Pemkot Surabaya Bangun RS Khusus COVID-19 di Area Mal Cito Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Surabaya, Whisnu Sakti Buana bersama Kadinkes Surabaya, Febria Rachmanita meninjau kesiapan operasional rumah sakit COVID-19 di area Mal City of Tomorrow (Cito) Surabay

MerahPutih.com - Pemerintah Kota Surabaya akan membangun rumah sakit khusus penanganan dan perawatan pasien COVID-19 di area mal City of Tomorrow (Cito) Surabaya.

Langkah ini ditempuh dikarenakan tingkat hunian di rumah sakit pasien COVID-19 di Surabaya rata-rata hampir penuh. Rumah sakit di mal ini ditargetkan bakal beroperasi 18 Februari 2021 dengan sistem penyekatan dengan area mal.

Baca Juga

Lahan Makam Jenazah COVID-19 Penuh, BPIP Minta Warga Taat Prokes

Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Surabaya, Whisnu Sakti Buana bersama Kepala Dinas Kesehatan Surabaya, Febria Rachmanita melakukan peninjauan langsung kesiapan operasional rumah sakit COVID-19 baru tersebut.

"Kita harus lihat situasinya, baik secara medis dan secara aturan itu betul-betul terpenuhi prinsipnya," ujar Whisnu usai meninjau pembangunan rumah sakit COVID-19, Kamis, (28/1).

Jika rumah sakit tersebut resmi beroperasi, akan mampu mendukung penanganan COVID-19 di Kota Surabaya. Khususnya bagi pasien COVID-19 dengan gejala sedang hingga berat.

Dalam dua minggu terakhir ruangan ICU (Intensive Care Unit) untuk pasien COVID-19 di rumah sakit Surabaya mencapai 100 persen.

"Saya tanya ini kalau buka rumah sakit khusus COVID-19 berapa ICU-nya. Sebenarnya dijanjikan (pengelola) ada 16 (ICU), tapi yang ready nanti dalam waktu dekat 8 ICU," tutur Whisnu.

Dari paparan pihak pengelola rumah sakit, jumlah kamar dengan single bed yang ready sebanyak 105 unit. Bahkan, kapasitas kamar di rumah sakit masih bisa ditambah sesuai kebutuhan nantinya. "Tapi bisa up (naik) sampai 186. Dengan 8 ICU bisa nambah hingga 16 ICU," terang Whisnu.

Salah satu yang menjadi catatannya dalam tinjauan kali ini adalah akses keluar-masuk rumah sakit agar tidak bercampur dengan pengunjung di mal.

"Kalau pintu keluar mal masih ada sedikit bersentuhan dengan rumah sakit, itu kalau bisa digeser ya digeser. Jadi bisa terpisah antara mal dengan rumah sakit," papar Whisnu.

Balai Kota Surabaya. (Foto: Humas Kota Surabaya)
Balai Kota Surabaya. (Foto: Humas Kota Surabaya)

Di sisi lain, Whisnu menuturkan, konsep pembangunan rumah sakit di perbatasan pintu masuk Surabaya ini cukup bagus. Sebab, warga dari luar kota yang akan berobat ke Surabaya tak harus masuk ke tengah kota.

Data dari Dinkes Surabaya, Bed Occupancy Rate (BOR) di rumah sakit Surabaya sebelumnya sempat penuh. Hal ini bertujuan agar rumah sakit di Surabaya tak hanya menampung pasien COVID-19 dari dalam kota. Meski saat ini kapasitas BOR ICU di rumah sakit Surabaya turun 90 persen dan BOR non ICU turun 73 persen.

"50 persen dari luar kota. Otomatis keluarga (pasien) juga masuk ke kota kita. Nah, kalau bisa dicegah dari perbatasan, itu bisa lebih bagus lagi," kata Whisnu.

Sementara itu, pihak pengelola optimistis rumah sakit COVID-19 ini memenuhi syarat dan prosedur baik secara medis maupun bangunan.

"Kita mendukung pemerintah kota, kami harapkan kita bisa bekerjasama support pemerintah menyediakan (rumah sakit) ini," ungkap Direktur Siloam Hospital Group, Dr Anang Prayudi.

Saat ini, ia mengaku masih memanfaatkan tiga lantai untuk kebutuhan fasilitas pelayanan kesehatan (Fasyankes) di rumah sakit. Jika nanti kebutuhan kamar pasien COVID-19 masih dibutuhkan, ia menyatakan akan menambah di lantai atasnya.

Baca Juga

Langgar Prokes, 38 Perusahaan di Jaksel Dapat Sanksi

Untuk tenaga kesehatan yang saat ini tengah disiapkan berjumlah 96 orang. Sementara yang siap digunakan tiga lantai. "Kalau tadi yang disebut Pak Walikota, kami ready 186 bed, sebab tinggal mengadopsi ke lantai atas-atas itu," pungkas Anang.

Rumah sakit baru pasien COVID-19 terletak di perbatasan pintu masuk Surabaya-Sidoarjo, tepatnya kawasan Bundaran Waru Surabaya atau dikenal area Mal City Of Tomorrow atau Cito Surabaya. (Andika/Jawa Timur)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Riset Temukan Sakit Mata Jadi Gejala Baru COVID-19
Dunia
Riset Temukan Sakit Mata Jadi Gejala Baru COVID-19

Berbagai gejala mata yang mengindikasikan konjungtivitis dalam kaitannya dengan COVID-19

2 Tenaga Kesehatan di Indramayu Terkonfirmasi Positif COVID-19
Indonesia
2 Tenaga Kesehatan di Indramayu Terkonfirmasi Positif COVID-19

Dengan penambahan 3 kasus baru ini, sampai dengan hari Sabtu (20/06/2020) jam 14.00 WIB, yang telah terkonfirmasi positif di Kabupaten Indramayu sebanyak 29 orang.

Kemenkumham Didesak Percepat Pengkajian Status Kewarganegaraan Orient P Riwu
Indonesia
Kemenkumham Didesak Percepat Pengkajian Status Kewarganegaraan Orient P Riwu

Mendagri telah menunjuk Sekretaris Daerah sebagai pelaksana harian Bupati Sabu Raijua

PMKS Tanah Abang Ditemukan Meninggal dengan Gejala COVID-19
Indonesia
PMKS Tanah Abang Ditemukan Meninggal dengan Gejala COVID-19

Kawasan Pasar Tanah Abang memang mendapat perhatian serius dari aparat terkait penyebaran virus COVID-19.

Pemerintah Harus Yakinkan Masyarakat Pilkada Bebas COVID-19
Indonesia
Pemerintah Harus Yakinkan Masyarakat Pilkada Bebas COVID-19

Pentingnya penerapan protokol kesehatan dalam perhelatan Pilkada Serentak yang digelar 9 Desember 2020.

DKI Jakarta Tawarkan Berbagai Proyek ke Investor Singapura
Indonesia
DKI Jakarta Tawarkan Berbagai Proyek ke Investor Singapura

Provinsi DKI Jakarta merupakan provinsi yang sangat istimewa dan tidak asing bagi investor Singapura.

Polda Metro Jaya Jadwal Ulang Pemeriksaan Haikal Hassan
Indonesia
Polda Metro Jaya Jadwal Ulang Pemeriksaan Haikal Hassan

Sekretaris Habib Rizieq Shihab Center ini dimintai klarifikasi terkait pengakuannya yang bermimpi telah bertemu Rasulullah SAW.

Pemerintah Diingatkan Soal Efek Domino PPN Sembako dan Pendidikan
Indonesia
Pemerintah Diingatkan Soal Efek Domino PPN Sembako dan Pendidikan

Yustinus menyatakan RUU KUP harus didiskusikan di masa pandemi COVID-19 sebagai upaya mempersiapkan Indonesia menyambut peluang setelah krisis kesehatan ini berakhir.

PPDB DKI Tuai Polemik, DPRD DKI Usul Bentuk Pansus
Indonesia
PPDB DKI Tuai Polemik, DPRD DKI Usul Bentuk Pansus

Bahkan, kata Baco, Pemprov DKI hingga kini belum menemukan solusi polemik PPDB ini.