Pemprov DKI Akan Lanjutkan Normalisasi Kali Ciliwung Pembongkaran bangunan di Kampung Pulo. (ANTARA FOTO/Reno Esnir)

Pemrov DKI Jakarta akan melanjutkan pembuatan sodetan Kali Ciliwung yang sempat tertunda. Saat ini, penundaan proyek normalisasi Ciliwung terjadi karena warga Bidara Cina belum mau direlokasi. Padahal, lahan seluas 1,35 hektare yang kini mereka tempati akan digunakan sebagai area pintu masuk air (inlet) dari Kali Ciliwung ke Kanal Banjir Timur.

Sekretaris Daerah (Sekda) DKI Jakarta Saefullah mengatakan, masih ada sisa lubang tinggal 1,2 kilometer lagi menunggu keputusan dari sidang gugatan class action oleh warga Bidara Cina.

"Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung-Cisadane (BBWSCC) menunggu keputusan class action. Begitu ada keputusan baru, ada kegiatan untuk mulai mengerjakan 1,2 kilometer dari Otista ujung sampai Kali Ciliwung," kata Saefullah di Balai Kota, Jakarta Pusat, Senin (3/4).

Menurutnya, cara seperti ini sangat penting karena solusi untuk mengatasi banjir Jakarta yang selama ini kerap melanda.

"Sodetan begitu megah dibuat, sayang kalau tidak diteruskan. Kalau Ciliwung meluap, air itu bisa dialirkan ke KBT. Hujan sebesar apa pun daya tampungnya masih oke. Masih kering beda dengan yang KBB (Kanal Banjir Barat), KBT juga bersih enggak ada gubuk-gubuk liar," tuturnya.

Seperti diketahui, Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur DKI Jakarta Sumarsono bersama jajaran Pemprov DKI Jakarta terkait serta BBWSCC menyusuri Sungai Ciliwung mulai dari wilayah Jembatan Gedong, Tanjung Barat, hingga ke Pintu Air Manggarai, Jakarta Selatan, Kamis (30/3), dalam rangka memperingati Hari Air Sedunia. (Abi)

Berita lain terkait banjir Jakarta di: Tak Ingin Kembali Banjir, Djarot Sambangi Warga Pejaten Timur



Zulfikar Sy

LAINNYA DARI MERAH PUTIH