Pemprov DKI Akui Kesulitan Bongkar Tiang Monorel, ini Alasannya Wagub DKI Jakarta, Ahmad Riza Patria. Foto: MP/Asropih

MerahPutih.com - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mengaku kesulitan untuk membongkar tiang Monorel yang terbengkalai di kawasan Senayan dan Rasuna Said, Jakarta Selatan.

Kesulitan Pemda DKI mengangkat tiang Monorel yang mangkrak selam 6 Gubernur itu karena ada keterlibatan Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

"Memang ini tidak mudah karena dulu ada keterlibatan BUMN, karya terintegrasi, dibentuk dulu usaha bersama melalui Jakarta monorel," kata Wakil Gubernur (Wagub) DKI, Ahmad Riza Patria di Jakarta Pusat, Jumat (23/10).

Baca Juga

Anies Diminta Bongkar Tiang Monorel, DPRD: Pengembang Harus Tanggung Jawab

Meski begitu, kata Riza, Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan dalam waktu dekat ini berniat akan membahas mengenai terbengkalainya tiang Monorol.

"Pak Gubernur juga sudah mengatakan dalam waktu dekat kita akan melakukan evaluasi menyeluruh dan kita akan menyikapi secara baik," terangnya.

Menurut Riza, mengenai tiang pancang Monorel ini harus ada keputusan yang adil. Apakah nantinya dicabut atau dimanfaatkab untuk kepentingan warga DKI.

Politikus Gerindra ini melanjutkan, Anies juga nantinya akan menggundang SKPD terkait, untuk mencari solusi menyelesaikan persoalan ini.

"Yang terbaik seperti apa, tentu yang memberi kontribusi bagi semua, dari segi fungsi, struktur, dari segi penggunaannya dan semuanya itu kita petimbangkan," terangnya.

Seperti diketahui, Anggota Komisi A DPRD DKI Jakarta, Lukmanul Hakim meminta Pemprov DKI untuk membongkar tiang-tiang pancang yang terbengkalai di kawasan Senayan dan Rasuna Said, Jakarta Selatan. Hal itu untuk menjaga estetika kota Jakarta apalagi tiang-tiang tersebut sudah mangkrak 16 tahun.

Alasan Hakim mendorong pemerintah DKI membongkar tiang-tiang Monorel itu karena mengganggu pemandangan dan kenyamanan berkendara.

"Gak enak dilihat, gak bagus, masa ada tiang bekas gitu di tengah jalan, terus kan disitu juga ada jalur LRT Jabodebek," tegas Hakim saat dihubungi wartawan di Jakarta, Jumat (23/10).

Baca Juga

Fitra Desak BPK Audit Anggaran APBD DKI 2020 yang Dibahas di Puncak

Bung Hakim Panggilan akbranya mengingatkan, sebelum membongkar Pemda DKI harus mengetahui terlebih dahulu permasalahannya. Ia juga ingin pengembang proyek Monorel itu yang bertanggung jawab.

"Harus di cek dulu sama pemprov, ini (proyek) punya siapa, tapi setau saya itu bukan aset Pemprov, intinya kalau pengembang gak bertanggung jawab, ya bongkar, tapi biaya nya jangan dari pemprov dong" ujar Bung Hakim. (Asp)

Penulis : Asropih Asropih
LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Diduga Karena Narkoba, Suami Istri Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Ditangkap Polisi
Indonesia
Diduga Karena Narkoba, Suami Istri Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Ditangkap Polisi

Belum diketahui barang bukti apa yang diamankan polisi dalam penangkapan keduanya itu. Informasi lain yang berkembang, NR dan AB diamankan di sebuah restoran di pusat perbelanjaan di Jakarta Pusat.

Muhammad Kece Jadi Tersangka Kasus Dugaan Penistaan Agama
Indonesia
Muhammad Kece Jadi Tersangka Kasus Dugaan Penistaan Agama

"Sudah menjadi tersangka," ujar Kadiv Humas Polri, Irjen Argo Yuwono

Sebut Pernyataan Benny Wenda Provokatif, Polisi: Situasi Papua Aman
Indonesia
Sebut Pernyataan Benny Wenda Provokatif, Polisi: Situasi Papua Aman

Benny Wenda merupakan Ketua United Liberation Movement for West Papua (ULMWP)

Perusahaan Jasa Penerbangan Ini Tawarkan Tes PCR dengan Harga Rp 285 Ribu
Indonesia
Perusahaan Jasa Penerbangan Ini Tawarkan Tes PCR dengan Harga Rp 285 Ribu

Yakni mulai Rp 285 ribu untuk tes PCR dan tes cepat antigen Rp 35 ribu di sejumlah fasilitas kesehatan mitra yang ditunjuk di sejumlah daerah.

[HOAKS atau FAKTA]: Empat Orang Alami Kelumpuhan Wajah Setelah Disuntik Vaksin Corona
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Empat Orang Alami Kelumpuhan Wajah Setelah Disuntik Vaksin Corona

Akun Instagram @geloranews mengunggah gambar tangkapan layar artikel di situs Gelora News yang berjudul “4 Orang Alami Kelumpuhan Wajah Setelah Disuntik Vaksin Corona” pada tanggal 10 Desember 2020.

Selebgram Syaima Salsabila Ditangkap Polisi karena Narkoba
Indonesia
Selebgram Syaima Salsabila Ditangkap Polisi karena Narkoba

Penyidik Satuan Reserse Narkoba Polres Jakbar berhasil meringkus selebgram Syaima Salsabila (24) terkait dugaan penyalahgunaan narkoba

Salat Tarawih di RSD WIsma Atlet Digelar dengan Protokol Kesehatan
Indonesia
Salat Tarawih di RSD WIsma Atlet Digelar dengan Protokol Kesehatan

Para jemaah juga membawa sajadah masing-masing

Kejagung Tetapkan Lagi Tiga Tersangka Korupsi Asabri, Seluruhnya Berstatus Narapidana
Indonesia
Kejagung Tetapkan Lagi Tiga Tersangka Korupsi Asabri, Seluruhnya Berstatus Narapidana

Tiga orang tersangka ini telah dilakukan penahanan dalam perkara lainnya

Jarak Luncur Awan Panas Gunung Merapi Makin Jauh
Indonesia
Jarak Luncur Awan Panas Gunung Merapi Makin Jauh

Bahaya lontaran material vulkanik bila terjadi letusan eksplosif kami perkirakan dapat menjangkau radius 3 kilometer dari puncak.

KPK Dalami Prosedur Internal Pengadaan Tanah di Sarana Jaya
Indonesia
KPK Dalami Prosedur Internal Pengadaan Tanah di Sarana Jaya

Ferra diperiksa sebagai saksi dalam penyidikan kasus dugaan korupsi terkait pengadaan tanah di Munjul, Kelurahan Pondok Ranggon, Kecamatan Cipayung, Kota Jakarta Timur, Provinsi DKI Jakarta.