Pemprov DKI Siapkan Vaksinasi COVID-19 Bagi WNA, Ini Kriterianya Salah satu sentra vaksinasi massal di SCBD, Jakarta Selatan, Senin (28/6/2021). (ANTARA/Dewa Ketut Sudiarta Wiguna)

MerahPutih.com - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta melebarkan sasaran vaksinasi COVID-19 dalam menyelesaikan pandemi virus corona di ibu kota. Pemprov berniat akan melaksanakan vaksinasi bagi Warga Negara Asing (WNA).

"Ini kan baru diproses," ujar Wakil Gubernur DKI, Ahmad Riza Patria di Balai Kota DKI, Jakarta Pusat, pada Senin (28/6) malam.

Baca Juga

Wagub DKI: Vaksinasi di Jakarta Tembus 6 Juta Dosis

Tapi, kata Riza, ada kriteria khusus bagi WNA yang mendapatkan vaksin. Menurutnya, pemerintah tak bisa sembarangan memberikan vaksin ke WNA, semuanya ada mekanismenya.

Kemudian juga ada syarat-syarat yang perlu disiapkan WNA yang ingin mendapatkan vaksin. Tapi sejauh ini masih dalam pembahasan secara dalam.

"Kriteria WNA di atas 18 tahun yang bisa mendapatkan vaksin, apa guru, dosen tenaga pendidikan, diploma, lansia, tinggal dalam RT rentan," jelasnya.

Seorang dokter menyuntikkan vaksinasi COVID-19 kepada warga di Gerai Vaksin Presisi Polres Pelabuhan Tanjung Priok pada Senin (28/6/2021). (ANTARA/HO-Polres Pelabuhan Tanjung Priok)
Seorang dokter menyuntikkan vaksinasi COVID-19 kepada warga di Gerai Vaksin Presisi Polres Pelabuhan Tanjung Priok pada Senin (28/6/2021). (ANTARA/HO-Polres Pelabuhan Tanjung Priok)

Hingga saat ini, vaksinasi COVID-19 di DKI Jakarta sudah menembus 6 juta dosis. Dengan rincian, 4 juta dosis di tahap pertama dan dosis 2 nya ada sebanyak kurang lebih 2 juta orang.

"Vaksinasi di Jakarta angkanya sudah mencapai 5.9 hampir 6 juta dosis 1 dan dosis 2," ujar Wakil Gubernur (Wagub) DKI, Ahmad Riza Patria di Jakarta, Senin (28/6).

Sedangkan, jumlah kasus konfirmasi secara total di Jakarta sampai Senin (28/6) sebanyak 528.409 kasus. Total, orang dinyatakan telah sembuh sebanyak 457.935 dengan tingkat kesembuhan 86,7 persen.

Lalu, total pasien yang meninggal dunia mencapai 8.348 orang dengan tingkat kematian 1,6 persen. (Asp)

Baca Juga

COVID-19 Melonjak, TNI Kerahkan Tambahan Petugas Kesehatan dan Mobilisasi Warga Buat Vaksinasi

Penulis : Asropih Asropih
LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Pengiriman Paket Belanja Online di Indonesia Molor Jadi 3 Hari
Indonesia
Pengiriman Paket Belanja Online di Indonesia Molor Jadi 3 Hari

Dampak pandemi COVID-19 membuat pengiriman paket belanja online di Indonesia molor rata-rata menjadi 3 hari.

Napi Selamat Kebakaran Lapas Tangerang Dapat Trauma Healing
Indonesia
Grup STM Se-Jabodetabek Serukan Kerusuhan saat Setahun Jokowi-Ma'ruf
Indonesia
Grup STM Se-Jabodetabek Serukan Kerusuhan saat Setahun Jokowi-Ma'ruf

Polisi menyatakan bahwa grup Facebook STM se-Jabodetabek menyerukan kerusuhan di demonstrasi penolakan UU Omnibus Law Cipta Kerja.

BPIP Ingatkan Pentingnya Aktualisasi Nilai Ketuhanan dalam Setiap Tindakan
Indonesia
BPIP Ingatkan Pentingnya Aktualisasi Nilai Ketuhanan dalam Setiap Tindakan

Seruan mengamalkan nilai ketuhanan dalam nilai Pancasila bagi dalam setiap tindakan dianggap perlu terus digaungkan.

KPK Cecar Sekjen Underbow PDIP Soal Anggaran Proyek Bansos
Indonesia
KPK Cecar Sekjen Underbow PDIP Soal Anggaran Proyek Bansos

KPK rampung memeriksa staf ahli Menteri Sosial Restu Hapsari dalam kasus dugaan suap pengadaan bantuan sosial (bansos) COVID-19 untuk wilayah Jabodetabek.

Ini Kriteria Orang Mendapat Suntikan Vaksin COVID-19
Indonesia
Ini Kriteria Orang Mendapat Suntikan Vaksin COVID-19

Vaksin COVID-19 Sinovac yang lagi diuji coba di Bandung tidak bisa sembarangan disuntik pada semua orang.

8,6 Juta Warga Sudah Divaksin COVID-19
Indonesia
8,6 Juta Warga Sudah Divaksin COVID-19

Jumlah orang yang sudah menerima vaksinasi COVID-19 dosis pertama sampai hari ini, Minggu (4/4), telah mencapai 8,6 juta lebih.

KPK Telisik Penunjukan Tigapilar Agro Utama sebagai Vendor Bansos COVID-19
Indonesia
KPK Telisik Penunjukan Tigapilar Agro Utama sebagai Vendor Bansos COVID-19

Komisi Pemberantasan Korupsi rampung memeriksa staf PT Tigapilar Agro Utama, Imanuel Tarigan dalam kasus dugaan suap pengadaan bantuan sosial COVID-19.

KPK Kembali Terapkan WFH
Indonesia
KPK Kembali Terapkan WFH

Para pegawai diperkenankan bekerja selama delapan jam

Imigrasi: Adelin Lis Gunakan Paspor Atas Nama Hendro Leonardi
Indonesia
Imigrasi: Adelin Lis Gunakan Paspor Atas Nama Hendro Leonardi

Adelin tercatat memegang paspor Indonesia sebanyak empat kali.