Pemprov DKI Klaim Jalur Sepeda Tak Mendapatkan Penolakan dari Warga Jalur sepeda di Balaii Kota. Foto: MP/Asropih

MerahPutih.com - Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta, Syafrin Liputo menegaskan bahwa tidak ada gelombang penolakan dari masyarakat terkait pembuatan jalur khusus sepeda di 17 ruas Ibu Kota.

Justru, sambung Syafrin, warga DKI khususnya pencinta sepeda mengapresiasi gagasan membangun jalur khusus sepeda ini.

Baca Juga

Mulai 20 November, Motor Masuk Jalur Sepeda Kena Tilang

"Oh tidak ada (penolakan) justru banyak yang support ini, karena banyak juga yang penggiat sepeda atau yang hobi sepeda, selama ini akhirnya niatnya mereka urungkan karena tidak tersedianya fasilitas jalur sepeda yang sifatnya menerus, tidak smooth hanya penggal penggal saja," kata Syafrin saat dihubungi, Minggu (29/9).

Saat ini, Syafrin mengungkapkan, pihaknya telah melakukan pertemuan dengan berbagai elemen masyarakat untuk meminta masukan dari mereka terkait program ini.

Jalur sepeda. Foto: MP/Asropih
Jalur sepeda. Foto: MP/Asropih

"Terakhir hari jumat saya bertemu dengan beberapa elemen masyarakat, jadi rata-rata mendukung terhadap program ini dan memberikan apresiasi kepada Pemprov DKI Jakarta," jelas Syafrin.

Baca Juga

Denda Tilang Pelanggar Jalur Sepeda DKI Rp500 Ribu, Ini Dasar Hukumnya

Menurut dia, tujuan utama Pemprov DKI memfasilitasi pesepeda dan pejalan kaki merupakan meningkat minat warga menggunakan moda transportasi umum.

Disini sepeda bisa sebagai angkutan feeder atau penghubung antar transportasi massal. Idealnya, bersepeda mulai dari 0 Kilometer (Km) hingga 10 Km, saat sudah mencapai jarak ideal para pesepeda tersebut bisa melanjutkan perjalanan menggunakan kendaraan umum.

"Nah pararel dengan itu kita akan siapkan peningkatan kapasitas publik transportnya angkutan umum massal, seperti Transjakarta ini sedang kita siapkan, juga sistem angkutan umum lainnya, sekarang sudah ada apakah itu MRT, nanti juga akan disusul dengan operasional LRT," tuturnya.

Pemprov DKI saat kini sedang berusaha merubah pola pikir masyarakat bahwa pesepeda dan pejalan kaki adalah kasta yang lebih tinggi dari pengguna kendaraan bermotor.

Baca Juga

5 Hal yang Harus Diperhatikan Pemprov DKI Ketika Buat Jalur Sepeda

"Mulai sekarang paradigma berpikir penanganan transportasi Jakarta kan sudah dirubah oleh pak Gubernur, jadi prioritas yang moda transportasi yang dimiliki setiap orang itu yang difasilitasi, tentu pertama pejalan kaki kan, semua orang punya itu, trotoar di Jakarta langsung direvitalisasi kita lihat, yang kedua ramah lingkungan atau non moto race transport ini kita dorong tentunya adalah jalur sepeda," tutupnya (Asp)

Kredit : asropih

Tags Artikel Ini

Andika Pratama

LAINNYA DARI MERAH PUTIH