Pemprov DKI Perketat Izin Konser Cegah Peningkatan COVID-19 Penjabat (Pj) Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono. (Foto: Antara)

MerahPutih.com - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta bakal memperketat kegiatan konser yang mrnimbulkan keramaian di ibu kota, menyusul melonjaknya kasus COVID-19.

Pada Selasa (8/11) kemarin, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyebut kasus konfirmasi COVID-19 di Jakarta sudah memasuki level 3.

Baca Juga:

2 Tersangka Kasus Konser Berdendang Bergoyang Lolos dari Penahanan

Kasus konfirmasi mingguan di DKI kini mencapai 106,63 per 100.000 orang. Sementara itu, tren kasus perawatan mingguan di DKI Jakarta mencapai 6,59.

"Iya diperketat (kegiatan konser)," ucap Penjabat (Pj) Gubernur DKI Jakarta, Heru Budi Hartono di Jakarta, Kamis (10/11).

Heru melanjutkan, dirinya juga telah memerintahkan Kepala Dinas Pariwisata Ekonomi Kreatif (Disparekraf) DKI Jakarta Andhika Permata untuk tidak memberikan izin semua kegiatan konser.

Baca Juga:

30 Menit saja, Tiket Konser Sheila on 7 Ludes

"Kemarin saya minta kepada kepala dinas pariwisata untuk mengurangi perizinan, misalnya ruangannya cukup untuk 100, itu jangan 100 tetapi dikurangi jadi 60 atau 70," paparnya.

Seperti diketahui, teranyar acara musik Berdendang Bergoyang di Istora Senayan, Jakarta Pusat pada Sabtu (29/10) dipenuhi penonton.

Akibat membludaknya pengunjung, puluhan orang dilaporkan pingsan lantaran melebihi kapasitas. Selain korban pingsan, beberapa penonton mengalami luka-luka. Hal ini terjadi karena para pengunjung berdesak-desakan. (Asp)

Baca Juga:

Panitia Konser Berdendang Bergoyang Dijerat UU Karantina dan Pidana Kelalaian

Penulis : Asropih Asropih
LAINNYA DARI MERAH PUTIH
PDIP DKI Sebut Formula E Tidak Butuh Pawang Hujan
Indonesia
PDIP DKI Sebut Formula E Tidak Butuh Pawang Hujan

"Kalau bulan Juni kalau hitungan cuaca sudah musim panas. Enggak lah (enggak butuh) karena sudah musim panas," papar Gembong saat dihubungi awak media, Senin (21/3).

[HOAKS atau FAKTA]: Kaesang Tolak Tawaran Gabung Partai Demokrat
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Kaesang Tolak Tawaran Gabung Partai Demokrat

Sebuah akun Facebook “Doa Ibu” memposting video penolakan Kasang terhadap Demokrat.

Pengacara OC Kaligis Telah Bebas dari Lapas Sukamiskin
Indonesia
Pengacara OC Kaligis Telah Bebas dari Lapas Sukamiskin

OC Kaligis divonis 10 tahun penjara. Namun, MA memangkas hukuman OC Kaligis menjadi 7 tahun penjara.

Jabodetabek PPKM Level 1, Mayoritas Kegiatan Sudah Boleh 100 Persen
Indonesia
Jabodetabek PPKM Level 1, Mayoritas Kegiatan Sudah Boleh 100 Persen

Aturan yang berlaku selama penerapan PPKM level 1 merujuk Inmendagri Nomor 26 Tahun 2022.

Kandidat Capres Harus Punya Komitmen Rawat Kebhinekaan
Indonesia
Kandidat Capres Harus Punya Komitmen Rawat Kebhinekaan

Para kandidat calon presiden untuk Pilpres 2024 harus mempunyai komitmen untuk menjaga NKRI dan merawat kebhinekaan.

Rusia-Ukraina Lakukan Perundingan Tatap Muka di Turki, Terlihat Ada Abramovich
Dunia
Rusia-Ukraina Lakukan Perundingan Tatap Muka di Turki, Terlihat Ada Abramovich

Negosiator dari Rusia dan Ukraina pada Selasa (29/3), melakukan perundingan secara tatap muka di Istanbul, Turki.

Biden Ingin Ketahanan Pangan Menjadi Sorotan saat KTT G20
Indonesia
Biden Ingin Ketahanan Pangan Menjadi Sorotan saat KTT G20

Ketahanan pangan perlu menjadi sorotan saat KTT G20 2022, karena saat ini dunia menghadapi ancaman krisis pangan salah satunya akibat agresi Rusia di Ukrain

Jadwal Siaran Langsung Perempat Final Piala Dunia Hari Ini
Indonesia
Jadwal Siaran Langsung Perempat Final Piala Dunia Hari Ini

Jadwal perempat final dimulai hari ini, Jumat (09/12) dan Sabtu (10/12) dini hari WIB.

6 Tim Kepolisian Tangani Tragedi Kanjuruhan
Indonesia
6 Tim Kepolisian Tangani Tragedi Kanjuruhan

Tim DVI langsung melakukan proses identifikasi terhadap seluruh masyarakat yang menjadi korban dalam insiden tersebut.

Data Terkini Jumlah Korban Meninggal dan Luka di Tragedi Kanjuruhan
Indonesia
Data Terkini Jumlah Korban Meninggal dan Luka di Tragedi Kanjuruhan

"Yang saat ini masih perawatan sebanyak 26 pasien dan meninggal 125 jiwa.