Pemkot Solo Siapkan Tiga Tempat Karantina Khusus ODP Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Wabah Covid-19 Ahyani. (MP/Ismail)

Merahputih.com - Pemerintah Kota (Pemkot) Solo, Jawa Tengah menyiapkan tiga tempat karantina khusus bagi warga berstatus orang dalam pemantauan (ODP) yang kesulitan melakukan karantina mandiri di rumah.

Ketiga lokasi tersebut, yakni Dalem Joyokusuman, Kelurahan Gajahan, Kecamatan Pasar Kliwon; Dalem Priyosuhartan di Kelurahan Laweyan, Kecamatan Laweyan, dan Gedung Pertemuan Graha Wisata Niaga di Kelurahan Sriwedari, Kecamatan Laweyan.

Baca Juga:

Waspadai Perampokan Bermodus Penyemprotan Disinfektan

"Kami sudah cek lokasi, ketiga tempat itu layak digunakan untuk warga berstatus ODP," ujar Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Wabah Covid-19 Ahyani kepada merahputih.com, Selasa (31/3).

Ahyani mengatakan, dua lokasi tersebut yakni di Dalem Joyokusuman dan Dalem Priyosuhartan diperuntukkan untuk warga Solo yang berstatus ODP. Sedangkan yang di Graha Wisata Niaga khusus untuk pemudik asal Solo yang habis pulang dari daerah zona merah COVID-19.

 Petugas Pemkot Solo melakukan penyemprotam disinfektan di sekolah. (MP/Ismail)
Petugas Pemkot Solo melakukan penyemprotam disinfektan di sekolah. (MP/Ismail)

"Kami pastikan total kapasitas ketiga tempat karantina sebanyak 226 orang, dengan rincian, sebanyak 69 orang di Dalem Joyokusuman, 35 orang di Dalem Priyosuhartan dan 122 orang pemudik di Graha Wisata Niaga," papar dia.

Ketiga lokasi karantina COVID-19 ini, kata dia, akan segera direnovasi dan siap digunakan sebagai tempat karantina dalam sepekan ke depan. Penyiapan tempat karantina khusus untuk ODP sendiri dilakukan sebagai upaya memutus mata rantai penyebaran.

Baca Juga:

Pemprov DKI: 17.534 Orang Rapid Test, 282 Dinyatakan Positif Corona

Disinggung mengenai anggaran yang digunakan, Ahyani mengatakan, merupakan hasil efisiensi dan pengalihan dana APBD, APBD Provinsi maupun APBN dengan total dana senilai Rp49 miliar. Dana sebesar itu paling banyak terserap untuk pengadaan sembako bagi 40.000 KK dengan total Rp10 miliar, dengan asumsi satu KK mendapatkan sembako seharga Rp250.00.

"Warga miskin yang terdampak COVID-19 kami bantu sembako," kata dia. (Ism)

Baca Juga:

Anies Godok Skema Bantuan bagi Terdampak Corona Bersama Pusat


Tags Artikel Ini

Zulfikar Sy

LAINNYA DARI MERAH PUTIH