Pemprov DKI Pugar Masjid Jami Al-Mansur di Jakbar Sejumlah warga berjalan di komplek Masjid Jamik Keramat Luar Batang yang direvitalisasi di Penjaringan, Jakarta, Jumat (26/3/2021). ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra/foc.

MerahPutih.com - Pemprov DKI Jakarta bakal melakukan pemugaran Masjid Jami Al-Mansur yang terletak di Jalan Jembatan Lima, Tambora, Jakarta Barat. Pemugaran ini dilakukan karena masjid jami masuk dalam cagar budaya.

Dinas Kebudayaan (Disbud) DKI Jakarta dengan pertimbangan tim sidang pemugaran telah menerbitkan Surat Rekomendasi Pemugaran No. 4492/-1.853.15 tanggal 26 Juli 2021 kepada pihak Masjid Al-Mansur terkait pekerjaan revitalisasi arsitektural Masjid Jami Al-Mansur. Rencana pemugaran akan dilakukan pada 2021 ini.

"Penerbitan surat rekomendasi pemugaran sendiri merupakan bagian dari upaya pelindungan terhadap bangunan cagar gudaya, diduga cagar budaya, ataupun bangunan yang berada di kawasan pemugaran agar setiap proses pemugarannya tetap sesuai dengan kaidah-kaidah pelestarian," ucap Kepala Dinas Kebudayaan DKI Iwan Henry Wardhana.

Baca Juga:

Pemprov DKI Keluarkan Rekomendasi Pemugaran Sekolah Kolese Kanisius

Pelaksanaan pemugaran Masjid Jami Al-Mansur akan dirancang sebagai wisata religi baru DKI, bersamaan dengan Masjid Al-Alam Marunda, Masjid Jami Luar Batang, dan Gereja (GPIB) Immanuel Jakarta.

Masjid Jami Al-Mansur adalah bangunan cagar budaya yang telah ditetapkan dalam Keputusan Gubernur DKI Jakarta No 475 Tahun 1993 tentang penetapan bangunan bersejarah di Daerah Khusus Ibu Kota Jakarta sebagai benda cagar budaya, di mana ketika cagar budaya akan dipugar maka harus melalui proses sidang dengan tim sidang pemugaran DKI Jakarta.

Masjid Jami Al-Mansur dibangun pada 1717. Hal ini didasarkan atas inskripsi yang terdapat di menara masjid yang bertuliskan tahun 1330 H atau dibangun pada 1717 M. Masjid ini dibangun oleh Abdul Mihit atau Abdul Mukhit, putra Pangeran Cakrajaya dari Kerajaan Mataram Islam. Awalnya, masjid ini bernama Masjid Jami Kampung Sawah yang kemudian berubah nama, dengan mengambil nama Guru Mansur (1878-1967).

Guru Mansur memiliki nama lengkap Muhammad Manshur bin Imma Abdul Hamid yang merupakan piut atau canggah dari Abdul Mukhit. Penyebutan “Guru” bagi masyarakat Betawi diberikan kepada ulama yang diakui sebagai pakar dan kedalaman ilmu agamanya, sehingga diakui otoritasnya untuk mengeluarkan fatwa.

Guru Mansur sendiri juga merupakan salah satu pejuang kemerdekaan Indonesia. Pada 1925, Guru Mansur menentang keras pemerintahan Belanda yang saat itu akan membongkar Masjid Al-Makmur di Cikini. Banyak peristiwa penting bersejarah terjadi di masjid ini.

Kepala Dinas Kebudayaan Iwan Henry Wardhana. Foto: MP/Asropih
Kepala Dinas Kebudayaan Iwan Henry Wardhana. Foto: MP/Asropih

Masjid ini bukan saja berperan penting dalam kegiatan ibadah, namun juga menjadi tempat berlindung para pejuang kemerdekaan. Masjid ini pernah dijadikan markas para pejuang kemerdekaan. Peristiwa penting tersebut terjadi ketika baku tembak antar-pasukan pejuang kemerdekaan dengan tentara NICA yang masuk melalui Pelabuhan Sunda Kelapa.

Pada 4 Safar 1186 H, salah satu ulama besar berkunjung ke masjid ini, yaitu Muhammad Arsyad Al-Banjari yang saat itu baru pulang dari Mekkah dan singgah di Betawi. Beliau diminta untuk memperbaiki arah kiblat masjid ini. Pada 1937, Masjid Jami Al-Mansur dipugar dan diperluas pada periode Guru Mansur.

Perubahan nama masjid didasarkan untuk menghormati dan mengenang perjuangan Guru Mansur yang dilakukan pada 1967, setelah beliau wafat. Kemudian, pada 1980, Masjid Jami Al-Mansur ditetapkan sebagai cagar budaya.

Arsitektur bangunan Masjid Jami Al-Mansur memang tidak terlepas dari ciri-ciri berlanggam masjid Jawa. Memiliki denah empat persegi dengan atap tajug tumpeng tiga dan diakhiri dengan hiasan berupa mahkota yang merupakan beberapa ciri khas masjid berlanggam masjid Jawa. Masjid ini mempunyai satu menara yang berada di tenggara masjid. Pada ruang masjid terdapat ceruk kecil yang mengindikasikan arah kiblat ke Mekkah yang disebut mihrab.

Atap tajug tumpeng tiga menjadi unsur penting tidak hanya untuk menjadi pelindung hujan dan panas matahari, namun juga memiliki arti sebagai simbol dan identitas dari perkembangan arsitektur masjid pada masa itu. Atap disangga oleh pilar-pilar kayu. Di antara pilar-pilar kayu tersebut terdapat pilar utama/master yang dikenal sebagai sokoguru. Berdasarkan konsep kosmologi Jawa, atap tajug tumpeng tiga memiliki makna “Imam-Islam-Ihsan” seperti pada ajaran tiga pilar agama Islam. Dalam dimensi esoterik (lahir dan batin), atap tajug tumpeng tiga menyimbolkan “Syariat-Thariqat-Hakekat-Makrifat".

Baca Juga:

Pemprov DKI Terbitkan Rekomendasi Pemugaran Kantor Pos Pertama di Batavia

Rencananya, pemugaran atau revitalisasi terhadap bangunan Masjid Jami Al-Mansur akan ditata menjadi lebih baik. Tiga unsur utama pada situs, yaitu bangunan utama masjid, makam, dan minaret, akan diperlihatkan pada fasad terdepan. Hal ini agar masyarakat sekitar, jamaah, dan pengunjung dapat mengapresiasinya.

Bangunan masjid yang sekarang sisinya tertutup ini akan dirancang menjadi lebih terbuka dan mudah diakses, agar nilai masjid sebagai masjid komunitas tetap terjaga. Entrance atau pintu masuk utama masjid ini akan dikembalikan kepada bentuk awalnya ketika pertama kali masjid dibangun, yang diperkuat dengan pengelolaan fasad. Begitu pula dengan penambahan-penambahan fasilitas pendukung yang tetap mempertahankan zoning asli masjid. (Asp)

Baca Juga:

Pemprov DKI Terbitkan Rekomendasi Pemugaran Gereja Santo Yohanes Penginjil Kebayoran Baru

Penulis : Asropih Asropih
LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Antisipasi Banjir, Pemprov DKI Keruk Puluhan Kali Hingga Ribuan Saluran Penghubung
Indonesia
Antisipasi Banjir, Pemprov DKI Keruk Puluhan Kali Hingga Ribuan Saluran Penghubung

Di tahun 2021, target pembangunan drainase vertikal di ibu kota adalah 25.647 titik

Ketua Jokowi Mania Sebut Tuduhan Teroris kepada Munarman Sangat Menyesatkan
Indonesia
Ketua Jokowi Mania Sebut Tuduhan Teroris kepada Munarman Sangat Menyesatkan

Immanuel menyebut, tuduhan teroris yang disematkan kepada eks Sekretaris Umum FPI itu begitu menyesatkan.

Luhut Tegaskan Tingkat Kesembuhan COVID-19 di Indonesia Meningkat Banyak
Indonesia
Luhut Tegaskan Tingkat Kesembuhan COVID-19 di Indonesia Meningkat Banyak

Luhut yakin kasus COVID-19 di tanah air akan terkendali pada pekan depan

Gibran ke Prancis, Teguh Prakosa Jabat Plh Walikota Solo
Indonesia
Gibran ke Prancis, Teguh Prakosa Jabat Plh Walikota Solo

"Kami sudah tunjuk Plh Pak Teguh untuk menjadi Wali Kota Solo selama Wali Kota Gibran tugas ke luar negeri," ujar Dwi, Sabtu (4/6).

Keluyuran Usai PTM, Ratusan Siswa di Solo Terjaring Razia Satpol PP
Indonesia
Keluyuran Usai PTM, Ratusan Siswa di Solo Terjaring Razia Satpol PP

Satpol PP menjaring ratusan siswa yang kedapatan keluyuran usai mengikuti pembelajaran tatap muka (PTM), Rabu (17/11).

Pertumbuhan Kredit Bakal Capai 7 Persen di 2022
Indonesia
Pertumbuhan Kredit Bakal Capai 7 Persen di 2022

PT Bank Mandiri (Persero) Tbk mencatat kredit Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) tumbuh 20,3 persen pada September 2021 menjadi Rp 100,1 triliun.

Atlet Sepeda MTB Akan ke Eropa Setelah Sukses di SEA Games 2021
Indonesia
Atlet Sepeda MTB Akan ke Eropa Setelah Sukses di SEA Games 2021

Zainal Fanani mendapat medali emas dari nomor Men's Mountain Bike Cross-Country Olympic. Sedangkan Ihza Muhammad mendapat medali perak di nomor yang sama.

Kapolri Tinjau Langsung Vaksinasi Kelompok Pemuda di IPB Bogor
Indonesia
Kapolri Tinjau Langsung Vaksinasi Kelompok Pemuda di IPB Bogor

Butuh akselerasi dan kita harapkan dengan memanfaatkan hari kemerdekaan ini maka akselerasi vaksinasi bisa dilaksanakan

Irjen Napoleon Belum Digiring ke Lapas Cipinang, Ada Apa?
Indonesia
Irjen Napoleon Belum Digiring ke Lapas Cipinang, Ada Apa?

Kabareskrim Polri Komjen Agus Andrianto mengungkapkan, mengenai hal itu pihaknya terus berkoordinasi dengan MA terkait pemindahan lokasi penahanan Irjen Pol Napoleon.

Khofifah Minta Warga Jangan Selfie Ambil Foto Bencana
Indonesia
Khofifah Minta Warga Jangan Selfie Ambil Foto Bencana

"Daripada berselfie ria di lokasi bencana baiknya berempati dengan menghimpun dan menyalurkan bantuan atau mendoakan para korban bencana yang sampai saat ini ada yang masih hilang," kata Gubernur Jatim.