Pemprov DKI Segel Bangunan Mewah di Menteng Pemprov DKI Jakarta rumah mewah di Jalan Lembang No. 7, Menteng, Jakarta Pusat, karena melanggar Izin Mendirikan Bangunan (IMB). Foto: Humas Pemprov DKI

MerahPutih.com - Pemprov DKI Jakarta kembali menyegel bangunan rumah yang termasuk dalam sub zona R.5 atau rumah mewah di Jalan Lembang No. 7, Menteng, Jakarta Pusat, karena kegiatan pelaksanaan bangunan yang melanggar Izin Mendirikan Bangunan (IMB).

Wali Kota Jakarta Pusat, Dhany Sukma menyebut, bangunan rumah tinggal tersebut sebelumnya juga pernah melanggar peraturan pada tahun 2020, lalu ditindak penyegelan, hingga pemilik bangunan menyanggupi pembongkaran sendiri atas pelanggaran pembangunan yang dilakukan dan menyesuaikan dengan izin yang ada, kemudian pemilik mengajukan permohonan pembukaan penyegelan pada Februari 2021.

Baca Juga

Ojol Berkerumun Beli Menu Baru BTS, McDonald's Stasiun Gambir Disegel

"Setelah penyegelan dibuka, tetap dilakukan pengawasan dan pemantauan atas pembangunan tersebut, dan ditemukan kembali pelanggaran ketentuan yang berlaku. Tepatnya, pada area basement. Sehingga, kami memutuskan untuk menyegel kembali," ujar Dhany.

Dhany menjelaskan kronologi penyegelan pembangunan rumah mewah tersebut. IMB terhadap pelaksanaan kegiatan bangunan rumah tinggal telah diterbitkan pada tanggal 23 Oktober 2018 untuk penggunaan bangunan sebagai rumah tinggal 2 lantai + 1 basement.

Pemprov DKI Jakarta kembali menyegel bangunan rumah yang termasuk dalam sub zona R.5 atau rumah mewah di Jalan Lembang No. 7, Menteng, Jakarta Pusat, karena kegiatan pelaksanaan bangunan yang melanggar Izin Mendirikan Bangunan (IMB).
Pemprov DKI Jakarta kembali menyegel bangunan rumah yang termasuk dalam sub zona R.5 atau rumah mewah di Jalan Lembang No. 7, Menteng, Jakarta Pusat, karena kegiatan pelaksanaan bangunan yang melanggar Izin Mendirikan Bangunan (IMB). Foto: Humas Pemprov DKI

Pelaksanaan kegiatan bangunan tersebut tidak sesuai izin yang diterbitkan dan ditemukan pelanggaran. Pelanggaran jarak bebas samping kiri, kanan, dan belakang.

"Penambahan lantai 3 di bagian belakang, penambahan luas basement seluas 328 meter persegi, di mana sesuai izin yang ada, luas basement adalah 198 meter persegi," jelas dia.

Suku Dinas Cipta Karya, Tata Ruang, dan Pertanahan (CKTRP) Kota Jakarta Pusat telah mengeluarkan sanksi berupa Surat Peringatan, Surat Segel, Surat Perintah Bongkar, hingga Rekomendasi Teknis Bongkar secara bertahap.

"Pascapenertiban terpadu, pemilik bangunan menyatakan akan melanjutkan pembongkaran sendiri," paparnya.

Pada 24 Februari 2021, Sudin CKTRP Kota Administrasi Jakarta Pusat telah mencabut papan segel pada bangunan tersebut.

Lalu menindak lanjuti arah Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan pada 9 Juni 2021 telah dilakukan pengawasan dan pemeriksaan kembali, dan ditemukan pelanggaran berupa area basement seluas 324,75 meter persegi.

Area basement yang menyalahi aturan tersebut harus diuruk dan disesuaikan dengan perizinan yang ada.

Dhany telah menugaskan Kepala Sudin CKTRP Jakarta Pusat untuk memerintahkan pemilik bangunan segera melakukan pengurukan secara permanen terhadap luasan area basement yang melanggar. (Asp)

Baca Juga

Cafe Caspar Sudirman Disegel dan Didenda Rp 50 Juta karena Langgar Prokes

Penulis : Asropih Asropih
LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Kapolda Metro Beri 'Ruang' Komnas HAM Investigasi Kematian Enam Pengawal Rizieq
Indonesia
Kapolda Metro Beri 'Ruang' Komnas HAM Investigasi Kematian Enam Pengawal Rizieq

Fadil memastikan, pihaknya akan memberikan fakta yang terjadi di lapangan

Ganjil Genap Dipertimbangkan untuk Diaktifkan Kembali
Indonesia
Ganjil Genap Dipertimbangkan untuk Diaktifkan Kembali

Perlunya pengaturan waktu operasional tempat kerja, pusat perbelanjaan, dan pusat kegiatan lainnya

Kenaikan Kasus COVID-19 Pasca-Libur Lebaran Capai 381 Persen
Indonesia
Kenaikan Kasus COVID-19 Pasca-Libur Lebaran Capai 381 Persen

Satuan Tugas (Satgas) Penanganan COVID-19 menyebut lonjakan kasus positif pasca-periode libur Idulfitri menunjukkan kenaikan hingga 381 persen.

Guru Besar FK UI dan Dokter Jalani Vaksinasi Tahap Ketiga di RSCM
Indonesia
Guru Besar FK UI dan Dokter Jalani Vaksinasi Tahap Ketiga di RSCM

Sebanyak 50 guru besar FKUI dan sejumlah dokter mendapatkan vaksinasi di RS tersebut.

Politisi DKI Minta Pemprov Evaluasi Penanggulangan Banjir
Indonesia
Politisi DKI Minta Pemprov Evaluasi Penanggulangan Banjir

Data Pemprov untuk waktu surut, berturut-turut adalah 6 hari (2002), 10 hari (2007), 7 hari (2013), 7 hari (2015), 4 hari (2020), dan 1 hari (2021).

Polisi Selidiki Motif Anak Akidi Tio Hendak Beri Sumbangan Sampai Rp 2 Triliun
Indonesia
Polisi Selidiki Motif Anak Akidi Tio Hendak Beri Sumbangan Sampai Rp 2 Triliun

Hasil klarifikasi dengan Bank Mandiri dana tidak cukup

DKI Jakarta Diperkirakan Diguyur Hujan Sepanjang Hari
Indonesia
DKI Jakarta Diperkirakan Diguyur Hujan Sepanjang Hari

Wilayah DKI Jakarta diperkirakan diguyur hujan dengan intensitas ringan hingga lebat sepanjang hari Kamis (25/2).

Ini Lima Daerah dengan Angka Kasus DBD Tertinggi 2021
Indonesia
Ini Lima Daerah dengan Angka Kasus DBD Tertinggi 2021

Sebanyak lima kota/kabupaten di Indonesia mendominasi angka kasus penyakit demam berdarah dengue (DBD) tertinggi pada pekan ke-25 Juni 2021.

Protokol Kesehatan Dilanggar, Mahfud MD Bakal Kumpulkan Kepala Daerah
Indonesia
Protokol Kesehatan Dilanggar, Mahfud MD Bakal Kumpulkan Kepala Daerah

Penerapan inpres akan berbeda di setiap daerah. Serta dilakukan sesuai dengan masing-masing zona daerah.

BW Duga Firli Bahuri Bohong Soal Minta BAP Kasus Walkot Tanjungbalai
Indonesia
BW Duga Firli Bahuri Bohong Soal Minta BAP Kasus Walkot Tanjungbalai

Bambang Widjojanto menduga Ketua KPK Firli Bahuri berbohong soal permintaan berita acara pemeriksaan (BAP) saksi kasus suap Wali Kota Tanjungbalai M Syahrial.