinsi Jabar untuk menyalurkan dana tersebut.

Menurut Kang Emil, bantuan pangan Rp500 ribu itu 1/3 diberikan dalam bentuk tunai dan 2/3 dalam bentuk sembako. Untuk menstimulus multiplier effect, Pemda Provinsi Jabar dibantu Perum Bulog akan membeli sembako dari para pedagang pasar tradisional.

Kemudian dalam penyaluran bantuan akan melibatkan PT Pos Indonesia dan ojek online dari berbagai vendor. Para sopir ojol itu akan diberikan insentif khusus dari pemerintah, di luar kredit atau bonus yang mereka dapat dari aplikator.

“Jadi para pedagang pasar tong hariwang, kami akan membeli jika ada tren turun dalam penjualan di pasar-pasar. Kami juga membayar tim ojol itu dengan insentif dan upah yang datang dari anggaran Rp3,2 triliun itu,” jelasnya.

Proses pemberian bantuan pangan, kata Kang Emil, akan diberikan dalam dua gelombang. Gelombang pertama bantuan akan diberikan kepada mereka yang sudah terdata. Sementara gelombang kedua akan diberikan kepada mereka yang terlewat saat pendataan.

“Jadi, kami menyisihkan 20 persen (bantuan) dari yang sekarang ada untuk meng-cover mereka-mereka yang merasa perlu dibantu tapi tidak terdata,” jelasnya.

Baca Juga:

Periksa Wahyu Setiawan, KPK Dalami Sumber Dana Suap Harun Masiku

Ridwan Kamil juga menjelaskan, saat ini Pemda Provinsi Jabar sedang menghitung besaran gaji dan tunjangan ASN provinsi yang dapat disisihkan secara sukarela untuk membantu masyarakat terdampak COVID-19. Besaran akan tergantung dilakukan secara adil dan proporsional sesuai golongan jabatan dan nilai pendapatan.

“Untuk ASN yang pendapatannya pas-pasan tidak akan dipungut, tapi kepada mereka yang bisa memberikan lebih itu akan diberikan pilihan-pilihan sumbangan pemotongan dari penghasilannya,” pungkasnya.(*)

Berita ini ditulis berdasarkan laporan Mauritz, reporter dan kontributor merahputih.com untuk wilayah Jawa Barat.

Baca Juga:

Dewas KPK Tolak Usul Menteri Yasonna Bebaskan Napi Koruptor

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Sudah 16 Hari Isolasi Mandiri, Anies Masih Positif COVID-19
Indonesia
Sudah 16 Hari Isolasi Mandiri, Anies Masih Positif COVID-19

Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan masih dinyatakan positif virus corona dari hasil pemeriksaan COVID-19 sebanyak 2 kali.

Ganjil-Genap Perdana di Bogor, Kendaraan yang Melanggar bakal Diputarbalikkan
Indonesia
Ganjil-Genap Perdana di Bogor, Kendaraan yang Melanggar bakal Diputarbalikkan

Kota Bogor tengah mempersiapkan kebijakan pembatasan kendaraan dengan sistem ganjil-genap untuk kendaraan roda dua dan roda empat.

Ajukan Rehabilitasi Narkoba, Catherine Wilson Harus Tunggu Enam Bulan
Indonesia
Ajukan Rehabilitasi Narkoba, Catherine Wilson Harus Tunggu Enam Bulan

Namun, belum tentu permohonan ini akan dikabulkan. Jika memang dikabulkan, maka nanti akan ditentukan berapa lama keket akan direhab.

77 Persen Paslon Pilkada Memilih Kampanye Tatap Muka
Indonesia
77 Persen Paslon Pilkada Memilih Kampanye Tatap Muka

77 persen paslon lebih memilih kampanye tatap muka ketimbang kampanye daring.

Iuran BPJS Kesehatan Naik Lagi, Pemerintah Dinilai Cari Untung di Pagebluk Corona
Indonesia
Iuran BPJS Kesehatan Naik Lagi, Pemerintah Dinilai Cari Untung di Pagebluk Corona

Trubus menyebut, kalau dinaikan belum mampu menutupi kekurangan pemerintah.

Kubu Rizieq Serahkan Bukti Tertulis, Salah Satunya Surat dari Pemda DKI
Indonesia
Kubu Rizieq Serahkan Bukti Tertulis, Salah Satunya Surat dari Pemda DKI

"Hari ini kita acara pembuktian. Kalau dari pemohon kita serahkan 40 (halaman). Ada semua," kata kuasa hukum Rizieq, Alamsyah Hanafiah

Berikut Data Terkini Pasien COVID-19 di RSD Wisma Atlet
Indonesia
Berikut Data Terkini Pasien COVID-19 di RSD Wisma Atlet

Rinciannya, pasien terkonfirmasi positif berjumlah 1.543 orang, pasien suspek ada 4 orang.

Pandangan Pengamat Soal Debat Kusir Penghapusan Normalisasi Sungai Jakarta
Indonesia
Pandangan Pengamat Soal Debat Kusir Penghapusan Normalisasi Sungai Jakarta

Polemik penghapusan program normalisasi sungai dalam usulan perubahan rencana pembangunan jangka menengah daerah (RPJMD) DKI harus disudahi.

Daop Surabaya Buka Pemesanan Tiket KA Libur Natal dan Tahun Baru
Indonesia
Daop Surabaya Buka Pemesanan Tiket KA Libur Natal dan Tahun Baru

Daop 8 Surabaya mulai membuka pemesanan tiket kereta api jarak menengah/jauh untuk libur Natal 2020 dan Tahun Baru 2021.

Dua Kasus Ini Dinilai Jadi Ganjalan Komjen Listyo Sigit Prabowo Duduki Kursi Kapolri
Indonesia
Dua Kasus Ini Dinilai Jadi Ganjalan Komjen Listyo Sigit Prabowo Duduki Kursi Kapolri

ia tidak punya track record yang dibanggakan yang menjadi kredit point untuk jabatan Kapolri. Apalagi selama menjadi Kabareskrim.