Pemprov DKI Terbitkan Rekomendasi Pemugaran Gereja Santo Yohanes Penginjil Kebayoran Baru Gereja Santo Yohanes Penginjil yang berlokasi di Jalan Melawai Raya No.197 Kebayoran Baru, Jakarta Selatan (MP/Asropih)

MerahPutih.com - Tak cuma Sekolah Kolese Kanisius, Dinas Kebudayaan DKI juga menerbitkan rekomendasi pemugaran gereja Santo Yohanes Penginjil yang berlokasi di Jalan Melawai Raya No.197 Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Renovasi dan pembangunan pemugaran gereja Santo Yohanes Penginjil, rencananya akan dimulai pada bulan Juni 2021.

Dinas Kebudayaan DKI pun telah menerbitkan Surat Rekomendasi Pemugaran No. 2477/-1.853.15 tanggal 18 Mei 2021 kepada pihak Gereja Santo Yohanes Penginjil terkait rencana pemugaran bangunan gereja.

“Gereja Santo Yohanes Penginjil saat ini berstatus Objek Diduga Cagar Budaya, di mana proses pengkajian oleh Tim Ahli Cagar Budaya Provinsi DKI Jakarta sudah selesai dan saat ini sedang dalam proses penetapan sebagai Bangunan Cagar Budaya,” ujar Kepala Dinas Kebudayaan DKI, Iwan Henry Wardhana di Jakarta, Jumat (21/5).

Baca Juga:

Pemprov DKI Terima Aset Tanah dan Bangunan Rp153 Miliar

Iwan menyampaikan, penerbitan Surat Rekomendasi Pemugaran merupakan bagian dari upaya perlindungan bagi Bangunan Cagar Budaya, Diduga Cagar Budaya, ataupun bangunan yang berada di kawasan Pemugaran agar kelestariannya dapat senantisa terjaga sebagaimana diatur dalam Perda Nomor 9 Tahun 1999 tentang Pelestarian dan Pemanfaatan Lingkungan dan Bangunan Cagar Budaya.

Untuk itu, proses pemugaran harus didampingi arsitek yang memegang IPTB A. Terkait hal tersebut, proses pemugaran Gereja Santo Yohanes Penginjil ditangani Cosmas Damianus Gozali.

"Gereja Santo Yohanes Penginjil yang telah berupaya melakukan pemugaran dengan tetap menjaga prinsip-prinsip pelestarian. Karena, gereja ini memiliki sejarah yang cukup panjang dan erat kaitannya dengan perkembangan Kota Jakarta,” tuturnya.

Bangunan Gereja Santo Yohanes ini sendiri memiliki gaya arsitektur modern tropis dan berdenah persegi panjang, dan merupakan bangunan satu lantai dengan mezzanine dan menghadap ke Jalan Melawai Raya.

Atap bangunan berupa atap pelana dengan kemiringan curam yang memanjang dari selatan-utara. Atap bangunan yang berpenutup sirap ini menjorok keluar pada kedua ujungnya, di atas ujung-ujung atap diberi ornamen berbentuk segi lima.

Gereja Santo Yohanes Penginjil yang berlokasi di Jalan Melawai Raya No.197 Kebayoran Baru, Jakarta Selatan (jakarta-tourism.com)

Tampak depan gereja didominasi oleh lima deret pintu panel kaca berdaun ganda yang terletak di bawah atap teritisan. Di atas atap teritisan terdapat jendela panel kaca yang memenuhi bidang segitiga di bawah atap.

Saat ini, di depan pintu masuk utama terdapat kanopi tambahan. Tampak belakang bangunan gereja berupa dinding masif yang bagian bawahnya terdapat mural dan bagian atasnya dilapisi batu alam dan memiliki jendela berbentuk salib. Tampak samping bangunan (tampak timur dan barat) didominasi oleh deretan jendela geser panel kaca yang mengapit pintu-pintu masuk. Pintu-pintu masuk yang terdapat pada tampak timur dan barat ini berupa pintu panel kaca berwarna biru berdaun ganda.

Gereja Santo Yohanes Penginjil ini memang tidak terlepas dari pembangunan wilayah Kebayoran Baru yang dimulai tahun 1948. Pada masa itu, sudah banyak dibangun rumah-rumah permanen yang dihuni oleh orang-orang Eropa, khususnya Belanda di wilayah ini. Di antaranya terdapat keluarga yang beragama Katolik. Kemudian, pada tahun 1949, Pemerintah Indonesia mulai membangun perumahan untuk pegawai-pegawai warga negara Indonesia sehingga jumlah warga yang bermukim di kawasan ini semakin banyak, termasuk para pemukim yang beragama Katolik.

Sejarah panjang Gereja Katolik Santo Yohanes Penginjil dimulai pada tanggal 29 Oktober 1950, pada saat itu Pastor J. Awick S.J. mempersembahkan Misa Kudus pertama di rumah Keluarga P. Hofland yang terletak di Jalan Hang Tuah 1 dengan peserta misa sebanyak 50 orang.

Baca Juga:

KPK Bantu Tertibkan Aset Mulai GBK sampai TMII Senilai Rp548 Triliun

Peristiwa inilah yang kemudian menjadi cikal bakal kehadiran gereja Katolik di Kebayoran Baru. Kemudian pada 25 Desember 1950, dilakukan perayaan Natal di rumah Keluarga Soemarno, di mana dari kegiatan ibadah ini memunculkan keinginan masyarakat Katolik di sana untuk memiliki tempat ibadah.

Pada 25 Januari 1951, dimulai pencatatan buku baptis Paroki St. Yohanes Penginjil dan pada tanggal 2 Maret 1952, Paroki Santo Yohanes Penginjil diresmikan. Lalu, pada 17 Agustus 1952, gedung SD dan Aula di Jalan Srikandi (Jalan Barito) selesai dibangun yang kemudian difungsikan sebagai Gereja Santo Yohanes Penginjil.

Tahun 1953, karena jumlah jemaat yang semakin banyak, sehingga diperlukan bangunan gereja yang baru untuk mengakomodasi jumlah jemaat yang ada. Gereja Santo Yohanes Penginjil kemudian pindah ke bangunan semi permanen di sebelah pastoran di ujung Jalan Melawai (sekarang Gedung Yohanes).

Pada akhir tahun 1953, muncul rencana membangun gereja yang baru, sehingga dibentuklah panitia pembangunan gereja, yang salah satu anggotanya adalah ajudan Presiden Soekarno bernama Bambang Widjanarko.

Baca Juga:

Kepala BPAD Tegaskan Waduk Rawa Rorotan Milik Pemprov DKI

Pembangunan gereja ini dilakukan di atas tanah yang diberikan oleh Presiden Soekarno. Soekarno menginginkan agar bangunan gereja nantinya harus mencitrakan semangat nasional, tradisional, serta menampakkan kesucian sebagai tempat ibadah.

Tanggal 29 Januari 1964, rancangan gereja yang dibuat oleh arsitek David Cheng disampaikan kepada Presiden Soekarno dan disetujui dengan catatan, agar memperhatikan suhu di dalam bangunan.

Bangunan Gereja Katolik Santo Yohanes Penginjil yang ketiga (dan yang terlihat sampai sekarang) diresmikan dan diberkati oleh Uskup Jakarta Mgr. A. Djajasepoetra S.J. tanggal 19 Desember 1965 dengan penandatanganan prasasti dan upacara liturgis yang meriah. (Asp)

Penulis : Asropih Asropih
Tag
LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Kejari Halmahera Selatan Lakukan Inovasi Cegah Tipikor di Sektor Desa
Indonesia
Kejari Halmahera Selatan Lakukan Inovasi Cegah Tipikor di Sektor Desa

Kejaksaan Negeri Halmahera Selatan terutama di Bidang Intelijen dapat memonitor seluruh penggunaan Dana Desa dan Alokasi Dana Desa

DPW PKB Jateng Dukung Cak Imin Maju Pilpres 2024
Indonesia
DPW PKB Jateng Dukung Cak Imin Maju Pilpres 2024

Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Patai Persatuan Bangsa (PKB) Jawa Tengah memastikan mengusung Muhaimin Iskandar Cak Imin maju di Pilpres 2024. Keputusan tersebut dianggap sudah bulat dan berdasarkan usulan dari kader akar rumput.

Menteri Yaqut Janji Jemaah Haji Bisa Berangkat Tahun 2022
Indonesia
Menteri Yaqut Janji Jemaah Haji Bisa Berangkat Tahun 2022

Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas berharap pandemi segera selesai dan tahun depan haji bisa diselenggarakan dalam kondisi lebih baik

Operasi Pencarian Korban Sriwijaya Air Resmi Dihentikan
Indonesia
Operasi Pencarian Korban Sriwijaya Air Resmi Dihentikan

Ia mengapresiasi tim gabungan yang telah menjalankan upaya pencarian

KPK Pastikan Kawal Program Subsidi Gaji Pekerja Selama Pandemi COVID-19
Indonesia
KPK Pastikan Kawal Program Subsidi Gaji Pekerja Selama Pandemi COVID-19

Belum semua tenaga kerja terdata oleh BPJS Ketenagakerjaan

[HOAKS atau FAKTA] Jokowi Pakai Baju Baru untuk Lebaran di Solo
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA] Jokowi Pakai Baju Baru untuk Lebaran di Solo

“Baju baru broo….mau lebaran di solo….”

Wali Kota Tanjungbalai Segera Diadili
Indonesia
Wali Kota Tanjungbalai Segera Diadili

Tim penyidik KPK menyerahkan tersangka Wali Kota nonaktif Tanjungbalai M Syahrial dan barang bukti kepada tim jaksa penuntut umum (JPU).

Tawuran Antarkampung Pecah, Nodai Kesucian Momentum Lebaran
Indonesia
Tawuran Antarkampung Pecah, Nodai Kesucian Momentum Lebaran

Puluhan pemuda Desa Toseho mendatangi Desa Tului dengan membawa benda tajam

Satpol PP Solo Langsung Tutup Tempat Usaha Jika Melanggar Aturan PPKM Level 4
Indonesia
Satpol PP Solo Langsung Tutup Tempat Usaha Jika Melanggar Aturan PPKM Level 4

Tindakan tegas tersebut berupa penutupan langsung tempat usaha tanpa harus diberikan peringatan terlebih dulu.

Gunung Merapi Masih Erupsi, Pemda DIY Pulangkan 187 Pengungsi
Indonesia
Gunung Merapi Masih Erupsi, Pemda DIY Pulangkan 187 Pengungsi

Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) memulangkan sekitar 187 pengungsi Gunung Merapi ke desa mereka.