Pemkot Bandung Kejar Target 2,3 Juta Vaksinasi Vaksinasi massal yang diselenggarakan oleh Landmark Residence Istana Group, Jalan Industri, Bandung, Sabtu (26/6). (Humas Kota Bandung)

MerahPutih.com - Pemerintah Kota Bandung mengejar target 2,3 juta vaksinasi COVID-19 sebagai upaya percepat kekebalan kelompok. Hal itu membuat Pemkot tidak membatasi warga luar kota Kembang untuk ikut vaksinasi.

Hingga kini, Pemkot Bandung baru mencapai 96 persen dari total vaksinasi awal sebanyak 474.000 orang. Sedangkan vaksinasi tahap pertama bagi lansia baru di angka 35 persen.

Baca Juga

Vaksinasi COVID-19 per Hari Tembus 1,2 Juta, Target Jokowi Terlampaui

Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bandung, Ema Sumarna mengatakan, jika pendekatan vaksinasi memakai administrasi kependudukan, maka ada sekitar 1,8 juta penduduk Kota Bandung yang siap divaksin, setelah mengukur aspek kesehatan mereka.

"Kalau dikurangi 474 ribu berarti kita punya 1,3 juta (target vaksinasi). Itu kalau pendekatannya administrasi kependudukan," kata Ema dalam keterangannya di Bandung, Minggu (27/6).

Maka untuk mengejar target tersebut, terang Ema, Pemkot Bandung terus mengoptimalkan pelaksanaan vaksinasi massal seperti yang berlangsung di Landmark Residence.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bandung, Ema Sumarna, saat meninjau vaksinasi massal yang diselenggarakan oleh Landmark Residence Istana Group, Jalan Industri, Bandung, Sabtu (26/6). (Humas Kota Bandung)
Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bandung, Ema Sumarna, saat meninjau vaksinasi massal yang diselenggarakan oleh Landmark Residence Istana Group, Jalan Industri, Bandung, Sabtu (26/6). (Humas Kota Bandung)

Ema menjelaskan, vaksinasi tersebut mampu menjangkau 8.000 orang dalam sehari. Langkah tersebut dapat mempercepat kekebalan kelompok, apalagi jika dilaksanakan di berbagai wilayah.

"Kalau 183 lokasi ini, ambil saja bisa 5.000 orang, kalikan saja. Jika ada 10.000 sehari, untuk mengejar 2,3 juta memerlukan sekitar 4-5 bulan baru bisa tuntas," ujarnya.

Dalam menghadapi target tersebut, ia mengaku optimis. Menurutnya, pelayanan kesehatan harus maksimal. “Kalau kitanya loyo, bagaimana nanti ke masyarakatnya," tambahnya.

Apalagi saat ini level kewaspadaan Kota Bandung sudah berada di zona risiko tinggi. Menurut Ema, pemerintah daerah harus bekerja keras dan bekerja sama mengembalikan level kewaspadaan menjadi lebih baik.

Syaratnya, protokol kesehatan harus tetap dijalankan. Seperti memakai masker, menjaga jarak, rajin mencuci tangan, menghindari kerumunan dan mengurangi mobilitas.

"Kalau disiplin, Insya Allah kita akan secepatnya reborn ke label kewaspadaan yang jauh lebih bagus. Itu supaya kegiatan perekonomian cepat bergerak. Kalau vaksin itu dimaksimalkan, target kita terbangun herd immunity yang harus segera terealisasi," ungkapnya.

"Kalau itu sudah terealisasi, saya fikir semangat masyarakat akan kembali tumbuh. Kemudian daya tahan tubuh masyarakat semakin kuat, sehingga tidak ada potensi terpapar dan tidak dalam posisi memaparkan," tandas Ema. (Imanha/Jawa Barat)

Baca Juga

Polresta Surakarta Vaksinasi Corona Massal 4.000 Warga Solo

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Polisi Bongkar Mafia Tanah yang Kuasai Tanah di Alam Sutera
Indonesia
Polisi Bongkar Mafia Tanah yang Kuasai Tanah di Alam Sutera

Tanah seluas 45 hektar itu dimiliki oleh masing-masing 35 hektar oleh PT TM. 10 hektar sisanya dimiliki oleh warga

Penyidik Polri-KPK Kompak Tak Tampilkan Nama Harun Masiku di Situs Interpol
Indonesia
Penyidik Polri-KPK Kompak Tak Tampilkan Nama Harun Masiku di Situs Interpol

KPK sebelumnya sempat mempertanyakan nama Harun Masiku tidak ada di website resmi interpol

Wagub DKI Klaim Kelebihan Bayar Gaji PNS Meninggal Sudah Dikembalikan 50 Persen
Indonesia
Wagub DKI Klaim Kelebihan Bayar Gaji PNS Meninggal Sudah Dikembalikan 50 Persen

"Sudah hampir 50 persen yang dikembalikan," ujar Wakil Gubernur (Wagub) DKI Jakarta, Ahmad Riza Patria

[HOAKS atau FAKTA]: 75 Tahun Indonesia Merdeka, Baru Ada Jalan Tol di Sumatera saat Era Jokowi
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: 75 Tahun Indonesia Merdeka, Baru Ada Jalan Tol di Sumatera saat Era Jokowi

Akun Widya Ftrianty menyebutkan bahwa jalan tol baru ada di Pulau Sumatera setelah 75 tahun Indonesia merdeka atau di zaman pemerintahan Joko Widodo.

Pemprov DKI Tetap Bahas Revisi Perda Pidana Pelanggar Prokes
Indonesia
Pemprov DKI Tetap Bahas Revisi Perda Pidana Pelanggar Prokes

Pemprov DKI Jakarta kukuh tetap ingin mengubah Peraturan Daerah (Perda) Nomor 2 Tahun 2020 tentang Penanganan COVID-19.

Setarakan DPR dengan Presiden, Hillary NasDem Diminta Pahami Konstitusi
Indonesia
Setarakan DPR dengan Presiden, Hillary NasDem Diminta Pahami Konstitusi

Pernyataan anggota DPR Fraksi Partai NasDem Hillary Brigitta Lasut, yang menyebut anggota DPR setara dengan presiden, menuai kritik.

Cuaca Jakarta Senin Diprakirakan Hujan Disertai Petir
Indonesia
Cuaca Jakarta Senin Diprakirakan Hujan Disertai Petir

BMKG mengingatkan agar warga Jakarta untuk mewaspadai potensi hujan disertai kilat petir pada Senin (17/5).

360 Ribuan Kendaraan Pemudik Lolos, Menhub Minta Jangan Balik ke Jakarta Hari Minggu
Indonesia
360 Ribuan Kendaraan Pemudik Lolos, Menhub Minta Jangan Balik ke Jakarta Hari Minggu

Menhub mengakui pengendalian transportasi di sektor darat tantangannya paling berat.

Cegah COVID-19 di Pasar Tradisional, Pedagang Bentuk Satgas
Indonesia
Cegah COVID-19 di Pasar Tradisional, Pedagang Bentuk Satgas

Total korban tewas karena COVID-19 Kota Bandung 1.286 orang. Selain itu, tercatat ada 6.851 orang dalam status aktif atau dirawat per Kamis (5/8).

Alasan Pemerintah Kejar KKB Secara Hati-Hati
Indonesia
Alasan Pemerintah Kejar KKB Secara Hati-Hati

Pemisahan kelompok teroris dan warga sipil dilakukan agar teroris tidak menjadikan masyarakat sebagai tameng