Pemkot Tangerang Kendalikan Kenaikan Harga Bahan Pokok

Alwan Ridha RamdaniAlwan Ridha Ramdani - Senin, 13 November 2023
Pemkot Tangerang Kendalikan Kenaikan Harga Bahan Pokok
Program Belanja Gampang (Si Jampang) yang berkeliling mendatangi 13 kecamatan. ANTARA/HO-Pemkot

MerahPutih.com - Serangkaian tindakan dilakukan untuk mengendalikan kenaikan harga bahan pokok seperti membuat kebijakan pasar murah yang dilakukan Pemerintah Kota Tangerang, Banten.

Pasar murah dilakukan menghadapi kondisi harga bahan pokok yang mengalami peningkatan signifikan seperti beras, minyak goreng, gula, cabai dan daging.

Baca Juga:

Mendagri Ancam Copot Penjabat Kepala Daerah yang Tak Mampu Atasi Inflasi

"Berbagai upaya terus dilakukan untuk mengatasi harga bahan pokok yang trennya mulai melonjak atau mahal," kata Wali Kota Tangerang Arief R Wismansyah.

Ia menjelaskan, kenaikan bahan pokok disebabkan oleh berbagai faktor seperti anomali cuaca, kenaikan biaya produksi, serta masalah distribusi atau kelangkaan barang.

Pemkot, kata ia, telah dan terus menghadirkan program untuk meringankan harga pangan yang melonjak di Indonesia, tak terkecuali di Kota Tangerang.

Ia mengatakan, dampak kenaikan harga bahan pokok ini tentu dapat menimbulkan masalah ekonomi dan inflasi yang berdampak pada masyarakat. Apalagi inflasi di Kota Tangerang sebelumnya secara umum mengalami kenaikan.

Ia menegaskan, dalam upaya meringankan tekanan inflasi, Pemerintah Kota Tangerang telah bekerjasama dengan pemangku kepentingan seperti Badan Urusan Logistik (Bulog) dan Perusahaan Daerah (PD) Pasar.

"Kami hadirkan program pasar murah, Program Belanja Gampang (Si Jampang) yang berkeliling mendatangi 13 kecamatan, sehingga masyarakat tidak kesulitan dalam mendapatkan bahan pokok yang dibutuhkan dengan harga terjangkau," katanya,

Wali Kota Arief mengatakan, untuk menjaga stabilitas ekonomi serta terus meningkatkan kesejahteraan sosial masyarakat di Kota Tangerang, Pemkot juga senantiasa memantau kondisi ekonomi atau harga pasar secara berkala.

Sistem Harga Komoditas Pasar Tradisional melansir Program Pasar Murah, dan juga 940 Warung Qta yang tersebar di 13 kecamatan sebagai upaya stabilisasi harga barang.

"Inflasi tetap aman dan ke depan ketidakstabilan harga barang dapat terkendali," kata Wali Kota Arief.

Ia menegaskan, Pemkot Tangerang akan terus bekerja sama serta mengevaluasi setiap langkah agar inflasi senantiasa terkendali.

"Kolaborasi antara Pemkot dan pemangku kepentingan terkait akan membawa dampak positif bagi masyarakat Kota Tangerang dan membantu mengatasi tantangan kenaikan harga bahan pokok serta inflasi," ungkapnya . (*)

Baca Juga:

Pasar Murah Bikin Inflasi Kota Bandung Terendah di Jawa Barat

#Harga Bahan Pokok #Inflasi #Pemulihan Ekonomi #Ekonomi Indonesia
Bagikan
Bagikan