Pemkot Solo Datangkan Kereta Uap dari TMII Jakarta Dijadikan Kereta Wisata Kereta uap kuno buatan Jerman akan jadi kereta wisata oleh Pemkot Solo (MP/Ismail)

MerahPutih.Com - Pemkot Solo, Jawa Tengah mendatangkan lokomotif kereta uap kuno buatan Jerman 1921 dari Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta untuk difungsikan sebagai kereta wisata.

Kereta uap tersebut siap dioperasikan setelah sebelumnya dilakukan restorasi selama hampir setahun oleh PT KAI di Balai Yasa Yogyakarta. Kedatangan lokomotif kereta uap kuno baru ini, Pemkot Solo kini memiliki dua kereta uap untuk wisata.

Baca Juga:

KPU Solo Launching Kereta Uap Kluthuk Jaladara Sebagai Maskot Pilwakot Solo 2020

Sebelumnya, Pemkot Solo sudah punya ketera uap untuk wisata dengan nama Sepur Kluthuk Jaladara buatan Jerman 1896.

"Lokomotif buatan Jerman tahun 1921 itu senarnya sudah didatangkan Pemkot Solo pada November 2016. Namun, lokomotif tua itu harus direstorasi terlebih dahulu agar bisa digunakan," ujar Kepala PT KAI Daop 6 Yogyakarta Eko Purwanto di Stasiun Purwosari, Jawa Tengah, Kamis (6/2).

Kepala KAI Daop 6 Yogyakarta Eko Purwanto
Kepala PT KAI Daop 6 Yogyakarta Eko Purwanto, Kamis (6/2). (MP/Ismail)

Eko mengatakan restorasi sempat terkendala masalah suku cadang dan minimnya teknisi yang memahami kereta tua. Akhirnya PT KAI mendatangkan sejumlah teknisi yang sudah pensiun untuk menanganinya.

"Sparepart paling susah dicari. Kami carikan ke loko uap yang lain ternyata ada. Pabrik di Jerman asal lokomotif dibuat sudah tidak produksi sparepart. Kami carikan dalam negeri akhirnya ada," tutur dia.

Ia menjelaskan lokomotif sepanjang 12,65 meter itu mulai digarap di Balai Yasa Yogyakarta pada 18 April 2019. Pengerjaan rampung dan diuji coba pada 5 November 2019. Perbaikan menghabiskan dana sekitar Rp2 miliar.

"Ya hari ini (Kamis) lokomotif jenis D1410 - Ex SS 1410 kami bawa dari Stasiun Lempuyangan Yogyakarta ke Stasiun Purwosari Solo. Berangkat pukul 09.25 WIB, kereta tiba pukul 15.30 WIB," papar dia.

Selama perjalanan Yogyakarta-Solo lokomotif berjalan tanpa bantuan dengan kecepatan 20 km/jam hingga beristirahat di Klaten. Dari Klaten, lokomotif dibantu didorong kereta servis sampai ke Solo untuk menghemat waktu.

"Untuk memanasi bahan bakar lagi butuh tiga jam, sehingga kita putuskan dibantu didorong sampai ke Solo tiba dengan selamat," kata dia.

Kereta uap kuno didatangkan dari TMII untuk jadi kereta wisata di Solo
Lokomotif kereta uap kuno buatan Jerman 1921 tiba di Stasiun Purwosari, Solo, Jawa Tengah, Kamis (6/2). (MP/Ismail)

Koordinator restorasi, Suharyanto, menegasjan lokomotif siap beroperasi. Meskipun, dalam pengoperasian perdana hari ini masih terdapat kendala.

"Kecepatan maksimal lokomotif ini 70km/jam. Saat perjalanan mendadak gelas duga di kanan itu mulai meragukan kinerjanya karena itu kan sebagai pedoman kita untuk keselamatan ketel. Saya putuskan api dikeluarkan. Kalau tidak, lokomotof bisa meledak," kata Suharyanto.

Baca Juga:

Kereta Wisata Sepur Klutuk Jaladara Sering Mogok, Pemkot Solo Segera Mendatangkan Kereta Uap TMII

Ia menambahkan lokomotif kereta uap ini buat oleh Hanomag Hannover, Linden. Jerman dengan nomor pembuatan 9653. Sedangkan ahun pembuatan 1921, panjang 12.650 mm, Lebar 3.000 mm, tinggi maksimum 3.780 mm, lebar sepur 1.067 mm, dan diameter roda 1.106 mm.

"Bahan bakar utama lokomotif kuno adalah kayu jati dan batu bara. Depo Induk terakhir Jatinegara, Jakarta. Terakhir dugunakan sebagai kendaraan dinas rute Jakarta-Bogor-Sukabumi," pungkasnya.(*)

Berita ini ditulis berdasarkan laporan Ismail, reporter dan kontributor merahputih.com untuk wilayah Jawa Tengah.

Baca Juga:

Sepur Kluthuk Jaladara, Kereta Uap Susuri kota Solo



Eddy Flo

LAINNYA DARI MERAH PUTIH