Pemprov DKI Imbau Pelajar Lebih Baik Tadarusan Daripada Rayakan Hari Valentine Aksi tolak Hari Valentine (Antara Foto/Zabur Karuru)

MerahPutih.Com - Pemprov DKI melalii Dinas Pendidikan (Disdik) DKI Jakarta mengimbau kepada seluruh siswa dan siswi di Jakarta untuk tidak merayakan Hari Valentine yang jatuh pada Rabu (14/2).

Wakil Kepala Disdik DKI Jakarta, Syaefulloh Hidayat mengatakan, daripada pelajar mengikuti budaya barat itu, alangkah baiknya mereka mengisi dengan kegiatan positif, seperti tadarusan Alquran di sekolah.

Baca Juga:

Pelajar dan Santri Majalengka Tolak Valentine Day

"Di sekolah ada kegiatan positif, duha bareng, tadarus zuhur. Cara seperti itu akan lebih efektif terhadap anak-anak mengedepankan aspek spiritualnya," ujar Syaefulloh Kamis (13/2).

Ilustrasi Hari Valentine yang kini mulai ditolak di Indonesia
Hari valentine (Sumber: Pixabay/jill111)

Sementara itu untuk pelajar non muslim, lanjut dia, bisa memanfaatkannya dengan cara belajar kelompok.

"Manfaatkan waktu dengan hal-hal positif, setiap malam yang muslim ke masjid atau belajar kelompok," paparnya.

Menurut dia, dengan kegiatan semacam itu mereka akan terhindar dari berbagai macam pengaruh negatif dari perayaan Valentine.

Lebih lanjut, Syaefulloh menuturkan, pihaknya belum terpikirkan untuk mengeluarkan surat edaran pelarangan perayaan Valentine seperti kota Banda Aceh, Makassar dan Bekasi.

Baca Juga:

Puluhan Siswa SMP Muhammadiyah 2 Tolak Perayaan Valentine

Saat ini, lanjut dia, baru hanya sebatas imbauan kepada para siswa agar melakukan kegiatan positif, daripada merayakan Hari Valentine yang dinilai penuh mudarat.

"Kami sedang gencar mengkampanyelan kegiatan magrib mengaji dan kelompok belajar malam. Ini sudah berjalan lama dan saya yakin dengan kegiatan positif seperti ini anak-anak akan melalukan kegiatan itu," pungkasnya.(Asp)

Baca Juga:

Pemkot Bogor Larang Siswanya Rayakan Valentine, Sanksinya Apa?

Kredit : asropihs


Eddy Flo

LAINNYA DARI MERAH PUTIH