Pemkot Solo Bakal Angkat 1.000 Pegawai Honorer Jadi Tenaga PPPK Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka melantik ASN yang dinutasi, Jumat (3/6). (MP/Ismail)

MerahPutih.com - Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, Tjahjo Kumolo, mengimbau para pejabat pembina kepegawaian (PPK) instansi pemerintah untuk menentukan status kepegawaian pegawai non-ASN (non-PNS, non-PPPK, dan eks-tenaga honorer Kategori II) paling lambat 28 November 2023.

Hal ini tertuang dalam surat MenPAN-RB No. B/185/M.SM.02.03/2022 perihal Status Kepegawaian di Lingkungan Instansi Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah.

Baca Juga:

Menpan Tjahjo: Tenaga Honorer Dibolehkan dengan Pola Outsourcing

Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Solo, Dwi Ariyatno, angkat suara dengan menegaskan Pemkot Solo sudah menyiapkan formulasi untuk mengatasi persoalan nasib 3.800 tenaga honorer Pemkot Solo.

"Data kami ada 3.800 tenaga honorer Pemkot Solo. Kita akan bergerak mulai cepat secara bertahap mencarikan solusi untuk menentukan nasib mereka," ujar Dwi, Minggu (5/6).

Dikatakan, pihaknya menyiapkan skenario alih status para tenaga honorer itu menjadi pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK). Namun, itu hanya memberikan peluang pada tenaga profesi formasi guru dan tenaga kesehatan.

"Perhitungan kami ada 1.000 tenaga profesi formasi guru dan tenaga kesehatan honorer. Kita akan alihkan menjadi tenaga PPPK," kata dia.

Namun demikian, pengalihan status tenaga honorer ke PPPK dilakukan secara seleksi tertutup atau terbatas. Sementara itu, untuk 2.800 pegawai honorer lain, yang berposisi tenaga keamanan dan petugas sampah, status mereka tetap sebagai tenaga honorer yang harus dihapuskan.

Kepala BKPSDM Solo, Dwi Ariyatno. (MP/Ismail)

"Dampaknya kalau itu dihapuskan, maka kami pastikan pelayanannya akan berhenti. Kami coba membuat format alih status bagi mereka, agar tetap bisa bekerja di lingkungan Pemkot Solo," papar dia.

Ia menambahkan, Pemkot bisa saja menjadikan mereka sebagai pegawai tenaga kontrak dengan perjanjian kerja (TKPK), tapi bukan sebagai pegawai pemerintah.

"Kalau 2.800 ini kita angkat jadi pegawai outsourcing, jelas akan membebani APBD. Sebab outsourcing tidak bisa lepas dari keterlibatan penyedia jasa tenaga kerja," ucap dia.

Menurutnya, keterlibatan perusahaan penyedia tenaga outsourcing itu mengharuskan Pemkot Solo membayar biaya tambahan.

"Jelas kita tidak ingin APBD dibebani untuk membayar tenaga outsourcing pada penyedia jasa. Terlebih tenaga honorer di Pemkot Solo mendapatkan fasilitas gaji UMK dan BPJS Kesehatan," tandasnya. (Ismail/Jawa Tengah)

Baca Juga:

Gaji Lebih Kecil Dibanding Guru PPPK, Pemprov Sulsel Bolehkan Kepsek Rekrut Honorer

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Wagub DKI Yakin Pembangunan Sirkuit Formula E Rampung Tepat Waktu
Indonesia
Wagub DKI Yakin Pembangunan Sirkuit Formula E Rampung Tepat Waktu

Wakil Gubernur (Wagub) DKI Jakarta, Ahmad Riza Patria menyakini lintasan Formula E yang akan dibangun di Ancol akan selesai tepat waktu.

Vaksinasi Anak 6-11 Tahun di Jakpus Lebih dari 80 Persen
Indonesia
Vaksinasi Anak 6-11 Tahun di Jakpus Lebih dari 80 Persen

Harapan besarnya dengan vaksinasi yang menyeluruh pandemi bisa segera berakhir

Bupati Minta Warganya Tak Mudik dan Gelar Event Saat Libur Nataru
Indonesia
Bupati Minta Warganya Tak Mudik dan Gelar Event Saat Libur Nataru

Sebelumnya memang sempat naik karena klaster takziah dan home industri tahu

Gubernur Papua Lukas Enembe Dicekal ke Luar Negeri
Indonesia
Gubernur Papua Lukas Enembe Dicekal ke Luar Negeri

Dirinya pun dicekal ke luar negeri

PDIP Tegaskan Dukung Isu dan Program Jokowi Saat Presidensi G20
Indonesia
PDIP Tegaskan Dukung Isu dan Program Jokowi Saat Presidensi G20

PDIP pun mengajak masyarakat untuk merawat lingkungan, membangun sikap peduli kelestarian alam, dan menjaga kebersihan.

Presiden Filipina Ingin Lihat Produk Asli Indonesia, Jokowi Ajak Jalan ke Sarinah
Indonesia
Presiden Filipina Ingin Lihat Produk Asli Indonesia, Jokowi Ajak Jalan ke Sarinah

Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) dengan antusias mengajak Presiden Ferdinand Romualdez Marcos Jr dan Ibu Negara Filipina Louise Araneta Marcos melihat produk-produk asli Indonesia.

Jakarta Diperkirakan Tanpa Hujan Sepanjang Hari Ini
Indonesia
Jakarta Diperkirakan Tanpa Hujan Sepanjang Hari Ini

Kota Bekasi dan Kota Depok diprediksi akan cerah berawan pada pagi hari dan berawan di sisa harinya

PSI Kritik Komunikasi Pemprov DKI dengan Pempus soal Aturan PTM di Tengah Pandemi
Indonesia
PSI Kritik Komunikasi Pemprov DKI dengan Pempus soal Aturan PTM di Tengah Pandemi

Anggota Fraksi PSI DPRD DKI, Anggara Wicitra Sastroamidjojo mengungkapkan, Pemprov seharusnya dapat berkomunikasi lebih cepat dengan pemerintah pusat. Sehingga, mempunyai formula baru dalam menyikapi Omicron di tengah sekolah tatap muka.

Jokowi Pamerkan Keberhasilan Ungkap Kasus Korupsi Besar
Indonesia
Jokowi Pamerkan Keberhasilan Ungkap Kasus Korupsi Besar

Jokowi juga memamerkan Skor Indeks Persepsi Korupsi versi Transparansi Internasional. Skor bagi Indonesia naik dari 37 menjadi 38 pada 2021.

Klaster PTM di Solo Bertambah, 46 Siswa Dinyatakan Positif COVID-19
Indonesia
Klaster PTM di Solo Bertambah, 46 Siswa Dinyatakan Positif COVID-19

Satgas COVID-19 Solo, Jawa Tengah, mencatat adanya penambahan kasus COVID-19 di kalangan pelajar sebanyak 46 siswa dan guru.