Pemprov DKI Tolak Beri Izin Pembukaan untuk 58 Tempat Karaoke Ilustrasi. Foto: Pexels/pixabay

MerahPutih.com - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menolak 58 pengajuan izin pembukaan tempat karaoke meskipun pengelola sudah mengajukan permohonan di tengah pandemi COVID-19 dengan melampirkan ketentuan protokol kesehatan.

Kepala Bidang Industri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Disparekraf) DKI, Bambang Ismadi mengatakan, pihaknya telah mengkaji ulang dokumen 22 karaoke yang mengajukan diri untuk pembukaan. Tapi sisanya masih dalam tahap proses lebih lanjut.

Baca Juga

Kasus COVID-19 Belum Hilang, PKS Minta Anies Pertimbangkan Pembukaan Karaoke

"58 usaha atau outlet karaoke sudah mengajukan permohonan. 22 usaha sudah dan sedang direview," ucap Bambang saat dihubungi awak media Selasa (23/3).

Tapi, Bambang menegaskan, pengajuan puluhan proposal perusahaan karaoke yang telah diperiksa itu semuanya ditolak. Hal tersebut lantaran aturan prokes yang belum memenuhi syarat.

"Belum ada (yang disetujui). Enggak ada yang salah, cuma kurang lengkap dari pengetatan protokolnya," ungkapnya.

Tempat Karaoke. (Foto: Traveloka)
Tempat Karaoke. (Foto: Traveloka)

Seperti diketahui, Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Disparekraf) DKI telah memberikan lampu hijau kepada tempat usaha karaoke untuk dibuka di tengah Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).

Hal itu tertuang dalam Surat Edaran (SE) Nomor 64 Tahun 2021 dari Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Parekraf) DKI.

"Usaha karaoke sedang dipersiapkan untuk dibuka kembali pada masa PPKM Berbasis Mikro dengan mengajukan permohonan pembukaan kembali usaha karaoke kepada Tim Gabungan melalui Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi DKI Jakarta," bunyi SE yang ditandatangani Plt Kadis Parekraf Gumilar Ekalaya, Selasa (9/3).

Untuk dapat beroperasi kembali, nantinya pihak karaoke harus mempersiapkan beberapa ketentuan yang telah ditetapkan Pemprov DKI, yakni yang pertama membuat surat resmi permohonan di atas materai Rp10 ribu.

Kemudian, melampirkan identitas pemohon atau penanggungjawab, seperti KTP, serta menyertakan Tanda Daftar Usaha Pariwisata (TDUP). Lalu melampirkan protokol kesehatan secara ketat sesuai dengan kondisi dan kapasitas tempat usaha. (Asp)

Baca Juga

Walau Telat, Pengusaha Hiburan Apresiasi Anies Yang Bakal Buka Tempat Karaoke

Penulis : Asropih Asropih
LAINNYA DARI MERAH PUTIH
UU Cipta Kerja Bisa Jadi Bumerang Ekonomi Indonesia
Indonesia
UU Cipta Kerja Bisa Jadi Bumerang Ekonomi Indonesia

"Rakyat Indonesia hanya kebagian menjadi buruh dan kuli di negeri sendiri. Saat ini, kemungkinan bisa lebih buruk dengan UU Ciptaker ini, karena buruh kita menjadi berpeluang lebih dieksploitasi," tegas dia

[HOAKS atau FAKTA]: Obat Dexamethasone Lebih Murah dari Vaksin COVID-19
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Obat Dexamethasone Lebih Murah dari Vaksin COVID-19

WHO sebagai otoritas kesehatan dunia menyebutkan, obat dexamethasone tidak boleh dikonsumsi untuk mencegah atau mengobati gejala ringan COVID-19

PAN Harap Inpres 6/2020 Timbulkan Efek Jera Pelanggar Protokol Kesehatan
Indonesia
PAN Harap Inpres 6/2020 Timbulkan Efek Jera Pelanggar Protokol Kesehatan

Orang tidak takut melakukan pelanggaran, karena tidak ada sanksi tegas

Kasatpol PP DKI Minta Anak Buahnya Tak Bosan Tindak Warga Langgar Prokes
Indonesia
Kasatpol PP DKI Minta Anak Buahnya Tak Bosan Tindak Warga Langgar Prokes

Pemerintah DKI Jakarta wajib melakukan pengawasan pada masyarakat agar aturan yang telah dibuat dapat berjalan baik.

[HOAKS atau FAKTA]: Pemerintah Resmi Perbolehkan PKI Hidup Kembali di Indonesia
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Pemerintah Resmi Perbolehkan PKI Hidup Kembali di Indonesia

Berdasarkan penelusuran, foto tersebut merupakan informasi bohong yang lama bersemi kembali dan sudah pernah diperiksa faktanya oleh mafindo pada 8 Desember 2019.

Penjelasan Polisi Soal Viral Tulisan Arab Melintang di Tengah Jalan Raya Bekasi
Indonesia
Penjelasan Polisi Soal Viral Tulisan Arab Melintang di Tengah Jalan Raya Bekasi

Tulisan ini pertama kali ditemukan warga setempat pada Selasa (17/11).

867 Pasien COVID-19 di Surabaya Sembuh
Indonesia
867 Pasien COVID-19 di Surabaya Sembuh

Sebanyak 867 pasien yang terpapar virus corona jenis baru atau COVID-19 di Kota Surabaya.

Sah! Eri-Armuji Ditetapkan sebagai Pemenang Pilkada Surabaya 2020
Indonesia
Sah! Eri-Armuji Ditetapkan sebagai Pemenang Pilkada Surabaya 2020

"Eri-Armuji mendapatkan 597.540 suara. Sedangkan, Machfud Arifin-Mujiaman Sukirno mengantongi 451.794 suara. Sehingga, terdapat selisih 145.746 suara," kata Komisioner KPU Kota Surabaya Devisi Teknis Penyelenggaraan, Soeprayitno

Viral Bendera Merah Putih Dibakar, Polisi Ditagih Langkah Konkretnya
Indonesia
Viral Bendera Merah Putih Dibakar, Polisi Ditagih Langkah Konkretnya

Hal itu juga tidak dapat ditolerir apapun alasannya

Novel Baswedan: Tidak Perlu Merekayasa Fakta, Lebih Baik Terdakwa Dibebaskan
Indonesia
Novel Baswedan: Tidak Perlu Merekayasa Fakta, Lebih Baik Terdakwa Dibebaskan

Bila kaidah pembuktian tidak bisa menjadi basis yang kuat untuk menghukum, maka lebih baik dibebaskan