Pemprov DKI Hanya Buka Operasional Terminal Pulogebang Kepala Dishub DKI Jakarta Syafrin Liputo (kanan) meninjau Terminal Pulogebang, Jakarta Timur, Sabtu (9/5/2020). (ANTARA/HO-Dishub DKI).

MerahPutih.com - Pemprov DKI Jakarta membuka operasional Terminal Pulogebang, Jakarta Timur untuk tujuan Jakarta-Bogor-Depok-Tangerang-Bekasi (Jabodetabek).

Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Syafrin Liputo mengatakan, kebijakan itu diambil mengikuti Surat Edaran No SE.9/AJ.201/DRJD/2020 tentang diizinkannya kembali beroperasi bus antar kota antar provinsi (AKAP) selama larangan mudik berlangsung.

Baca Juga:

Ingin Tekan Laju Pertumbuhan Corona, Indonesia Mesti Tiru Selandia Baru

Waktu operasional bus AKAP di terminal itu hanya berlaku dari pukul 13.00 hingga 18.00 WIB.

"Dilakukan pembukaan operasionalnya di Terminal Pulogebang saja untuk Jabodetabek. Hanya satu terminal itu saja yang beroperasi," ujar Syafrin kepada wartawan, Senin (11/5).

Kepala Dishub DKI Jakarta Syafrin Liputo. (Foto: MP/Asropih)
Kepala Dishub DKI Jakarta Syafrin Liputo. (Foto: MP/Asropih)

Syafrin menuturkan, pihaknya akan terus mengevaluasi operasional Terminal Polugebang untuk memastikan tak terjadi kepadatan di sana.

"Sementara kita batasi dulu (waktunya)," jelas dia.

Baca Juga:

Bakal Bersaing "Rebutan" Vaksin Corona, Pemerintah Indonesia Diminta Perkuat Diplomasi

Masyarakat yang diizinkan pergi keluar kota dengan syarat tertentu, yakni merupakan WNI yang dipulangkan dari luar negeri, warga yang memiliki anggota keluarga yang meninggal dunia, warga yang sakit berat dan perlu dirujuk ke RS lain, dan pejabat negara atau ASN yang memiliki surat tugas.

"Kemudian, disampaikan ke Dishub untuk dilakukan pengecekan. Sehingga, pada saat penumpang akan check in, itu kita sudah tekonfirmasi surat-surat yang ada," ungkap dia.

Ia juga mengatakan, pihaknya juga telah mewanti-wanti kepada seluruh perusahaan otobus (PO) untuk memperketat persyaratan pembelian tiket bus kepada setiap penumpang. (Asp)

Baca Juga:

Sriwjaya Air Siap 'Terbang Domestik' Lagi 13 Mei 2020

Penulis : Asropih Asropih
LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Enggak Punya SIKM? Jangan Harap Bisa Masuk Jakarta!
Indonesia
Enggak Punya SIKM? Jangan Harap Bisa Masuk Jakarta!

Kalau sudah masuk wilayah Polda Metro tentunya ini sudah sebagai tempat tujuan terakhir

Pemprov DKI Minta Pemerintah Pusat tak Potong Intensif Tenaga Kesehatan
Indonesia
Pemprov DKI Minta Pemerintah Pusat tak Potong Intensif Tenaga Kesehatan

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta meminta kepada Pemerintah Pusat untuk tidak memotong intensif tenaga kesehatan yang berhadapan langsung dengan pasien COVID-19.

Fahri Hamzah: UU Cipta Kerja Lahirkan Kapitalisme Baru
Indonesia
Fahri Hamzah: UU Cipta Kerja Lahirkan Kapitalisme Baru

Fahri Hamzah menilai UU Cipta Kerja tidak hanya merusak lingkungan, tetapi juga merampas hak-hak individu, serta hak berserikat atau berkumpul dan memberikan kewenangan luar biasa kepada lahirnya kapitalisme baru.

Polres Indramayu Bersama Kodim 0616 dan BPBD Dirikan Dapur Umum
Indonesia
Polres Indramayu Bersama Kodim 0616 dan BPBD Dirikan Dapur Umum

Dapur umum untuk membantu masyarakat kurang mampu yang terkena dampak pandemi COVID-19.

Dinkes DKI Sebut Perkantoran Jadi Klaster Penularan Corona
Indonesia
Dinkes DKI Sebut Perkantoran Jadi Klaster Penularan Corona

Widyastuti menlanjutkan, bahwa sudah ada pegawai swasta, PNS, dan BUMN yang terkonfirmasi COVID-19.

Anggota KKB Penembak TGPF Intan Jaya Tewas di Tangan Satgas Nemangkawi
Indonesia
Anggota KKB Penembak TGPF Intan Jaya Tewas di Tangan Satgas Nemangkawi

KKB pimpinan Sabinus Waker memiliki catatan kriminal di Papua

KPK Dalami Pemberian Perhiasan dari Stafsus Edhy Prabowo ke Wanita Ini
Indonesia
KPK Dalami Pemberian Perhiasan dari Stafsus Edhy Prabowo ke Wanita Ini

KPK mendalami pemberian perhiasan dan jam tangan mewah dari Andreau Pribadi Misanta untuk wanita pengurus rumah tangga bernama Devi Komalasari.

Viral Pengendara Mabuk Potong Iring-iringan Gubernur NTT, Ini Kata Polisi
Indonesia
Pencarian Jatuhnya Sriwijaya Air Diperpanjang hingga Pekan Depan
Indonesia
Pencarian Jatuhnya Sriwijaya Air Diperpanjang hingga Pekan Depan

Tim SAR gabungan memutuskan untuk memperpanjang pencarian atau pertolongan jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ 182 di perairan Kepulauan Seribu.

FPI Berganti Nama karena Ketidaktegasan Aparat Penegak Hukum
Indonesia
FPI Berganti Nama karena Ketidaktegasan Aparat Penegak Hukum

Petrus melihat, sanksi administratif yang dijatuhkan berupa larangan kegiatan, menggunakan atribut dan menghentikan kegiatan FPI, tidak berpengaruh di internal FPI.