Pemprov DKI Klaim Angka Pengangguran di Jakarta Turun 0,21 Persen Sejumlah pencari kerja memadati arena Job Fair Makassar Career Day di Makassar, Sulawesi Selatan, Rabu (26/4). ANTARA FOTO/Abriawan Abhe

MerahPutih.com - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mengklaim Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) DKI tercatat mengalami penurunan sebesar 0,21 persen.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) DKI, pada Februari 2019 TPT sebesar 5,13 persen, atau turun jika dibandingkan pada Februari 2018 yaitu sebesar 5,34 persen.

"Jumlah pengangguran berkurang sebanyak 10,53 ribu orang, semula dari 290,12 ribu orang pada Februari 2018, berkurang menjadi 279,59 ribu orang pada Februari 2019," kata Asisten Perekonomian dan Keuangan Setda Provinsi DKI Jakarta, Sri Haryati di Jakarta, Jumat (10/5).

Asisten Perekonomian dan Keuangan Setda Provinsi DKI Jakarta, Sri Haryati
Asisten Perekonomian dan Keuangan Setda Provinsi DKI Jakarta, Sri Haryati

Sri mengatakan angka ini menunjukkan tren pencapaian TPT terbaik selama sepuluh tahun terakhir. Hal ini disebabkan kinerja di sektor-sektor perekonomian meningkat.

"Kami bisa menurunkan angka pengangguran hingga 10.530 orang. Ada target lima tahunan tapi tidak langsung ke tingkat pengangguran, tetapi ke pencapaian penyaluran tenaga kerjanya dengan target pencapaian tahun ini 21.000 orang," terangnya.

Sementara itu, berdasarkan data BPS jumlah penduduk yang bekerja pada Februari 2019 sebesar 5.167,92 ribu orang, atau mengalami peningkatan sebesar 28,85 ribu orang dari Februari 2018 yang hanya 5.139,08 ribu orang.

Pemprov DKI melalui Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi DKI Jakarta berupaya menyelesaikan permasalahan pengangguran dengan cara memfasilitasi perluasan kerja dan kesempatan kerja.

Lebih lanjut, kata dia, pada tahun 2018 Disnakertrans DKI Jakarta telah melakukan berbagai kegiatan sebagai upaya mengurangi jumlah pengangguran di DKI Jakarta.

"Melaksanakan pelatihan para pencari kerja di 7 Pusat Pelatihan Kerja Daerah (PPKD) dengan jumlah peserta pelatihan 12.702 orang dari 23 kejuruan," jelasnya.

Kemudian, mengoptimalkan peran serta Bursa Kerja Khusus di tingkat SMK dan Universitas dalam rangka mendorong penempatan calon tenaga kerja yang baru lulus, sehingga dapat menyelesaikan permasalahan pengangguran friksional.

"Friksional yaitu pengangguran yang sifatnya sementara, terjadi karena adanya lulusan baru, dipecat atau orang yang berganti pekerjaan," tuturnya.

Pempro DKI juga mendorong peran serta Lembaga Penempatan Tenaga Kerja Swasta (LPTKS), Pelaksana Penempatan Tenaga Kerja Indonesia Swasta (PPTKIS), dan Pelaksana Penempatan Tenaga Kerja Penyandang Cacat dalam memfasilitasi penyediaan tenaga kerja dan penyaluran tenaga kerja untuk dapat menyelesaikan permasalahan pengangguran friksional dan pengangguran struktural.

"Pada tahun 2018, Disnakertrans yang awalanya menargetkan penempatan tenaga kerja sebanyak 21.000 orang yang terdiri dari pencari kerja baru dan pencari kerja yang sudah pernah berkerja, berhasil menempatkan sebanyak 24.042 orang untuk bekerja," ungkapnya.

Pencari kerja. Foto: ANTARA

Setelah itu, lanjutnya Pemprov DKI, menyelenggarakan Job Fair di 5 Wilayah Kota Administrasi sebanyak 15 kali untuk dapat mengentaskan pengangguran friksional dan pengangguran musiman.

"Membina dan melatih para pencari kerja untuk membangun wirausaha baru yang dilakukan oleh Disnakertrans di 5 wilayah kota. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Disnakertrans sudah melatih sebanyak 1.037 wirausaha baru," tutupnya. (Asp)

Kredit : asropih

Tags Artikel Ini

Andika Pratama

LAINNYA DARI MERAH PUTIH