Pemprov DKI Luruskan Polres Jakarta Utara Tak Ditutup Gegara COVID-19 Kepala Disnakertrans DKI Jakarta Andri Yansyah. (Foto: MP/Asropih)

MerahPutih.com - Pemprov DKI Jakarta melalui Dinas Ketenaga Kejaan, Transmigrasi, dan Energi (Disnakertrans) meluruskan bahwa Polres Jakarta Utara tidak termasuk kantor yang ditutup lantaran ada kasus corona.

Berdasarkan data yang diumumkan Disnakertrans Rabu (5/8) kemarin, ada sebanyak 26 kantor yang ditutup sementara, salah satunya Polres Jakarta Utara. Tiga lainnya ditutup karena melanggar protokol kesehatan.

Baca Juga:

Satu Pegawai Positif COVID-19, PN Jakarta Barat Ditutup Sementara

Kepala Disnakertrans DKI Jakarta Andri Yansyah menuturkan, terjadi kesalahan administrasi dari pihaknya yang menyebut 26 kantor ditutup dan Polres Jakpus tidak termasuk dalam daftar penutupan kantor sementara. Data pun salah, bukan 29 kantor yang ditutup, tapi ada 31 perusahaan.

Polres Jakut tidak ditutup karena pada kenyataanya tak ada pegawai di kantor polisi itu terpapar corona

"Polres Jakarta Utara tidak termasuk. Dari 31 kantor itu, 24 kantor ditutup sementara karena ada laporan kasus positif COVID-19, sedangkan 7 kantor lainnya ditutup sementara karena melanggar protokol kesehatan COVID-19," jelas Andri.

Petugas menyemprotkan cairan disinfektan di ruang sidang paripurna DPRD DKI Jakarta, Rabu (29/7/2020). Penyemprotan tersebut bertujuan untuk menekan penularan COVID-19 di lingkungan perkantoran dan pemerintahan. Sebelumnya, seluruh gedung DPRD DKI Jakarta dinyatakan ditutup sementara dan direncanakan beroperasi kembali pada Senin (3/8) mendatang, terkait dengan adanya salah satu anggota DPRD dan karyawan yang terpapar COVID-19. ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga/hp.
Petugas menyemprotkan cairan disinfektan di ruang sidang paripurna DPRD DKI Jakarta, Rabu (29/7/2020). Penyemprotan tersebut bertujuan untuk menekan penularan COVID-19 di lingkungan perkantoran dan pemerintahan. Sebelumnya, seluruh gedung DPRD DKI Jakarta dinyatakan ditutup sementara dan direncanakan beroperasi kembali pada Senin (3/8) mendatang, terkait dengan adanya salah satu anggota DPRD dan karyawan yang terpapar COVID-19. ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga/hp.

Andri mengimbau agar seluruh perusahaan dan perkantoran di DKI dapat melakukan hal serupa, yaitu melaporkan jika terdapat kasus positif COVID-19 di tempatnya bekerja, sehingga dapat dilakukan tindakan pencegahan penyebaran virus corona.

"Penutupan karena kasus positif COVID-19 ini tidak berarti dilakukan pada seluruh gedung perkantoran. Namun, hanya pada area yang ditemukan pegawai terjangkit COVID-19. Kecuali, kasus positif COVID-19 di perkantoran tersebut terjadi secara massif. Penutupannya juga hanya 3 hari, untuk dilakukan disinfeksi pada area tersebut," terangnya.

Baca Juga:

Karyawannya Positif COVID-19, 26 Perusahaan Ditutup Sementara

Berikut 24 perkantoran yang ditutup sementara karena kasus COVID-19:

A. Jakarta Pusat

1. PT. Indosat

2. Wisma BSG Adbul Muis (Kementerian Perhubungan Dirjen Perhubungan Laut)

3. Kimia Farma Budi Utomo

4. BRI KCU Tanah Abang

5. PT. Link TONE Indonesia (Gedung I News/ Oke Zone)

6. PT. Meindo Elang Indah

7. Pusat Pengelolaan Komplek Kematoran (PPKK) Kementerian Seketariat Negara

8. PT. Pegadaian

B. Jakarta Barat

1. Kantin Wali Kota Jakarta Barat

2. PTSP Jakarta Barat


C. Jakarta Utara

1. BCA Multi Finance Kepala Gading

2. Kecamatan Koja

3. PT. Dunia Expedisi Transindo

4. PT. Astra Daihatsu Moto


D. Jakarta Timur

1. PT. Yamaha

2. PT. Puninar

3. TIP TOP Rawamangun

4. PT. Mitsubishi Krama Yudha Motor

5. PT. PP Konstruksi

6. BPKP

7. Suzuki Finance


E. Jakarta Selatan

1. BNI Life Smesco

2. PT. BCA SCBD

3. KEB Hana Bank


Adapun ada 7 perusahaan yang ditutup karena tidak menjalankan protokol kesehatan pencegahan COVID-19:

A. Jakarta Pusat

1. Proyek Graha Pertamina

B. Jakarta Barat

1. PT. FAP AGRI

C. Jakarta Timur

1. PT. Wintard Jaya

D. Jakarta Selatan

1. PT. Daeyong Comunication Indonesia

2. PT. Telematic Multisystem

3. PT. Kronus Indonesia

4. PT. Asiapay Technology Indonesia. (Asp)

Baca Juga:

Gedung DPRD Ditutup, Rapat Pembahasan Reklamasi Ancol Batal



Zulfikar Sy

LAINNYA DARI MERAH PUTIH