Pemkot Solo Pantau Ketat Kesehatan Puluhan Peserta Ijtima Ulama Gowa Ketua Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Solo Ahyani, Senin (13/4). (MP/Ismail)

MerahPutih.com - Ketua Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Solo Ahyani mengungkapkan, sebanyak puluhan peserta Ijtima Ulama Dunia di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan asal Solo diawasi ketat kesehatannya.

Hal itu dilakukan menyusul banyak peserta Ijtima Ulama di Soloraya seperti Kabupaten Karanganyar dan Kabupaten Klaten, Jawa Tengah dinyatakan positif COVID-19. Bahkan, sampai ada peserta Ijtima Ulama yang meninggal dunia terpapar COVID-19.

Baca Juga:

Permenhub Terkait Ojol Dianggap Berbahaya dan Terkesan Plin-Plan

"Kami langsung tetapkan ODP (orang dalam pemantauan) terhadap puluhan peserta Ijtima Ulama asal Solo usai pulang ke Solo tanggal 25 Maret lalu," ujar Ahyani, Senin (13/4).

Ahyani mengatakan, peserta Ijtima Ulama asal Solo diminta juga menjalani karantina mandiri selama 14 hari. Masa karantina saat ini sudah habis pada tanggal 8 April.

"Pemantauan tetap kita lakukan mengingat banyak peserta lainnya dari daerah lain yang positif COVID-19," kata dia.

Ilustrasi: Wali Kota Solo FX Hadi Rudyatmo mengecek kedatangan pemudik dari santri Ponpes Gontor yang baru saja tiba di Solo, Jawa Tengah, Senin (13/4). (MP/Ismail)
Ilustrasi: Wali Kota Solo FX Hadi Rudyatmo mengecek kedatangan pemudik dari santri Ponpes Gontor yang baru saja tiba di Solo, Jawa Tengah, Senin (13/4). (MP/Ismail)

Ia mengatakan, pihaknya sudah melakukan penelusuran sejak kepulangan para peserta Itjima Gowa beberapa waktu lalu. Hasil pemantauan Dinas Kesehatan Kota (DKK) Solo puluhan peserta Ijtima Ulama asal Solo kondisinya sehat semua.

"Sampai saat ini belum ada gejala. Pemantauan dan pengawasan tidak hanya kami lakukan terkait perkembangan kesehatan, tetapi juga mobilitas untuk memastikan mereka tertib melakukan karantina mandiri," kata dia.

Baca Juga:

Pemprov Banten dan Jawa Barat Terapkan PSBB, Komnas HAM Kirimkan Surat Rekomendasi

Sementara itu, terkait perkembangan COVID-19 di Solo pada tanggal 13 April untuk pasien terkonfirmasi positif belum ada perubahan. Dimana lima orang dinyatakan positif COVID-19, dengan rincian dua dirawat, satu sembuh dan dua meninggal dunia. Sedangkan untuk PDP sebanyak 62 orang, terdiri dari 17 orang dirawat, sembuh 33 orang dan meninggal dunia 12 orang.

“Untuk ODP ada 367 orang, yang dirawat inap di rumah sakit sebanyak enam orang, rawat jalan rumah sakit 195 orang dan 166 orang rawat jalan Puskesmas," kata Ahyani. (Ism)

Baca Juga:

Pemerintah Siapkan Rp10 Triliun untuk Program Padat Karya Tunai di Perdesaan


Tags Artikel Ini

Zulfikar Sy

LAINNYA DARI MERAH PUTIH