Pemprov DKI Dikritik, Pekerja Terdampak COVID-19 Tak Kunjung Dapat Bantuan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan. Foto: Twitter/@aniesbaswedan

Merahputih.com - Pengamat perkotaan, Azas Tigor Nainggolan menilai belum ada bantuan konkret kepada para pekerja yang terdampak penanganan COVID-19. Pasalnya, penghasilan mereka bisa terus menurun jika pemerintah belum bergerak memberikan bantuan. Contohnya di DKI Jakarta, dimana bantuan dari Gubernur DKI Anies Baswedan belum terlihat.

"Padahal presiden Jokowi sudah memerintahkan agar segera para kepala daerah membuat kebijakan atau program bantuan kepada rakyat kecil yang terkena dampak ekonomi di tengah wabah Covid 19 di daerahnya masing-masing," kata Azas dalam keterangannya, Sabtu (28/3).

Baca Juga

Anggota DPRD Jabar Gatot Tjahyono Meningggal Dunia Diduga Terinfeksi COVID-19

Koordinator Forum Warga Kota Jakarta ini melihat, jutaan jiwa keluarga miskin di kota Jakarta, saat ini belum juga mendapat bantuan sosial atau ekonomi di tengah kesulitan wabah COVID-19.

Padahal APBD Jakarta besar sekali, sekitar Rp 10 Triliun tahun ini dan bisa dijadikan modal membangun program Jaring Pengaman Sosial atau bantuan sosial bagi rakyat miskin.

"Besarnya APBD Jakarta ini bisa dibuat program bantuan tunai atau sembako oleh Anies Baswedan selaku gubernur Jakarta kepada warganya yang tengah kesulitan hidup, mulai kelaparan," imbuh Azas.

nies
Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan. Foto: Twitter/@aniesbaswedan

Azas yang dikenal aktif mengadvokasi warga miskin ini mendesak para anggota DPRD Jakarta segera bergerak cepat bahu membahu bergerak cepat bersama Anies. Yakni dengan membuat program jaring pengaman sosial atau bantuan sosial seperti yang diperintahkan oleh Presiden Jokowi.

"Marilah para anggota DPRD bersuara dan bergerak menolong rakyat miskin yang mulai kelaparan yang terdampak secara kehidupan akibat dari wabah COVID 19," terang pria berkepala plontos ini.

Ia berharap, Gubernur dan anggota dewan tak lupa diri dan meninggalkan rakyat pemilih mereka masing-masing. "Ketika kondisi sulit seperti inilah kesempatan kalian menunjukan keberpihakan kalian kepada mereka, rakyat miskin pemilih kalian," pungkas Azas.

Sebelumnya, untuk mengantisipasi penurunan daya beli yang signifikan karena virus corona atau covid-19, akhirnya Presiden Jokowi memberikan dana cash. Sekretaris Menko Bidang Perekonomian, Susiwijono Moegiarso menerangkan, pemerintah juga memberikan bantuan sosial kepada para pekerja di sektor informal seperti warung, toko kelontong sampai di pasar-pasar.

Baca Juga

Ketum PSSI: Kompetisi Liga 1 dan Liga 2 Bisa Dihentikan

"Datanya, berkoordinasi dengan pemda, terutama DKI, yang paling terdampak pelaku usaha transportasi online gojek, grab, dan sebagainya. Kami sudah minta data dari gojek dan grab. Juga pekerja informal lainnya," kata Susiwijono.

"Tak hanya itu, pekerja harian yang ada di mall. Kami akan menghubungi APPBI, untuk mendapatkan BLT dalam meningkatkan daya beli," tuturnya. (Knu)



Angga Yudha Pratama

LAINNYA DARI MERAH PUTIH