Pemkot Bandung Bakal Adopsi Teknologi Pengolahan Sampah TPA Manggar Rombongan Pemkot Bandung berkunjung ke TPA Balikpapan. (Humas Bandung)

MerahPutih.com - Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Manggar, Balikpapan, disebut sebagai tempat sampah terbaik se-Indonesia. Berdiri di atas lahan seluas 27,1 hektar, TPA ini Manggar mampu menampung 400-700 ton sampah.

Uniknya, pada saat masuk ke area TPA Manggar tidak tercium bau sampah yang menyengat. Padahal menurut Sekretaris Daerah Kota Balikpapan, Sayid MN Fadli, hampir 500 ton per hari sampah masyarakat Kota Balikpapan dibuang di lokasi tersebut.

Baca Juga

Luncurkan Program Sadar Sampah, Anies Minta Warga Peduli Lingkungan

Hal tersebut karena pengolahan sampah sudah menggunakan teknologi modern. Yakni sanitary landfill yang dikenal mampu menghancurkan sampah dengan baik, serta mengubah air lindi yang dihasilkan menjadi gas metana, yaitu gas yang berasal dari sampah.

Wakil Wali Kota Bandung, Yana Mulyana, dan rombongan Pemkot dan DPRD Bandung, tertarik mengadopsi TPA Manggar. Mereka mengunjungi TPS dan TPA milik Pemerintah Kota Balikpapan, Kalimantan Timur, guna mencari formulasi terbaik pengelolaan sampah.

Pada kunjungan tersebut, Yana didampingi Sekretaris Daerah Kota Bandung, Ema Sumarna. "Sama seperti TPA Sarimukti. Hanya memang menggunakan teknologi sehingga tidak ada rembesan yang mencemari tanah," terang Yana dalam keterangannya di Bandung, Minggu (13/6)

Rombongan Pemkot Bandung berkunjung ke TPA Balikpapan. (Humas Bandung)
Pengolahan sampah di TPA Manggar, Balikpapan, Kalimantan Timur. Foto: Humas Kota Bandung

Hari berikutnya, Yana bersama rombongan mengunjungi dua TPS di Gunung Bahagia. Di sana, mereka melihat proses pemilahan sampah organik dan anorganik.

Menurutnya, hal yang dilakukan di TPS Gunung Bahagia sudah diterapkan juga di Kota Bandung, hanya saja di sini fokus untuk mengolah sampah dari satu kelurahan. Meski begitu, ia melihat ada hal baru dan bisa diterapkan di Kota Bandung.

"Kalau kita lihat sebenarnya ini sama dengan program Kang Pisman. Tapi mungkin ada beberapa hal yang nanti bisa kita adopsi di Kota Bandung," ucapnya.

Seperti proses pemilahan sampah anorganik, menurutnya, di TPS Gunung Bahagia sudah sangat detail dalam memilah sampah. Sehingga sampah yang dibuang ke TPA sudah benar-benar terpilah.

"Misalnya botol dan tutupnya itu sudah dipilah, jadi sudah lebih detail pemilihannya," ucapnya.

Yana pun berharap hal yang sudah ia pelajari di Balikpapan nantinya bisa diterapkan di Kota Bandung. Apalagi Kota Bandung sudah memiliki sekitar 152 TPS.

"Kalau kita analogikan satu kelurahan satu TPS. Kalau satu kelurahan satu TPS, saya pikir permasalahan sampah di Kota Bandung bisa selesai. Memang tidak semua TPS di Kota Bandung seluas TPS Gunung Bahagia. Karena memang butuh lahan yang agak besar," terangnya.

Tapi prinsipnya, lanjut Yana, pemilahan sampah sangat penting agar sedikit sekali residu diangkut ke TPA. "Memang kita harus terus mengedukasi warga. Jadi pemilahan itu harusnya mulai dari rumah," tuturnya. (Imanha/Jawa Barat)

Baca Juga

Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Pemprov DKI Masih Dipusingkan Sampah

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
[HOAKS atau FAKTA]: Menteri Agama Keluarkan Larangan Salat Jumat
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Menteri Agama Keluarkan Larangan Salat Jumat

Menteri Agama saat ini, Gus Yaqut telah resmi menandatangani surat larangan pelaksanaan sholat jumat bagi warga yang beragama muslim

Ketua DPRD DKI Dukung Ali Maulana Jadi Cawalkot Jakarta Utara
Indonesia
Ketua DPRD DKI Dukung Ali Maulana Jadi Cawalkot Jakarta Utara

"Saya liat Ali Maulana setelah difit and proper itu dia bisa menjawab semua," ujar Prasetyo

PKS: Perda COVID-19 Beri Jaminan bagi Warga yang Isolasi Mandiri
Indonesia
PKS: Perda COVID-19 Beri Jaminan bagi Warga yang Isolasi Mandiri

Pemprov DKI Jakarta bersama DPRD telah mengesahkan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Penanggulangan COVID-19 menjadi Peraturan Daerah (Perda).

Putra Ahok Ancam Laporkan Balik Ayu Thalia
Indonesia
Putra Ahok Ancam Laporkan Balik Ayu Thalia

"Saya minta AT untuk minta maaf karena fitnah saya dan keluarga saya. Jika dalam 24 jam nggak ada itikad baik minta maaf, maka saya akan bawa hal ini ke ranah hukum," ujar Ramzy membacakan pesan Sean.

Menpan RB Puji ASN Patuhi Larangan Mudik
Indonesia
Menpan RB Puji ASN Patuhi Larangan Mudik

Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN dan RB) Tjahjo Kumolo memuji seluruh aparatur sipil negara (ASN) yang mematuhi larangan mudik.

Penunjukan Risma untuk Bersihkan Citra Korup di Kementerian Sosial
Indonesia
Penunjukan Risma untuk Bersihkan Citra Korup di Kementerian Sosial

"Ini dapat memulihkan citra negatif pemerintah dan juga PDI Perjuangan akibat kasus korupsi yang menjerat kader banteng moncong putih itu," ungkap Karyono

Penyebab Banyaknya Warga Isoma Meninggal
Indonesia
Penyebab Banyaknya Warga Isoma Meninggal

aat ini angka positivity rate COVID-19 di DKI Jakarta menurun, tingkat keterisian Instalasi Gawat Darurat (IGD) di rumah sakit di DKI juga berkurang.

[HOAKS atau FAKTA]: Wapres Ma'ruf Amin Sebut Menolak Divaksin Bakal Masuk Neraka
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Wapres Ma'ruf Amin Sebut Menolak Divaksin Bakal Masuk Neraka

Beredar informasi dari akun Facebook Dwi N berupa foto dengan narasi dari Wakil Presiden Ma’aruf Amin bahwa vaksin merupakan perintah agama dan hukumnya wajib sehingga jika menolak dapat masuk neraka.

Hari Kebebasan Pers, Kekerasan dan Ancaman terhadap Jurnalis Masih Terjadi
Indonesia
Hari Kebebasan Pers, Kekerasan dan Ancaman terhadap Jurnalis Masih Terjadi

Pada periode Mei 2020 - Mei 2021, Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Indonesia mencatat ada 90 kasus kekerasan terhadap jurnalis di Indonesia, tertinggi dalam 10 tahun terakhir.

Malaysia Darurat COVID-19, Pimpinan DPRD: Jangan Sampai Jakarta Begitu
Indonesia
Malaysia Darurat COVID-19, Pimpinan DPRD: Jangan Sampai Jakarta Begitu

Pemerintah DKI harus sudah mempunyai upaya antisipasi lonjakan kasus dan varian baru COVID-19.