Pemprov DKI Tunggu Janji Menteri Luhut Soal Vaksinasi Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria (Ariza). (ANTARA/Devi Nindy)

MerahPutih.com - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menkomaritim) Luhut Binsar Pandjaitan menyebut vaksinasi corona akan disalurkan pada minggu ketiga Desember 2020 mendatang.

Vaksinasi rencananya akan difokuskan pada daerah dengan kasus virus COVID-19 tinggi.

Menanggapi hal itu, Wakil Gubernur (Wagub) DKI Jakarta Ahmad Riza Patria mengatakan, Pemprov sifatnya menunggu kedatangan vaksinasi corona dari pemerintah pusat itu.

Baca Juga:

Vaksin Tak Kunjung Diluncurkan, Kasus COVID-19 Capai 421 Ribu

"Kita tunggu hadirnya vaksin dari pemerintah pusat," ujar Riza di Jakarta, Kamis (5/11).

Ketua DPD Gerindra DKI ini mengaku, bila tim Gugus Tugas COVID-19 dan tenaga kesehatan (nakes) DKI Jakarta sudah siap menunggu kehadiran vaksinasi corona itu.

Menteri Koordinator (Menko) Bidang Polhukam Luhut Panjaitan. (Humas/Rahmat)
Menteri Koordinator (Menko) Bidang Polhukam Luhut Panjaitan. (Humas/Rahmat)

"Dan seluruh jajaran dinas, gugus tugas, satgas tugas di DKI Jakarta sudah siap, jajaran kami tenaga kesehatan sudah siap," papar Riza.

Baca Juga:

Tim Riset Unpad: Tidak Ada Hal Mengkhawatirkan Uji Klinis Fase 3 Vaksin COVID-19

Riza menuturkan, pihak yang diprioritaskan untuk melakukan vaksinasi adalah tenaga kesehatan. Mereka merupakan garda terdepan menangani pasien COVID-19 secara langsung.

"Prioritas pertama itu kepada tenaga kesehatan. Memang ada prioritas-prioritas yang harus kami utamakan," ungkapnya. (Asp)

Baca Juga:

DPR Ingatkan Soal Pengadaan Vaksin COVID-19

Penulis : Asropih Asropih
LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Bendung Katulampa Siaga 4, Cuaca di Bogor Mendung
Indonesia
Bendung Katulampa Siaga 4, Cuaca di Bogor Mendung

TMA di Bendung Katulampa pada posisi 60 cm itu stabil sejak Senin (24/2) malam sekitar pukul 19:00 WIB.

Kelola Stres di Tengah Pandemi dengan Perbanyak Salat dan Renungi Asmaul Husna
Indonesia
Kelola Stres di Tengah Pandemi dengan Perbanyak Salat dan Renungi Asmaul Husna

Stres di kala pandemi pada dasarnya sangat lumrah, tetapi jika tidak dikelola dengan baik melemahkan imun tubuh.

Silaturahmi ke Ketum Golkar, Presiden PKS Bahas Omnibus Law
Indonesia
Silaturahmi ke Ketum Golkar, Presiden PKS Bahas Omnibus Law

Dia mencontohkan agenda-agenda parlemen yang perlu komunikasi intensif sehingga terjadi kesepahaman antara lain soal rencana pembahasan omnibus law

Vaksinasi Bakal Kembalikan Kepercayaan Warga Naik Pesawat
Indonesia
Vaksinasi Bakal Kembalikan Kepercayaan Warga Naik Pesawat

Setelah vaksinasi dilakukan, belum bisa sepenuhnya mengembalikan ke kondisi sebelum pandemi COVID-19.

Hari Terakhir PSBB, Pemprov DKI Salurkan 84.838 Paket Sembako ke Warga Miskin
Indonesia
Hari Terakhir PSBB, Pemprov DKI Salurkan 84.838 Paket Sembako ke Warga Miskin

Target penerima bantuan sosial sebanyak 1,2 juta keluarga yang bermukim di DKI.

 Pembangunan Terowongan Katedral dan Istiqlal Dinilai Tak Bermanfaat Apa-Apa
Indonesia
Pembangunan Terowongan Katedral dan Istiqlal Dinilai Tak Bermanfaat Apa-Apa

"Di mana pemerintah secara sungguh-sungguh membangun toleransi autentik, toleransi hakiki dan bukan toleransi basa-basi. Itu yang dibutuhkan," kata Abdul.

Di Tengah COVID-19, Pemprov DKI Tetap Gelar Upacara 17 Agustus
Indonesia
Di Tengah COVID-19, Pemprov DKI Tetap Gelar Upacara 17 Agustus

"Betul dengan memperhatikan protokol kesehatan," tutupnya.

 KPK Perpanjang Penahanan Bos PT CMIT Tersangka Korupsi Proyek Bakamla
Indonesia
KPK Perpanjang Penahanan Bos PT CMIT Tersangka Korupsi Proyek Bakamla

Plt Juru Bicara KPK, Ali Fikri menyatakan masa penahanan Rahardjo diperpanjang selama 30 hari ke depan terhitung sejak 14 Maret 2020.

Anies Dinilai Sengaja Ingin Dikritik Demi Dapat Simpati Publik
Indonesia
Anies Dinilai Sengaja Ingin Dikritik Demi Dapat Simpati Publik

Anies seperti membuat strategi agar dikritik bahkan di bully agar terlihat menjadi korban dan mendapat simpati publik.

Rakyat Pikirkan Pandemi, RUU HIP Dinilai Tidak Punya Urgensi
Indonesia
Rakyat Pikirkan Pandemi, RUU HIP Dinilai Tidak Punya Urgensi

Disaat situasi seperti ini, publik malah dikejutkan dengan rencana pembahasan RUU HIP yang kurang bersentuhan langsung dengan apa yang dihadapi masyarakat.