Pemprov DKI Harus Ganti Tiga Kali Lipat Pohon yang Ditebang di Monas Proyek revitalisasi Monas tuai kontroversi karna dinilai merusak kawasan bersejarah tersebut (MP/Asropih)

MerahPutih.Com - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta kini kembali menanam sejumlah pohon yang telah ditebang dalam revitalisasi kawadan Monumen Nasional (Monas) sisi selatan.

Adapun dalam informasi Kasie Pelayanan Uni Pelayanan Kawasan (UPK) Monas Irfal Guci ada sebanyak 191 pohon yang ditebang untuk kepentingan renovasi tempat bersejarah itu.

Baca Juga:

Sekda DKI Beberkan Revitalisasi Monas Agar Terlihat Seperti Kawasan Menara Eiffel

Irfal menjelaskan bahwa penanaman pohon itu merupakan konsekuensi dari penebangan pohon yang dilakukan Pemprov DKI Jakarta untuk membangun Plaza Selatan Monas. Penanam pohon-pohon itu dilakukan sejak Senin (3/2) pagi.

Pemprov DKI harus mengganti pohon yang sudah ditebang di kawasan Monas
Sekda DKI Saefullah bersama Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetyo Edi Marsudi di Kawasan Monas, Selasa (28/1) (MP/Asropih)

"Setiap pohon yang ditebang itu ada aturan hukumnya mesti diganti," kata Irfal di Jakarta Selasa (4/2).

Irfal menyampaikan, dinas yang bertanggungjawab menanam kembali pohon di cagar budaya itu yakni Dinas Cipta Karya, Tata Ruang dan Pertanahan (Dinas Citata).

"Itu yang tanam pihak (Dinas) Citata sesuai dengan proyek mereka yang dilelang itu," ujarnya.

Sementara itu, Sekertaris Daerah (Sekda) DKI Saefullah mengatakan terkait dengan penebangan pohon Pemprov DKI bakal menggantinya tiga kali lipat. Ada 191 pohon yang ditebang dan akan diganti sebanyak 573 pohon.

"Karena kita tebang 191 kali 3 jadi 573. Tapi pohon yang 191 dikemanakan saya tidak tahu," ungkapnya.

Baca Juga:

Pemprov DKI dan Setneg Berkonflik Soal Revitalisasi Monas, DPRD Lepas Tangan

Sekda Saefullah menuturkan, pihaknya sudah puluhan tahun mengelola kawasan Monas. Revitalisasi di sisi selatan pun bertujuan untuk mempercantik.

"Kita percantik Monas, mau percantik kok rumit loh," tutup Saefullah.(Asp)

Baca Juga:

Pemprov DKI dan DPRD Sepakat Proyek Revitalisasi Monas Dihentikan Sementara

Penulis : Eddy Flo Eddy Flo
LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Pesan Ketua MPR untuk Pimpinan KPK Baru
Indonesia
Pesan Ketua MPR untuk Pimpinan KPK Baru

Menurut Bamsoet, pimpinan KPK yang baru harus mencari cara baru untuk memberantas korupsi.

 Amandemen Terbatas UUD 1945 Harus Libatkan DPD RI
Indonesia
Amandemen Terbatas UUD 1945 Harus Libatkan DPD RI

Pada isu amandemen ini, DPD RI sendiri kira-kira ingin kewenangannya ditambah,” kata Sultan saat diskusi “Refleksi Akhir Tahun 2019” di Nusantara III Komplek Parlemen, Jakarta, Rabu (18/12).

 Warga Miskin Indonesia Bertambah 10 Persen, Pemerintah Didesak Tak Lepas Tangan
Indonesia
Warga Miskin Indonesia Bertambah 10 Persen, Pemerintah Didesak Tak Lepas Tangan

"Ini agar dapat kembali meningkatkan daya beli masyarakat, apabila kegiatan perekonomian sudah mulai bisa berjalan lancar," sebut politikus Golkar ini.

YLKI Sebut Mahalnya Tes COVID-19 Akibat Pemerintah Belum Tetapkan HET
Indonesia
Tambah 73 Kasus COVID-19 Baru, Ketakutan Lock Down Selimuti Hong Kong
Dunia
Tambah 73 Kasus COVID-19 Baru, Ketakutan Lock Down Selimuti Hong Kong

Jika memang tidak mampu mengatasi wabah COVID-19, Hong Kong meminta bantuan pemerintah pusat Tiongkok.

2 Musuh Bersama yang Harus Dihindari Versi Ma'ruf Amin
Indonesia
2 Musuh Bersama yang Harus Dihindari Versi Ma'ruf Amin

Penyalahgunaan narkoba di kalangan pelajar tahun 2018 mencapai 2,26 juta jiwa

Pasien Positif COVID-19 di Wisma Atlet Bertambah 55 Orang
Indonesia
Pasien Positif COVID-19 di Wisma Atlet Bertambah 55 Orang

Pasien rawat inap bertambah 106 orang

18.876 Orang Melamar CPNS DKI, Ini Formasi yang Paling Banyak Diminati
Indonesia
18.876 Orang Melamar CPNS DKI, Ini Formasi yang Paling Banyak Diminati

Sebanyak 18.876 orang sudah mengirimkan lamaran sebagai calon pegawai negeri sipil (CPNS) di lingkungan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

 BIN Gelar Rapid Test di Kawasan MRT Blok M Jakarta Selatan
Indonesia
BIN Gelar Rapid Test di Kawasan MRT Blok M Jakarta Selatan

"Tes cepat BIN ini merupakan inisiatif untuk mendeteksi awal terhadap penyebaran COVID – 19," kata Sri Wulandari dalam keterangannya di Jakarta, Jumat (8/5).

Rajin Olahraga dan Kerap Berdiam di Rumah tak Jamin Kebal Corona
Indonesia
Rajin Olahraga dan Kerap Berdiam di Rumah tak Jamin Kebal Corona

Wiku mengingatkan, orang yang gemar olahraga dan berdiam di rumah bukan tidak mungkin bisa terkena Corona.