Pemprov DKI Integrasikan Stasiun MRT Asean dengan Transjakarta Koridor 1 dan 13 Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan melakukan pencanangan pembangunan fasilitas integrasi Halte Transjakarta CSW dan Stasiun MRT Asean. (Foto: MP/Asropih Opih)

MerahPutih.com - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan melakukan pencanangan pembangunan fasilitas integrasi Halte Transjakarta CSW dan Stasiun MRT Asean di simpang Centrale Stichting Wederopbouw (CSW), Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

Fasilitas integrasi yang disebut Cakra Selaras Wahana ini nantinya mengintegrasikan koridor 1 dan 13 Transjakarta dengan MRT Jakarta.

Baca Juga:

Warga Diizinkan Ngungsi di Halte Transjakarta sampai Rumah Bisa Ditempati Kembali

Anies mengatakan, integrasi antarmoda harus menjadi kata kunci dalam menjawab setiap tantangan pembangunan sarana transportasi publik.

Anies melanjutkan, Halte Transjakarta CSW dan Stasiun MRT Asean dapat menjadi pelajaran agar pembangunan tidak boleh berjalan masing-masing, melainkan sebagai satu kesatuan, apalagi BRT dan MRT merupakan BUMD yang berkoordinasi dan berkolaborasi bersama dengan Pemprov DKI.

"Tempat ini insyaallah nanti menjadi sejarah, artinya tidak lagi seperti ini, tetapi menjadi satu kesatuan. Ketika ini sudah terintegrasi, maka mind set warga Jakarta akan sudah mulai berubah. Karena menyadari bahwa kendaraan umum itu bukan satu moda. Tetapi kendaraan umum itu adalah seluruh moda," jelasnya.

Bus Zhong Tong yang beroperasi di koridor 1 jurusan Blok M- Kota melintasi Halte Bundaran HI, Jumat (18/10/2019). (ANTARA/Livia Kristianti)
Bus Zhong Tong yang beroperasi di koridor 1 jurusan Blok M- Kota melintasi Halte Bundaran HI, Jumat (18/10/2019). (ANTARA/Livia Kristianti)

Perlu diketahui, integrasi antarmoda transportasi umum massal ini dalam bentuk hub, dengan tujuan utama menghubungkan tiga halte Transjakarta yaitu halte CSW - Koridor 13 yang sudah ada, dan dua halte yang rencananya akan dibangun pada koridor 1 Blok M - Kota, dan halte Non BRT dengan stasiun MRT.

Selain itu, fasilitas integrasi juga akan memberikan kenyamanan pengguna transportasi publik karena dalam konsep ini tersedia area komersial seperti toilet, musala, akses difabel berupa lift, dan akses escalator untuk umum.

Baca Juga:

Transjakarta Beroperasi 24 Jam di Seluruh Koridor saat Malam Tahun Baru

Adapun pembangunan jembatan penghubung BRT Transjakarta dan MRT untuk mengintegrasikan antarmoda di Halte CSW Transjakarta dan Stasiun MRT ASEAN akan dimulai akhir Januari 2020, ditargetkan selesai bulan Juli 2020, untuk kemudian dapat digunakan oleh publik bulan Agustus 2020.

Direktur Utama PT MRT Jakarta William P Sabandar kemudian menjelaskan, perkembangan pembangunan jembatan penghubung dengan panjang 145 meter saat ini telah selesai 66 persen dan direncanakan akan terbuka untuk publik dan mulai beroperasi pada 10 April 2020.

"Ke depannya, jembatan penghubung ini akan berfungsi sebagai akses baru untuk keluar masuk di Stasiun MRT ASEAN dari sisi barat serta sebagai titik interkoneksi dengan Transjakarta Koridor 13," kata William. (Asp)

Baca Juga:

Transjakarta Lakukan Pola Operasi dan Sterilisasi di Malam Pergantian Tahun


Tags Artikel Ini

Zulfikar Sy

LAINNYA DARI MERAH PUTIH