Pemprov DKI: Penyebaran Virus Corona Bukan Terjadi di Pemukiman Kumuh Bantaran rel Tanah Abang paling sering dijamuri pemukiman kumuh.

MerahPutih.com - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta terus melakukan upaya langkah-langkah agar penyebaran penularan virus corona atau COVID-19 tak meluas di ibu kota.

Deputi Gubernur Bidang Pengendalian Kependudukan dan Pemukiman DKI, Suharti mengatakan saat ini pihaknya terus melakukan mitigasi agar penyebaran corona tak begitu masif.

Baca Juga

Ternyata, Satu Pasien Meninggal RSUD Solo Pagi Tadi Positif Corona

"Kita ingin memitigasi jangan sampai penularan terjadi ke yang lebih luas," kata Suharti di Jakarta, Jumat (13/3).

Suharti menyebut bahwa penyebaran corona di Jakarta terjadi bukan pada daerah pemukiman yang padat dan kumuh. Penyebaran virus itu terjadi lantaran orang berkontak fisik langsung dengan penderita.

"Kami juga temukan bahwa untuk saat ini, mudah-mudahan tidak terjadi sebaliknya, bahwa masih banyak terjadi di pemukiman yang bukan pemukiman kumuh," jelas dia.

Suasana pemukiman kumuh di bantaran anak Kali Ciliwung, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Jumat (25/11). (Foto: MerahPutih/Dery Ridwansah)
Suasana pemukiman kumuh di bantaran anak Kali Ciliwung, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Jumat (25/11). (Foto: MerahPutih/Dery Ridwansah)

Dengan begitu, lanjut dia, pihaknya akan gencar melakukan mitigasi di pemukiman padat penduduk. Menurut dia, bila Pemprov DKI tak melakukan upaya pencegahan bisa melonjak angka positif terjangkit virus mematikan itu.

"Akan lebih bahaya kalau masuk ke wilayah (pemukiman) padat penduduk, karena sirkulasi udara yang tidak bagus," paparnya.

Baca Juga

Sembuh, Pasien Corona 01 dan 03 di RSPI Pulang Hari Ini

Suharti menuturkan, sangat berbahaya jika seseorang yang sedang melakukan isolasi diri namun keadaan rumah tak mendukung maka hal itu justru membahayakan.

"penduduk yang dalam kondisi rumah yang tidak baik, tidak punya fasilitas di rumah untuk melakukan self quarantine (isolasi diri) dan sebagainya," tutupnya. (Asp)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Proses Hukum Banyak Kejanggalan dan Jauh dari Fakta, Novel Baswedan Putus Asa?
Indonesia
Proses Hukum Banyak Kejanggalan dan Jauh dari Fakta, Novel Baswedan Putus Asa?

Novel meyakini kedua terdakwa penyiraman air keras Rahmat Kadir Mahulette dan Ronny Bugis bukan pelaku sebenarnya.

Polisi Bongkar Sindikat Penjualan Hewan Langka Beromset Jutaan Rupiah
Indonesia
Polisi Bongkar Sindikat Penjualan Hewan Langka Beromset Jutaan Rupiah

"Ini berdasarkan laporan ada menjual hewan dilindungi melalui medsos kita lakukan penyelidikan berhasil amankan satu pelaku inisial YI," kata Yusri

Kedatangan Rizieq Shihab Bikin Sejumlah Ruas Jalan Macet Total
Indonesia
Kedatangan Rizieq Shihab Bikin Sejumlah Ruas Jalan Macet Total

Beberapa titik yang macet antara lain kondisi lalu lintas di sekitaran Jalan Petamburan, Jakarta Pusat dan tol menuju Bandara Soekarno-Hatta.

Resesi Ancam Indonesia, Pengusaha Sambut 12 Juta UMKM Dapat Modal Kerja
Indonesia
Resesi Ancam Indonesia, Pengusaha Sambut 12 Juta UMKM Dapat Modal Kerja

bantuan modal kerja bersifat hibah, yang tidak ada kewajiban mengembalikan, tidak dipergunakan untuk konsumtif keperluan pribadi atau rumah tangga.

Pembangunan Blok VI Pasar Senen Dilengkapi Hunian 32 Lantai
Indonesia
Pembangunan Blok VI Pasar Senen Dilengkapi Hunian 32 Lantai

Luas lokasi pasar yang akan dibangun sekitar 14.860 meter persegi.

Lebih dari 800 Orang Jadi Relawan Cadangan Vaksin COVID-19 di Bandung
Indonesia
Lebih dari 800 Orang Jadi Relawan Cadangan Vaksin COVID-19 di Bandung

Jumlah relawan yang telah menjalani penyuntikan sebanyak 248

[HOAKS atau FAKTA]: Warga Bakri Bantaeng Sulsel Tutup Jalan karena Kecewa dengan Pemerintah
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Warga Bakri Bantaeng Sulsel Tutup Jalan karena Kecewa dengan Pemerintah

Puluhan warga yang menutup jalan merupakan korban banjir bandang.

Tim Khusus Penindakan Protokol Kesehatan Diturunkan Tertibkan Warga tak Pakai Masker
Indonesia
Tim Khusus Penindakan Protokol Kesehatan Diturunkan Tertibkan Warga tak Pakai Masker

Menurut Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Heru Novianto, tim khusus ini untuk mengendalikan masyarakat agar tertib protokol kesehatan.

PSBB Segera Berakhir, Pemprov DKI Godok Peraturan Pembukaan Tempat Hiburan
Indonesia
PSBB Segera Berakhir, Pemprov DKI Godok Peraturan Pembukaan Tempat Hiburan

Ia menjelaskan, penyusunan itu dibahas bersama seluruh pelaku usaha dan Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI.

Jokowi Minta Pengadaan Vaksin Dilakukan dengan Hati-hati
Indonesia
Jokowi Minta Pengadaan Vaksin Dilakukan dengan Hati-hati

Pemerintah menyatakan bahwa masih terjadi penularan virus corona di masyarakat yang menyebabkan jumlah kasus COVID-19 terus bertambah.