Pemprov DKI-PT KAI Sepakat Perkuat Kerjasama Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan usai peletakan batu pertama IPAL krukut, Karet Setiabudi, Jakarta Selatan, Minggu (8/12/2019). (ANTARA/Livia Kristianti)

Merahputih.com -- Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui PT MRT Jakarta (Perseroda) bersama PT Kereta Api Indonesia (Persero) menandatangani perjanjian Pokok Pembentukan Perusahaan dalam rangka Integrasi Transportasi Jabodetabek.

Hal ini sebagai langkah mempermudah dan peningkatan layanan trasportasi antar moda yang terintegrasi kepada masyarakat di wilayah Jabodetabek.

Baca Juga:

MRT Jakarta Alami Masalah, Ini Hasil Evaluasi PT MRT

Penandatanganan ini disaksikan secara langsung oleh Gubernur Provinsi DKI Jakarta, Anies Rasyid Baswedan, dan Wakil Menteri BUMN RI, Kartika Wirjoatmodjo, di Balairung Balaikota DKI Jakarta, Jakarta Pusat, Senin (9/12).

Anies mengapresiasi kolaborasi yang dilakukan oleh PT MRTJ dengan PT KAI melalui anak perusahaannya, yaitu PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) dan PT Railink (Railink).

Dengan terintegrasinya transportasi Jabodetabek ini, maka diharapkan masyarakat umum yang saat ini menggunakan kendaraan umum kereta api, sekitar 1,2 juta orang, dan kendaraan angkutan darat sekitar 980 ribu orang, nantinya akan bisa menikmati pengintegrasian transportasi sebagai satu kesatuan.

"Jutaan penduduk Jakarta akan bisa berpindah dari satu moda ke moda yang lain secara leluasa dan mudah," jelas. Anies.

Penandatanganan Perjanjian ini merupakan tindak lanjut arahan Presiden Joko Widodo dalam Rapat Terbatas Tanggal 8 Januari 2019, yang pada pokoknya memberikan arahan agar pengelolaan moda transportasi di Jakarta-Bogor-Depok-Tangerang-Bekasi (Jabodetabek) dapat dilakukan oleh satu otoritas, dalam hal ini Pemprov DKI Jakarta.

Mencoba moda transportasi baru, MRT Jakarta (Foto: MP/Rizki Fitrianto)

Di mana Pemprov DKI Jakarta akan memiliki kontrol pada struktur kepemilikan perusahaan yang akan mengelola moda transportasi tersebut.

"Ini bukan sekedar soal membangun Perumahan sekitar arena stasiun, tapi ingin mengubah seluruh mindset kita dalam menata kota. Dan ukuran keberhasilan hari ini, bukan pada kesepakatan nanti yang dibuat, tetapi ketika warga memilih meninggalkan kendaraan pribadi," ujar Anies.

Sejalan dengan arahan Presiden tersebut, Pemprov DKI Jakarta, melalui Peraturan Gubernur tentang penugasan PT MRT Jakarta (Perseroda) untuk pembentukan badan usaha patungan bidang perkeretaapian perkotaan DKI Jakarta, menunjuk PT MRT Jakarta sebagai Pihak dalam pelaksanaan pengelolaan moda trasportasi perkeretaapian Jabodetabek melalui Perjanjian ini.

Di mana bersama-sama dengan PT Kereta Api Indonesia akan membentuk Perusahaan Baru (New Co) sebagai joint venture vehicle integrasi transportasi Jadebotabek.

"Bisa dibayangkan bila pengguna kereta api dan angkutan darat dikombinasikan, keduanya sudah lebih dari 2 juta orang di Jakarta yang menggunakan kendaraan umum bila itu nanti terintegrasi 100 persen," ungkap Anies.

Baca Juga:

Sejarah Panjang MRT di Negara-negara Lain Sejak 1863

Direktur Utama PT KAI (Persero) Eddy Sukmoro berharal penandatanganan ini langsung bisa dilanjutkan dengan tindakan yang nyata mengingat angkutan (KAI) Jabodetabek per hari sudah mencapai 1,154,000 orang yang diangkut oleh KRL.

"Artinya ini kalau kita siapkan armadanya lebih-lebih, ini mereka tidak perlu lagi bawa mobil/motor. Jadi ini adalah kerja sama yang luar biasa dan baik," ucap Eddy seraya berharap kegiatan ini bisa ditiru wilayah lainnya. (Knu)


Tags Artikel Ini

Angga Yudha Pratama

LAINNYA DARI MERAH PUTIH