Pemkot Tangerang Tegur RS Yang Minta Biaya Ambulans Rp 15 Juta ke Korban COVID-19 Kepala Dinas Kesehatan Pemkot Tangerang, Liza Puspadewi (Foto: antaranews)

MerahPutih.Com - Pemerintah Kota Tangerang telah melayangkan surat teguran kepada Tangerang Ambulance Service karena memungut biaya sebesar Rp15 juta untuk akomodasi jenazah korban Covid-19.

"Pemerintah Kota Tangerang sudah membuat surat teguran kepada rumah sakit yang tidak menyepakati aturan yang disampaikan sejak bulan Maret 2020," kata Kepala Dinas Kesehatan Pemkot Tangerang, Liza Puspadewi dalam keterangan tertulis, Rabu (15/4).

Baca Juga:

Lebih dari 36 Ribu Sampel dari 196 Kabupaten dan Kota Diperiksa Terkait COVID-19

Pemkot Tangerang melalui Dinas PUPR dan Dinas Kesehatan telah menyampaikan kepada seluruh rumah sakit di Kota Tangerang bahwa biaya pemakaman dan mobil jenazah korban COVID-19 tidak dipungut biaya atau gratis. Bahkan saat ini sudah menyiapkan peti jenazah sebanyak 23 unit di 10 rumah sakit.

Pemkot Tangerang tegur pihak RS yang minta uang 15 juta untuk ambulans jenazah Covid-19
Kadinkes Kota Tangerang Liza Puspadewi (Foto: antaranews)

Untuk itu, Pemkot Tangerang memberitahu apabila ada keluarga atau kerabatnya yang meninggal akibat COVID-19 dapat segera menghubungi layanan gawat darurat yang telah disiapkan.

"Pihak keluarga bisa menghubungi layanan gawat darurat 112 yang siap sedia 24 jam dan UPT pemakaman pada nomor telepon 0812-1028-6992," kata Liza.

Baca Juga:

Yurianto Sebut 446 Pasien Sembuh dari COVID-19

Untuk diketahui, keluarga korban jiwa COVID-19 harus merogoh kocek sebesar Rp 15 juta untuk membayar jasa ambulans. Pasien yang meninggal tersebut berstatus orang dalam pemantauan (ODP) COVID-19 yang meninggal pada 7 April 2020.(Pon)

Baca Juga:

Sebanyak 81 Pasien Corona di Jawa Timur Dinyatakan Sembuh

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
PAN Minta Perubahan Perda RDTR-PZ Perhatikan Tempat Ibadah dan Sekolah
Indonesia
PAN Minta Perubahan Perda RDTR-PZ Perhatikan Tempat Ibadah dan Sekolah

Fraksi PAN DPRD meminta Bapemperda dan Pemprov untuk memerhatikan tempat ibadah dan sekolah dalam pembuatan Peraturan Daerah (Perda) Rencana Detail Tata Ruang (RDTR).

Kerja di Klinik Aborsi, Cleaning Service Ini Punya Rekening Rp881 Juta
Indonesia
Kerja di Klinik Aborsi, Cleaning Service Ini Punya Rekening Rp881 Juta

Berdasarkan hasil pendalaman terhadap Jainatun (51), klinik tersebut telah meraup untung Rp 800 juta lebih selama beroperasi.

Berantas Paham Radikalisme dan Terorisme, Kepala BNPT Datangi Ulama Hingga Pesantren
Indonesia
Berantas Paham Radikalisme dan Terorisme, Kepala BNPT Datangi Ulama Hingga Pesantren

Ia optimis dukungan alim ulama di Nusa Tenggara Barat dapat menjadi fondasi kuat BNPT

Menko Luhut Pastikan Vaksinasi Nasional COVID-19 Dimulai Rabu
Indonesia
Menko Luhut Pastikan Vaksinasi Nasional COVID-19 Dimulai Rabu

Dampak vaksinasi ini diprediksi akan mulai kelihatan dalam tiga bulan ke depan.

David Cahyadi Beberkan Bukti bahwa Tuduhan Sunan Kalijaga Tidak Benar
Indonesia
David Cahyadi Beberkan Bukti bahwa Tuduhan Sunan Kalijaga Tidak Benar

David Cahyadi memastikan informasi yang dilaporkan Sunan Kalijaga tidak benar.

Kegiatan Belajar Mengajar di Sekolah Belum Dibuka saat PSBB Transisi DKI
Indonesia
Kegiatan Belajar Mengajar di Sekolah Belum Dibuka saat PSBB Transisi DKI

Dinas Pendidikan DKI Jakarta menegaskan pihaknya belum memberi izin bagi pembelajaran tatap muka di sekolah.

Pemprov DKI Bakal Gelar Operasi Yustisi Libur Natal dan Tahun Baru
Indonesia
Pemprov DKI Bakal Gelar Operasi Yustisi Libur Natal dan Tahun Baru

Masyarakat Jakarta diminta untuk tidak pergi keluar kota saat libur panjang akhir tahun

Tak Pakai Masker di Yogyakarta, Siap-siap Didenda Rp100 Ribu
Indonesia
Tak Pakai Masker di Yogyakarta, Siap-siap Didenda Rp100 Ribu

Pemkot tengah membentuk tim atau satuan tugas penegakan hukumnya.

Geram Jokowi Berujung Pencopotan Dua Jenderal Polisi
Indonesia
Geram Jokowi Berujung Pencopotan Dua Jenderal Polisi

Kompolnas menilai pencopotan Kapolda Metro Jaya dan Kapolda Jawa Barat menjadi pelajaran bagi anggota kepolisian lain dalam melaksanakan protokol kesehatan.

Hotman Paris Sebut Kasus Raibnya Uang Atlet eSports Berlangsung Sejak Mei 2020
Indonesia
Hotman Paris Sebut Kasus Raibnya Uang Atlet eSports Berlangsung Sejak Mei 2020

Jadi, dia menjelaskan bahwa kasus raibnya Rp22 miliar uang nasabah bukanlah kasus baru, melainkan sudah bergulir selama 6 bulan.