Pemprov DKI Izinkan Bukber Puasa 2021 di Restoran Ilustrasi. (Foto: MP/ Rizki Fitrianto)

MerahPutih.com - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta tak tutup kemungkinan memberikan lampu hijau kepada masyarakat dalam melaksanakan kegiatan buka bersama (bukber) di rumah makan saat bulan suci Ramadan 2021.

Hanya saja, pihak restoran dan warga wajib menaati protokol kesehatan pencegahan COVID-19. Hal ini sangat penting guna memutus mata rantai penyebaran virus corona dalam acara bukber itu.

"Semua kan dimungkinkan kegiatan resepsi pernikahan, seminar, semua diperbolehkan, namun demikian patuh dan taat pada prokes," ujar Wakil Gubernur (Wagub) DKI Jakarta Ahmad Riza Patria di Jakarta, Rabu (7/4).

Baca Juga:

Pemkot Solo Izinkan Salat Tarawih dan Bukber Selama Ramadan

Politikus Gerindra ini menyampaikan, pada kenyataannya kegiatan yang sebelumnya dilarang beroperasi kini sudah mendapatkan diizinkan, tapi dengan aturan yang dibatasi.

"Kan ada batasannya sudah diatur, gedung tempat ada batasannya. Sejauh memenuhi kapasitas yang diatur kan dibolehkan," urainya.

Dokumentasi. Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria di Balai Kota DKI Jakarta, Senin (28/12/2020). (ANTARA/Livia Kristianti)
Dokumentasi. Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria di Balai Kota DKI Jakarta, Senin (28/12/2020). (ANTARA/Livia Kristianti)

Lanjut Riza, Pemerintah DKI juga tak melarang warga untuk beribadah salat tarawih dan salat Idulfitri berjamaah di luar rumah.

Baca Juga:

Selama Ramadan, Pemkab Sleman Gelar Vaksinasi COVID-19 ke Pemuka Agama

Intinya, ucap Ketua DPD Gerindra DKI ini, semua unsur untuk tidak abai dalam melaksanakan protokol kesehatan.

"Kegiatan seminar kan boleh, workshop boleh, iya kan? Tarawih boleh tapi kan taat dengan prokes," tutup Riza. (Asp)

Baca Juga:

Puasa Sebentar Lagi, Atur Asupan Makanan Pedas Sepanjang Ramadan

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Bioskop Mau Dibuka, PAN Ingatkan Anies Jangan Cuma Pikir Keuntungan Bisnis
Indonesia
Bioskop Mau Dibuka, PAN Ingatkan Anies Jangan Cuma Pikir Keuntungan Bisnis

Apalagi kondisi penyebaran COVID-19 di DKI sampai saat ini masih tinggi

Klinik di Jakarta Layani Swab Test, Harganya Rp750 Ribu
Indonesia
Klinik di Jakarta Layani Swab Test, Harganya Rp750 Ribu

"Ada (tes corona). Untuk tes swabnya diharga 750.000. Di sini gak ada rapid test, adanya swab test. Bukan pengambilan darah," ucap petugas Klinik Venosa.

[HOAKS atau FAKTA] Anggota FPI Ngamuk di Kantor Pegadaian Solo
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA] Anggota FPI Ngamuk di Kantor Pegadaian Solo

Akun Facebook Arry Jumbo mengunggah tangkapan layar foto dan video yang diikuti klaim bahwa anggota FPI melakukan kerusuhan di kantor Pegadaian Solo.

Polresta Digugat Gegara Amankan Mahasiswa, Gibran Tak Mau Ikut Campur
Indonesia
Polresta Digugat Gegara Amankan Mahasiswa, Gibran Tak Mau Ikut Campur

Ketua Yayasan Mega Bintang Solo 1997 Boyamin Saiman mengatakan, apa yang menimpa Arkham potensi menimbulkan trauma.

Editor Metro TV Butuh 8 Menit Beli Pisau Sebelum Bunuh Diri
Indonesia
Ketua DPR Minta Semua Kekuatan SAR Berkoordinasi untuk Bencana NTT
Indonesia
Ketua DPR Minta Semua Kekuatan SAR Berkoordinasi untuk Bencana NTT

Ketua DPR menyampaikan duka mendalam atas peristiwa musibah bencana banjir bandang yang terjadi di sejumlah wilayah di NTT.

Pimpinan DPRD DKI Soroti Klaster Baru Usai Libur Panjang
Indonesia
Pimpinan DPRD DKI Soroti Klaster Baru Usai Libur Panjang

Penambahan itu terjadi akibat libur panjang akhir pekan pada 16-22 Agustus 2020 lalu.

Sisa Waktu 2 Bulan, PSI Minta Anies Tak Menunda-nunda Pembahasan Anggaran 2021
Indonesia
Sisa Waktu 2 Bulan, PSI Minta Anies Tak Menunda-nunda Pembahasan Anggaran 2021

Pembahasan anggaran tersebut sudah terlambat hampir 3 bulan dari jadwal.

Jerat 2 Anak Buah Jokowi, KPK Dinilai Masih Punya Gigi
Indonesia
Jerat 2 Anak Buah Jokowi, KPK Dinilai Masih Punya Gigi

"Ya kami mendukung penuh langkah KPK, itu menunjukkan bahwa KPK masih memiliki gigi," kata Benny

Pemprov DKI Tetap Ngotot Larang Warga Mudik Idulfitri 2021
Indonesia
Pemprov DKI Tetap Ngotot Larang Warga Mudik Idulfitri 2021

Jika DKI mengundurkan penanggulangan COVID-19 dikhawatirkan kasus corona "menggila" sehingga menyebar luas.