Pemkot Yogyakarta Susun Buku Panduan Belajar Tatap Muka Kegiatan belajar mengajar. ANTARA/HO

MerahPutih.com - Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta tengah menyusun buku panduan pelaksanaan kegiatan belajar mengajar (KBM) tatap muka secara terbatas. Pembelajaran tatap muka direncakana mulai awal Januari 2021.

Buku panduan ini berisi Standar Operational Prosedur (SOP) serta sejumlah persyaratan yang harus dipenuhi sekolah dan orangtua yang ingin menerapkan KBM tatap muka terbatas.

Baca Juga

DPR Dukung Pembukaan Sekolah Tatap Muka di 2021

Wali Kota Yogyakarta, Haryadi Suyuti menjelaskan, jumlah peserta didik dibatasi maksimal 18 orang per kelas atau 50 persen dari total peserta didik dalam satu rombongan belajar.

Jam belajar pun dibatasi 1,5 jam hingga maksimal dua jam per hari. Jumlah mata pelajaran yang diajarkan juga dibatasi.

"Diprioritaskan untuk mata pelajaran yang akan diujikan dalam ujian sekolah, ujian daerah, maupun ujian nasional," kata Haryadi di Yogyakarta, Rabu (25/11)

Selain itu proses KBM tatap muka juga harus mendapat persetujuan dari orangtua siswa. Ortu yang setuju wajib mengisi dan menandatangani surat pernyataan kesediaan pembelajaran tatap muka.

Para siswa belajar tatap muka di sekolah. ANTARA/Mulyana
Para siswa belajar tatap muka di sekolah. ANTARA/Mulyana

Jika ortu tidak setuju, siswa boleh tetap belajar daring dari rumah. Pemkot juga mewajibkan sekolah tetap menjalankan sekolah daring untuk memfasilitasi siswa yang tidak bisa belajar tatap muka.

"Pada prinsipnya, sebagian besar kegiatan belajar mengajar tetap dilakukan secara daring. tetapi kemudian dibuat pengecualian dengan menyediakan layanan KBM tatap muka dengan aturan protokol kesehatan," katanya.

Pemkot menargetkan buku panduan selesai disusun akhir November. Kemudian akan disosialisasikan ke seluruh sekolah.

Sementara itu, Ketua Harian Satgas Penanganan COVID-19 Yogyakarta Heroe Poerwadi mengatakan KBM tatap muka secara terbatas akan mulai dilakukan di sekolah dasar dan sekolah menengah pertama. Kegiatan belajar di taman kanak-kanak dan pendidikan anak usia dini masih akan dilakukan via daring.

Sekolah yang ingin menerapkan belajar tatap muka harus melengkapi fasilitas pendukung penerapan protokol kesehatan paling lambat minggu kedua Desember. Kemudian Satuan Tugas Penanganan COVID-19 tingkat kecamatan akan mengecek kesiapan sekolah melaksanakan KBM tatap muka.

“Misalnya saja penyediaan thermogun, fasilitas cuci tangan, sistem pembelajaran, jumlah siswa dalam satu kelas, durasi pembelajaran dan banyak hal lainnya,” katanya.

Pemkot kemudian akan memutuskan sekolah mana yang dinyatakan siap dan memenuhi persyaratan. Sekolah diperbolehkan menjalankan belajar tatap muka jika sudah mengantongi verifikasi dari Pemkot Yogyakarta. (Teresa Ika/Yogyakarta)

Baca Juga

Pejabat Tertular COVID-19, Pemkot Yogyakarta Tutup Pelayanan Kantor Dinkes

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Infeksi Lokal Meningkat, Tiongkok Perketat Pembatasan di Dekat Beijing
Dunia
Infeksi Lokal Meningkat, Tiongkok Perketat Pembatasan di Dekat Beijing

Otoritas Tiongkok pada Rabu (6/1) menutup sejumlah area jalan layang yang membentang di Provinsi Hebei, yang mengelilingi Beijing.

Kompolnas Beberkan Sederet Tantangan Bagi Komjen Listyo Sigit
Indonesia
Kompolnas Beberkan Sederet Tantangan Bagi Komjen Listyo Sigit

Sementara program-program yang sudah baik dilakukan Kapolri terdahulu tetap harus dilanjutkan

Kadinkes DKI: 6,4 Juta Warga Sudah Divaksin
Indonesia
Kadinkes DKI: 6,4 Juta Warga Sudah Divaksin

"Sekarang DKI sudah bisa memvaksin 6,4 juta warga," ucap Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI, Widyastuti

DPR Nilai Sulit Atasi COVID-19 Jika Presiden Jokowi Sering Bimbang
Indonesia
DPR Nilai Sulit Atasi COVID-19 Jika Presiden Jokowi Sering Bimbang

"Kondisi ini sangat memprihatinkan Pak Presiden, jangan sampai pemerintah kembali bimbang yang risikonya semakin banyak kematian,” ungkap Sukamta dalam

Pegawai KPK Meninggal Karena COVID-19
Indonesia
Pegawai KPK Meninggal Karena COVID-19

Ferial meninggal pada usia 34 tahun

Densus 88 Temukan Buku FPI saat Geledah Rumah Terduga Teroris di Bekasi dan Jaktim
Indonesia
Densus 88 Temukan Buku FPI saat Geledah Rumah Terduga Teroris di Bekasi dan Jaktim

Densus 88 turut menyita baju dan buku bertuliskan organisasi masyarakat yang telah dilarang pemerintah, Front Pembela Islam (FPI).

Jokowi Tidak Mau Dengar Lagi Ada Pejabat Terima Suap
Indonesia
Jokowi Tidak Mau Dengar Lagi Ada Pejabat Terima Suap

COVID-19 tidak boleh menghentikan upaya pemerintah untuk melakukan reformasi struktural.

Cerita Cinta Istri Muda di Balik Kasus Suap Bansos
Indonesia
Cerita Cinta Istri Muda di Balik Kasus Suap Bansos

"Sifat jahat dari MJS semakin terlihat ketika memindah semua uang yang dia minta dari vendor ke rumahnya bersama Daning Saraswati di Komplek Yara E5-7 Jakarta Gardenia City Cakung. Tentu saja ada uang yang dia sengaja bawa ke Bandung ke rumah istri tuanya," imbuh Maqdir.

Moeldoko: UU Cipta Kerja Berorientasi Masa Depan
Indonesia
Moeldoko: UU Cipta Kerja Berorientasi Masa Depan

Banyak tokoh belum memahami isi Undang-Undang Cipta Kerja, namun sudah menolak undang-undang tersebut.

Camat Johar Baru Ungkap Kendala Atas Banjir di Wilayahnya
Indonesia
Camat Johar Baru Ungkap Kendala Atas Banjir di Wilayahnya

Camat Johar Baru, Nurhelmy Fitriyani mengungkapkan, kendala untuk mengatasi banjir di wilayahnya.