Pemprov DKI Anggarkan Saringan Sampah Sebesar Rp197 Miliar Sekat pelampung di perkampungan warga Ujung Menteng untuk mengantisipasi buangan limbah menuju BKT, Jumat (8/11). (ANTARA/HO-LH Jaktim)

MerahPutih.com - Pemprov DKI Jakarta menganggarkan usulan pembangunan saringan sampah tiga lapis di Kali Ciliwung sebesar Rp197 miliar dalam draf Kebijakan Umum Anggaran-Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS).

Anggaran saringan sampah senilai Rp 197 itu telah disetujui oleh Komisi D DPRD DKI Jakarta pada Senin (11/11). Saringan tersebut berfungsi menahan sampah-sampah besar di bagian hulu.

Baca Juga:

Anak Buah Anies Bentuk Tim Petugas Sampah Khusus Musim Hujan

Menurut Kepala Dinas Lingkungan Hidup (LH) Andono Warih, sampah besar yang datang seperti bambu dan kayu itu kerap menjadi masalah yang berujung pada banjir di sejumlah titik di Ibu Kota.

Banjir. (ANTARA FOTO/Risky Andianto)
Banjir. (ANTARA FOTO/Risky Andianto)

"Ketika hujan hanya 4 jam ya, di hulu siaga 3 atau 2, selama 4 jam-an gitu (sampah) sudah langsung di hilir. Kita itu butuh ratusan truk mengangkat sampah-sampah itu," kata Andono di gedung DPRD DKI, Senin (11/11).

Andono menyampaikan, saringan sampah tiga lapis itu memiliki fungsi yang berbeda-beda, salah satunya untuk mengarahkan sampah agar tidak sampai ke hilir.

"Pertama mengarahkan. Bayangin ini kalau gak diarahkan," paparnya.

Baca Juga:

Komisi D Minta Dinas SDA Laporkan Pengendalian Banjir Secara Berkala

Andono menuturkan, desain untuk fasilitas ini sudah rampung dan dikerjakan bersama Institut Teknologi Bandung (ITB). Ia pun akan berkoordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung Cisadane (BBWSCC) untuk pelaksanaannya.

"Kita perlu konfirmasi dengan BBWSCC. Anggarannya Rp197 miliar. Nanti (dibangun) di hulunya Ciliwung," jelasnya.

Aliran sungai di depan pusat perbelanjaan Mangga Dua, Jalan Gunung Sahari, Jakarta Utara, Jumat (8/11/2019) (ANTARA/Laily Rahmawaty)
Aliran sungai di depan pusat perbelanjaan Mangga Dua, Jalan Gunung Sahari, Jakarta Utara, Jumat (8/11/2019) (ANTARA/Laily Rahmawaty)

Lebih lanjut, Andono menjelaskan, tiap lapis saringan nantinya akan memiki lebar yang berbeda-beda. Saringan pertama dibuat lebih lebar agar hanya menahan sampah yang besar, setelah sampah lainnya lolos dari saringan pertama, maka akan ada saringan selanjutnya yang lebih kecil.

"Saringan utama, saringan itu menangkap yang ukuran besar. Ini tentu screen-nya itu lebih jarang-jarang agar sampah yang tertahan ukuran besar. Ketika di fase pertama ada lolos akan ada saringan berikutnya," tutupnya. (Asp)

Baca Juga:

30 Titik Lokasi Rawan Banjir di Jakarta


Tags Artikel Ini

Zulfikar Sy

LAINNYA DARI MERAH PUTIH