Pemprov DKI Hapus Denda Progresif Pelanggar Prokes Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria di Balai Kota DKI Jakarta, Senin (28/12/2020). (ANTARA/Livia Kristianti)

Merahputih.com - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mencabut sanksi denda progresif bagi pelanggar protokol kesehatan pencegahan COVID-19. Aturan tersebut mengacu pada Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 3 tahun 2021 tentang Peraturan Pelaksanaan Perda Nomor 2 tahun 2020 tentang Penanggulangan Corona Virus.

"Jadi jangan sampai Pergub membuat kebijakan melebihi daripada Perda. Karena di Perda tidak ada progresif, jadi kita juga tidak progresif," ujar Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria, Rabu (20/1).

Baca Juga:

Anak Buah Anies: Kuburan COVID-19 Tersisa 600 Liang Lahad

Dalam Bab XII ketentuan penutup Pasal 69 di Pergub 3/21 dijelaskan ada 7 Pergub yang dihapus, salah satunya mengenai pengenaan denda progresif bagi pelanggar protokol kesehatan.

Adapun ketentuan denda progresif diatur dalam Pergub Nomor 101 tahun 2020 tentang Perubahan Atas Pergub Nomor 79 Tahun 2020 tentang Penerapan Disiplin dan Penegakan Hukum Protokol Kesehatan Sebagai Upaya Pencegahan dan Pengendalian COVID-19.

Wakil Gubernur DKI Jakarta, Ahmad Riza Patria. Foto: MP/Asropih

Pelanggar prokes akan didenda Rp250 ribu jika kedapatan tak memakai masker. Sementara itu, jika yang bersangkutan kembali melakukan pelanggaran, maka Pemprov DKI menjatuhkan denda progresif sebesar Rp500 ribu, Rp750 ribu, hingga Rp1 juta.

Sementara itu, pelaku usaha yang kedapatan melanggar prokes didenda Rp50 juta, Rp100 juta, hingga Rp150 juta jika melakukan pelanggaran prokes.

Sementara untuk pelaku usaha bila melakukan kesalahan akan dikenakan penutupan 1x24 jam dan 3x24 jam. "Dicabut dan dinyatakan tidak berlaku," tulis bagian akhir Pasal 69 tersebut.

Baca Juga:

Vaksinasi COVID-19 Akan Dimulai, Ketua DPD Ajak Masyarakat Lawan Hoaks

Pria kelahiran, Banjarmasin Kalimantan ini mengajak masyarakat untuk patuhan terhadap protokol kesehatan. Dan untuk terus menerapka pola hidup sehat agar terhindar dari bahaya virus corona.

"Kita pastikan di rumah sirkulasi baik, ventilasi baik, tidur yang cukup, makan yang bergizi," pungkasnya. (Asp)

Penulis : Asropih Asropih
LAINNYA DARI MERAH PUTIH
DPR Batasi Peserta Uji Kelayakan Calon Kapolri
Indonesia
DPR Batasi Peserta Uji Kelayakan Calon Kapolri

Komisi III DPR akan menggelar uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) untuk calon Kapolri Komjen Pol Listyo Sigit Prabowo pada Rabu (20/1) besok.

Libur Panjang, Penumpang KA Naik 44 Persen
Indonesia
Libur Panjang, Penumpang KA Naik 44 Persen

Pada periode 19-23 Agustus 2020, KAI rata-rata mengoperasikan 260 KA per hari, atau naik 21 persen dari periode yang sama pada pekan sebelumnya yaitu rata-rata 215 KA per hari.

Pemerintah Siapkan Logistik Vaksinasi COVID-19
Indonesia
Pemerintah Siapkan Logistik Vaksinasi COVID-19

Rencananya, akan ada 9,1 juta vaksin impor asal China; Sinovac, Sinopharm, dan CanSino, dikirim ke Indonesia secara bertahap hingga akhir 2020 setelah lolos uji klinis.

Libur Panjang, Jabar Bakal Lakukan Rapid Test Acak
Indonesia
Libur Panjang, Jabar Bakal Lakukan Rapid Test Acak

Pemerintah meminta komitmen pengelola destinasi wisata untuk menerapkan protokol kesehatan dengan ketat, khususnya soal pembatasan jumlah pengunjung.

Sidang Pinangki, Hakim Tegur Saksi yang Dihadirkan JPU
Indonesia
Sidang Pinangki, Hakim Tegur Saksi yang Dihadirkan JPU

Sebab berdasarkan data, tidak semua photo passport berhasil di scan di data perlintasan keimigrasian

Gus Miftah Gelar Pengajian Khusus di Ponpes Ora Aji Doakan Didi Kempot
Indonesia
Gus Miftah Gelar Pengajian Khusus di Ponpes Ora Aji Doakan Didi Kempot

Keluarga Didi Kempot di Solo, Jawa Tengah menggelar acara tahlil tujuh hari meninggalnya musisi musik campursari itu

BUMN Layanan Publik Rontok Jika Pemerintah Terapkan Lockdown
Indonesia
BUMN Layanan Publik Rontok Jika Pemerintah Terapkan Lockdown

Wacana penerapan lockdown juga harus mempertimbangkan penerimaan sosial dari masyarakat

Ingat! Sekolah di Wilayah Hijau Tidak Serta-Merta Dibuka
Indonesia
Ingat! Sekolah di Wilayah Hijau Tidak Serta-Merta Dibuka

Selain itu warga satuan pendidikan, khususnya peserta didik dapat memanfaatkan berbagai layanan yang disediakan

Sebanyak 10 Warga Depok Positif Virus Corona
Indonesia
Sebanyak 10 Warga Depok Positif Virus Corona

Depok memperbaharui data penderita virus corona (COVID-19) menjadi 10 orang.