Pemprov DKI Belum Izinkan Live Music di Kafe, Bahayanya? Ilustrasi. (Foto: Antara/Birkom Kemenparekraf)

MerahPutih.com - Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Disparekraf) DKI Jakarta masih belum memperbolehkan live music di cafe di tengah pandemi corona. Live musik bisa menimbulkan keramaian.

Kepala Disparekraf DKI Jakarta Cucu Ahmad Kurnia mengatakan, alasan lain belum diizinkan live musik di restoran dikhawatirkan pengunjung tidak dapat menerapkan protokol pencegahan COVID-19 dengan tidak menjaga jarak.

Baca Juga:

Bela Anies soal Perluasan Lahan Ancol, M Taufik: Makanya Baca Raperda

"Tetapi memang ada kerawanan kalau live music seperti ini" kata Cucu di Jakarta, Rabu (8/7).

Cucu mengatakan, pihaknya hanya mengizinkan konser dengan konsep drive-in mulai 6-16 Juli 2020. Penonton hanya diperbolehkan menyaksikan pertunjukan konser dari dalam mobil.

Kebijakan itu tertuang dalam Surat Keputusan Nomor 140 Tahun 2020 yang diteken Cucu Ahmad Kurnia pada 6 Juli 2020.

"Kalau live concert di ruang terbuka itu yang konsepnya drive-in dulu, enggak termasuk kalau yang di kafe," tutup Cucu.

Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi DKI Jakarta, Cucu Ahmad Kurnia (MP/Asropih)
Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi DKI Jakarta, Cucu Ahmad Kurnia (MP/Asropih)

Cucu melanjutkan, live music pernah dilakukan di salah satu cafe di Bekasi, kegiatan itu menimbulkan keramaian dan penumpukan pengunjung.

"Jadi intinya kita ini masih masa PSBB, juga gak pengin betah lama-lama di suatu tempat. karena adanya musik itu orang akan nongkrong berlama-lama, dan itu berbahaya," jelasnya.

Baca Juga:

Pengamat: Rapid Test Jangan Dijadikan Lahan Bisnis

Tak hanya itu, Cucu mencontohkan ada beberapa restoran yang me-recording live musik, kemudian diputar di layar besar, mungkin ini jadi salah satu cara memperdayakan para musisi selama pandemi.

"Jadi band disuruh rekaman, terus ditayangin di layar. pokoknya kalau dia manggung tiga kali seminggu, dia dibayar tiga kali," tutupnya. (Asp)

Baca Juga:

Penderita Corona Melonjak hingga 70.736

Penulis : Asropih Asropih
LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Anies Cemas Kasus COVID-19 Meroket Akibat Demo Tolak UU Cipta Kerja
Indonesia
DPR Ingatkan Pemerintah Tak Sembarangan Buka Kegiatan Belajar di Sekolah
Indonesia
Satgas Beberkan Provinsi yang Alami Penurunan Pesat COVID-19
Indonesia
Satgas Beberkan Provinsi yang Alami Penurunan Pesat COVID-19

Data sederhana ini mencerminkan pentingnya komunikasi yang terjalin

Ketua DPD Minta Jangan 'Goreng' Kasus Penangkapan Djoko Tjandra dengan Suksesi Kapolri
Indonesia
Ketua DPD Minta Jangan 'Goreng' Kasus Penangkapan Djoko Tjandra dengan Suksesi Kapolri

“Artinya siapa suksesor Pak Idham sepenuhnya ada di tangan Presiden. Karena memang regulasinya begitu,” ujarnya

Tidak Mau Seperti India, Pemerintah Fokus Pada Pengurangan Mobilitas Warga
Indonesia
Tidak Mau Seperti India, Pemerintah Fokus Pada Pengurangan Mobilitas Warga

Pemerintah, terus meningkatkan capaian program vaksinasi. Teorinya bahwa 70 persen dari sasaran vaksinasi bisa memberikan perlindungan, atau menekan laju penularan virus.

[HOAKS atau FAKTA] : Sindikat Penipuan Paramedis, Alat Tes Suhu di Kening Jadi Proyek saat Pandemi
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA] : Sindikat Penipuan Paramedis, Alat Tes Suhu di Kening Jadi Proyek saat Pandemi

Termometer tembak untuk ukur suhu tubuh manusia tidaklah berbahaya bagi otak ataupun bagian tubuh lainnya.

KPK Sita Dokumen dari Kantor Bupati Labuhan Batu Utara
Indonesia
KPK Sita Dokumen dari Kantor Bupati Labuhan Batu Utara

Penggeledahan ini dilakukan terkait penyidikan kasus dugaan suap dana perimbangan keuangan daerah.

 Advokat Kosasih Teken Penyitaan Dokumen Aset Buron KPK Nurhadi
Indonesia
Advokat Kosasih Teken Penyitaan Dokumen Aset Buron KPK Nurhadi

"Dokumen tersebut akan dipelajari lebih lanjut untuk memastikan ada hubungannya dengan tersangka Nurhadi. Saat ini kan masih disegel," ujarnya.

Para Bekas Pentolan Hipmi di Kabinet Jokowi-Ma'ruf
Indonesia
Para Bekas Pentolan Hipmi di Kabinet Jokowi-Ma'ruf

Mardani mengungkapkan, Presiden Jokowi sudah melakukan hal yang tepat untuk memasukkan kader-kader terbaik Hipmi ke dalam jajaran menterinya.

Pelanggar Lalu Lintas Saat PSBB Transisi Meroket 50 Persen
Indonesia
Pelanggar Lalu Lintas Saat PSBB Transisi Meroket 50 Persen

Ada juga kendaraan yang melebihi kapasitas dan tidak sesuai peruntukan