Pemprov DKI Lanjutkan Pembangunan LRT Fase II Pakai Rute Baru LRT Jakarta. Foto:@lrtjakarta

Merahputih.com - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui akan terus melanjutkan pembangunan proyek fase II kereta Lintas Rel Terpadu (LRT).

Kepala Dishub DKI Syafrin Liputo mengatakan, pembangunan LRT itu dilakukan semata-mata untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dalam menghadirkan transportasi massal dalam beraktifitas sehari-hari.

Baca Juga:

Penambahan Anggaran untuk Pembangunan LRT Dinilai Berpotensi Langgar Aturah

"Tetap lajut (pembangunan LRT). Kan kebutuhan untuk angkutan umum massal sangat tinggi," kata Syafrin di Balai Kota DKI, Jakarta Pusat, Rabu (5/2).

Hanya saja dalam pembangunan LRT ini Pemprov DKI membuat rute anternatif lain bukan lagi Pulogadung-Kebayoran Lama. Sebab, rute itu berhimpitan dengan proyek MRT koridor Timur-Barat rute Cikarang-Ujung Menteng-Kalideres-Balaraja.

"Nah sekarang begitu ada informasi dari Kementerian untuk dicari rute atau alternatif lain," papar dia.

Pekerja menyelesaikan pekerjaan pembangunan proyek Light Rail Transit (LRT) Jabodebek lintas pelayanan dua Cawang-Dukuh Atas di Jakarta, Rabu (10/7/2019). ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/ama. (ANTARA FOTO/MUHAMMAD ADIMAJA)
Pekerja menyelesaikan pekerjaan pembangunan proyek Light Rail Transit (LRT) Jabodebek lintas pelayanan dua Cawang-Dukuh Atas di Jakarta, Rabu (10/7/2019). ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/ama. (ANTARA FOTO/MUHAMMAD ADIMAJAD

Untuk pengganti jalur Pologadung-Kebayoran Lama koridor Timur-Barat, Pemprov masih melakukan pengkajian.

"Sedang kami kaji. kami memang mengusulkan Pulogadung dan ada himpitan dengan MRT sepanjang 14 kilometer," jelasnya.

Sebelumnya, Pemerintah Pusat membatalkan rencana Dishub DKI Jakarta untuk membangun kereta LRT fase 2 rute Pulogadung-Kebayoran Lama.

Pasalnya, rute LRT Pulogadung-Kebayoran Lama tumpang tindih dengan proyek MRT koridor Timur-Barat rute Cikarang-Ujung Menteng-Kalideres-Balaraja.

Baca Juga:

PT Jakpro: Akhir Bulan Ini LRT Jakarta Beroperasi

Selain itu, rencana pembangunan LRT Fase 2 tersebut tidak sesuai dengan Peraturan Daerah Nomor 1 Tahun 2012 Tentang Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Jakarta Tahun 2030. Kemudian, tak ada nomenklatur rencana pembangunan LRT dalam peta rencana struktur ruang.

"Ini kesalahan fatal. Bagaimana bisa perencanaan tanpa sesuai RTRW dan nomenklatur. Rencana pembangunan LRT Ini berarti dibuat tanpa perencanaan yang matang dan kajian aturan yang ada dari pemerintah pusat," kata Anggota Komisi B DPRD DKI Gilbert Simanjuntak di Jakarta, Selasa (4/2). (Asp)

Kredit : asropih

Tags Artikel Ini

Angga Yudha Pratama

LAINNYA DARI MERAH PUTIH