Pemprov DKI Akui Proyek Halte Bundaran HI Lewati Objek Diduga Cagar Budaya Pekerja menyelesaikan proyek revitalisasi Halte Transjakarta di Kawasan Bundaran HI, Jakarta Pusat, Jumat (16/9/2022). ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/aww.

MerahPutih.com - Pembangunan revitalisasi halte TransJakarta Bundaran Hotel Indonesia (HI) disebut melewati batas kawasan objek diduga cagar budaya (ODCB), hingga mengganggu pandangan ke arah Patung Selamat Datang.

Kawasan ODCB tersebut meliputi Patung Selamat Datang, air mancur bernama Henk Ngantung Fontein dan kawasan lainnya.

"Ada masuk (kawasan ODCB) 1,5 meter. Secara visual dia memang dari arah Sarinah itu bisa keganggu (visual Patung Selamat Datang)," ujar Kepala Dinas Kebudayaan DKI Jakarta Iwan Henry Wardhana, Jumat (30/9).

Baca Juga:

TSP Sebut Pembangunan Halte Tosari dan HI Ambil Hak Publik

Anak buah Gubernur Anies Baswedan ini menuturkan, lantai dua Halte Bundaran HI memang sengaja dibuat melebar agar mampu menampung jumlah penumpang. Pasalnya di lokasi tersebut, rencananya akan dilengkapi dengan toko makanan dan minuman yang dapat digunakan penumpang saat menunggu bus datang.

Oleh karena itu, kebutuhan ruang menjadi alasan Halte Bundaran HI sedikit melewati batas kawasan ODCB. Namun, pihaknya membantah Pemprov DKI Jakarta lebih mengutamakan kebutuhan ruang dibandingkan melestarikan ODCB, yang dalam hal ini Patung Selamat Datang.

Selain itu, Iwan mengaku mengetahui adanya bagian bangunan halte yang melebihi batas kawasan ODCB saat revitalisasi dijalankan. Pasalnya, ia tidak dapat bergerak apabila belum ada permintaan rekomendasi dari TransJakarta.

"Ini kan khawatirnya dari segi view (Patung Selamat Datang) saja kan, kalau saya melihatnya seperti itu. Secara visual (saja), tapi kan tidak mengganggu posisi kawasan sebagai cagar budayanya. Jadi saya tidak mengkhawatirkan, saya bilang terus saja jalan (revitalisasi)," terangnya.

Baca Juga:

Rusak Pandangan ke Patung Kuda, Anies Diminta Setop Pembangunan Halte Tosari dan HI

Namun begitu, ia tetap menyatakan bahwa PT TransJakarta tetap bisa melanjutkan revitalisasi halte tersebut karena keharusan untuk perkembangan peradaban dan kebutuhan ruang masyarakat.

Mengenai masalah revitalisasi halte yang dianggap melanggar prosedur karena tidak melewati sidang dengan Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) dan Tim Sidang Pemugaran (TSP), Iwan menyatakan bahwa TSP dan TACB hanya bersifat rekomendasi yang tidak mutlak harus dilaksanakan.

“Jalan terus, enggak ada urusan, jalan terus saja, sidang bisa kapan saja sewaktu-waktu bilamana apa diperlukan kapan sidang," pungkasnya.

Seperti diketahui, sejarawan JJ Rizal meminta Gubernur Anies Baswedan untuk menghentikan pembangunan halte TransJakarta Tosari dan Bundaran Hotel Indonesia (HI). Karena dianggap mengganggu pandangan masyarakat ke arah patung selamat datang dan air mancur yang bernama Henk Ngantung Fontein.

"Pak gubernur @aniesbaswedan mohon stop pembangunan halte @PT_Transjakarta tosari-bundaran hi yg merusak pandangan ke patung selamat datang en henk ngantung fontein," tulis JJ Rizal melalui akun Twitter-nya, yang dikutip Jumat (30/9).

Lanjut JJ Rizal, dua objek itu adalah karya Presiden Soekarno, maestro patung Edhi Sunarso, dan Gubernur Jakarta Henk Ngantung. (Asp)

Baca Juga:

Halte TransJakarta Ragunan Direvitalisasi Mulai Hari Ini

Penulis : Asropih Asropih
LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Kasus COVID-19 Terus Menurun, Jakarta Sisakan 3 RT Zona Merah
Indonesia
Kasus COVID-19 Terus Menurun, Jakarta Sisakan 3 RT Zona Merah

Kriteria zona merah dalam aturan itu ialah jika ditemukan konfirmasi kasus COVID-19 di lebih dari 5 rumah dalam satu RT selama tujuh hari terakhir.

Teddy Sugianto Kembali Terpilih Jadi Ketum Perhimpunan INTI 2021-2025
Indonesia
Teddy Sugianto Kembali Terpilih Jadi Ketum Perhimpunan INTI 2021-2025

Mayoritas suara Pengurus Daerah kembali menunjuk Teddy Sugianto sebagai Ketua Umum Perhimpunan INTI periode 2021-2025.

Meski NFT Belum Punya Payung Hukum, Ghozali Tetap Ditagih Pajak
Indonesia
Meski NFT Belum Punya Payung Hukum, Ghozali Tetap Ditagih Pajak

Pemerintah tetap menarik pajak penghasilan mahasiswa asal Semarang, Ghozali yang viral.

Garap Bisnis Minyak, Indonesia dan Sudah Selatan Segera Buka Kedutaan
Dunia
Garap Bisnis Minyak, Indonesia dan Sudah Selatan Segera Buka Kedutaan

Indonesia mengakui kemerdekaan Sudan Selatan pada 2011. Sebelumnya, Duta Besar RI di Khartoum telah menghadiri deklarasi kemerdekaan Sudan Selatan di Juba pada 9 Juli 2011.

MUI Tegaskan Hewan Bergejala Ringan PMK Sah untuk Kurban
Indonesia
MUI Tegaskan Hewan Bergejala Ringan PMK Sah untuk Kurban

Salah satu dari fatwa PMI tersebut memuat beberapa hal termasuk hewan kurban bergejala klinis ringan PMK sah untuk kurban.

Hadiah Rumah Menanti Bagi Atlet Peraih Medali SEA Games 2021
Indonesia
Hadiah Rumah Menanti Bagi Atlet Peraih Medali SEA Games 2021

Menteri Koordinator bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir Effendy untuk memberikan arahan memberikan bonus kepada atlet berprestasi.

DPD Gerindra DKI Belum Terima Surat Pengunduran Diri M Taufik dari DPRD
Indonesia
DPD Gerindra DKI Belum Terima Surat Pengunduran Diri M Taufik dari DPRD

Mantan Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Gerindra DKI M Taufik mengaku akan keluar dari anggota DPRD DKI Jakarta.

Puncak HUT Jakarta di JIS Diisi Penampilan Penyanyi Solo hingga Grup Band
Indonesia
Puncak HUT Jakarta di JIS Diisi Penampilan Penyanyi Solo hingga Grup Band

Malam puncak Jakarta Hajatan dalam rangkaian Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-495 Kota Jakarta akan digelar Sabtu (25/6) besok.

Kominfo Beri Tambahan Waktu 5 Hari untuk PSE yang Belum Daftar
Indonesia
Kominfo Beri Tambahan Waktu 5 Hari untuk PSE yang Belum Daftar

Direktur Jenderal Aplikasi Informatika, Kominfo, Semuel Abrijani Pangerapan memberikan waktu tambahan selama lima hari kepada Google dan kawan-kawan untuk mendaftar PSE.

Pengguna Jalan Berani Langgar Aturan setelah Tilang Manual Ditiadakan
Indonesia
Pengguna Jalan Berani Langgar Aturan setelah Tilang Manual Ditiadakan

"Jadi mereka tahu, 'ah paling hanya ditegur, paling hanya diberi tahu' Polisi tak dianggap," kata Edy