Pemprov DKI Jelaskan Sumber Honor Denny Indrayana Tangani Sengketa Lahan BMW Denny Indrayana

MerahPutih.com - Kepala Biro Hukum DKI Jakarta Yayan Yuhanah menjelaskan sumber dana yang dikelurkan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menggunakan Denny Indrayana menjadi kuasa hukum menangani kasus sengketa lahan Taman Bersih, Manusiawi, dan Wibawa (BMW) di Jakarta Utara.

Yayan menyebut honor yang digelontorkan untuk Denny merupakan anggaran biaya tenaga ahli. Ia pun tak mau membocorkan berapa jumlah dana yang dikucurkan untuk jasa advokat Denny. Menurut dia hal itu tak elok untuk dikonsumsi publik.

Kepala Biro Hukum DKI Jakarta, Yayan Yuhanah
Kepala Biro Hukum DKI Jakarta, Yayan Yuhanah

"Biaya tenaga ahli dari penanganan perkara," kata Yayan saat dihubungi wartawan, Kamis (4/7).

BACA JUGA: Tunjuk Denny Indrayana, Anies Enggak Percaya Bawahannya

"Itu mah enggak etis kalau dikasih ke media. Enggak boleh kalau masalah uang mah diitukan (diberitahukan) ke media," sambungnya.

Yayan juga mengaku pihaknya pernah menggunakan jasa advokat Denny Indrayana sebagai tim kuasa hukum sebelum ditunjuk untuk menangani sengketa lahan stadion BMW.

"Sebelumnya kita juga kan pernah pake (jasa Denny) juga," jelas Yayan

Namun, Yayan menuturkan, Denny sebelumnya bukan diberi tugas untuk menangani perkara di pengadilan. Pihaknya hanya meminta masukan Denny mengenai kajian yang dilakukan Biro Hukum DKI.

"Tapi kita yang enggak perkara, kayak semacam kajian. Kita minta info, kita minta masukan," jelas Yayan.

Yayan pun menjelaskan alasan Biro Hukum menunjuk Denny karena rekam jejak di dibidang hukum. Ia juga dinilai ahli di bidang hukum tata negara.

Denny Indrayana saat jadi anggota tim hukum pasangan Prabowo-Sandiaga (MP/Ponco Sulaksono)
Denny Indrayana

BACA JUGA: Reaksi Biro Hukum Pemprov DKI Tahu Bosnya Tunjuk Denny Indrayana

Mengingat Denny pernah menjadi Wakil Menteri Hukum dan HAM (Menkumham) era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Denny juga merupakan seorang ahli dalam bidang hukum tata negara.

"Itu kan kaitannya dengan perizinan-perizinan, dengan segala macam, ya lebih kapabel (mampu) lah di bidangnya itu, karena itu kan TUN ya, proses-proses tata usaha negara. Jadi, kita ambil Pak Denny," tutupnya. (Asp)

Kredit : asropih

Tags Artikel Ini

Andika Pratama

LAINNYA DARI MERAH PUTIH