Pemkab Gunung Kidul Gelontorkan Rp 15,3 Miliar Dana Anti-Kekeringan ILUSTRASI - Kekeringan di Yogyakarta. (ANTARA/Ardika/am)

MerahPutih.com - Pemerintah Kabupaten Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, menggelontorkan dana anggaran penyediaan air bersih sebesar Rp 15,3 miliar pada 2021. Dana tersebut digunakan untuk mengantisipasi dan mengatasi kekeringan di 31 desa di wilayah tersebut.

Kepala Bidang Cipta Karya, Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPUPRKP) Gunung Kidul Agus Subaryanto di Gunung Kidul, Selasa (7/9), mengatakan penyediaan proyek ini berasal dari Dana Alokasi Khusus (DAK), APBD dan bantuan Program Nasional Penyediaan Air Minum (Pamsimas).

"Total ada 31 desa yang mendapatkan bantuan alokasinya bervariasi mulai dari Rp 160 juta hingga Rp 3,1 miliar," jelas Agus di Yogyakarta.

Baca Juga:

Nyaris 10 Ribu Warga Gunung Kidul Terdampak Kekeringan

Ia melanjutkan, anggaran paling besar diterima di Desa Bohol, Kecamatan Rongkop melalui DAK bidang air minum sebesar Rp 3,1 miliar.

Ia mengatakan, hingga saat ini, akses kebutuhan air bersih masyarakat di Gunung Kidul baru mencapai 82,3 persen. Jumlah ini tidak hanya mencakup layanan PDAM, tapi ada juga yang melalui program Pamsimas, SPAMdus maupun SPAMdes.

"Kami berharap dengan program ini, maka akses ke masyarakat jadi semakin mudah," kata Agus.

Untuk itu, ia mengharapkan proyek penyediaan jaringan air bersih dan pemanfaatan sumber air bisa berjalan dengan lancar sehingga dapat selesai tepat waktu. Selain itu, fasilitas ini harus dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya dan terus dirawat agar tetap bekerja secara optimal.

Terpisah, Kepala pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta Edy Basuki mengimbau kepada masyarakat lebih bijak dalam memanfaatkan air bersih. Ia memprediksi puncak kemarau baru akan terjadi pada September.

Warga Gunung kidul mendaapt bantuan air bersih (MP/Teresa Ika)
Warga Gunung kidul mendaapt bantuan air bersih (MP/Teresa Ika)

Pihaknya masih melakukan pendataan terhadap wilayah yang rawan terjadinya kekeringan. Hingga akhir Agustus sudah terdapat 10 dari 18 kecamatan dengan 99.559 jiwa terkena dampak kekeringan.

"Hasil dari pendataan hanya dua dari 18 kecamatan yang diprediksi bebas dari masalah kekurangan air. Selain itu, ada sekitar 127.404 jiwa di 64 desa berpotensi mengalami krisis air bersih," katanya.

Ia mengatakan, dua kecamatan yang diprediksi bebas adalah Kecamatan Karangmojo dan Playen.

Sedangkan 16 kecamatan lainnya meliputi Girisubo, Rongkop, Paliyan, Tepus, Panggang, Semin, Tanjungsari, Wonosari, Patuk, Saptosari, Nglipar, Ngawen, Gedangsari, Semanu, Purwosari dan Ponjong akan terkena dampak dari musim kemarau.

Baca Juga:

699 Desa di Jatim Diprediksi Alami Kekeringan Kritis

Edy mengatakan, BPBD Kabupaten Gunung Kidul masih mendistribusikan air bersih kepada warga terdampak kekeringan sebanyak 20 tangki per hari. Jumlah tersebut belum termasuk bantuan dari pihak donatur secara individu atau perusahaan, serta kecamatan yang memiliki sumber mata air dan armada tersendiri.

Penyaluran air bersih pada tahun ini, BPBD mendapatkan alokasi sebesar Rp 700 juta. Ditargetkan dengan anggaran ini dapat menyalurkan sebanyak 2.200 tangki ke masyarakat.

"Setiap harinya kami mengerahkan enam armada tangki pengangkut air,” katanya. (Teresa Ika/Yogyakarta)

Baca Juga:

Sebagian Wilayah Yogyakarta Mulai Dilanda Kekeringan

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
KPK Buka Suara Ada Kepala Sekolah di Tangerang Berharta Rp 1,6 Triliun
Indonesia
KPK Buka Suara Ada Kepala Sekolah di Tangerang Berharta Rp 1,6 Triliun

KPK mengimbau penyelenggara negara untuk memenuhi kewajiban melaporkan harta kekayaannya

Hari Pertama Larangan Mudik, Terminal Pulogebang Cuma Berangkatkan 2 Bus
Indonesia
Hari Pertama Larangan Mudik, Terminal Pulogebang Cuma Berangkatkan 2 Bus

Kasihan juga kan bus-bus ini, kalau hanya satu penumpang

Anggota Keluarga Diingatkan Agar Jangan Sembarangan Keluar Rumah
Indonesia
Anggota Keluarga Diingatkan Agar Jangan Sembarangan Keluar Rumah

Bed occupancy rate (BOR) atau keterisian tempat tidur untuk pasien COVID-19 di ibu kota sendiri lebih dari 50 persen

Pria Ledek Pengunjung Mal di Surabaya karena Pakai Masker Diciduk
Indonesia
Pria Ledek Pengunjung Mal di Surabaya karena Pakai Masker Diciduk

Polisi menangkap seorang pria yang mengumpat pengunjung lain yang memakai masker di mal kawasan Surabaya.

Pemerintah Didesak Hentikan Istimewakan Importir Alat Swab Antigen dan PCR
Indonesia
Pemerintah Didesak Hentikan Istimewakan Importir Alat Swab Antigen dan PCR

Pemerintah lebih mengutamakan produsen alkes dalam negeri yang harganya jauh lebih murah dan kualitasnya sangat baik serta telah memiliki sertifikat halal.

Bandara Aminggaru Ilaga Kembali Beroperasi Normal
Indonesia
Bandara Aminggaru Ilaga Kembali Beroperasi Normal

Operasional Bandara Aminggaru, Ilaga, Kabupaten Puncak, Papua kembali normal, Rabu (28/4). Bandara

Risma Bagikan 105 Unit Tablet Bagi Anak-anak di Kawasan Bekas Lokalisasi Dolly
Indonesia
Risma Bagikan 105 Unit Tablet Bagi Anak-anak di Kawasan Bekas Lokalisasi Dolly

Risma menghimbau, setelah pemberian bantuan tersebut diharapkan mereka lebih giat belajar, semangat dan yakin bisa sukses.

PT Sritex Terpilih Jadi Vendor Goodie Bag Bansos Berkat Arahan Pejabat Kemensos
Indonesia
PT Sritex Terpilih Jadi Vendor Goodie Bag Bansos Berkat Arahan Pejabat Kemensos

Teka-teki mengenai PT Sritex sebagai satu-satunya vendor pengadaan goodie bag untuk sembako Bansos COVID-19 untuk wilayah Jabodetabek akhirnya terungkap

DPRD DKI Pastikan Reklamasi Ancol Masuk Perda RDTR
Indonesia
DPRD DKI Pastikan Reklamasi Ancol Masuk Perda RDTR

"Nanti diatur juga (RDTR reklamasi Ancol). Misal Ancol Timur, kan udah jadi barangnya, gundukannya udah jadi," terang Wakil Ketua DPRD Fraksi Gerindra, M. Taufik

Djoko Tjandra Divonis 2,5 Tahun Penjara Atas Kasus Surat Jalan Palsu
Indonesia
Djoko Tjandra Divonis 2,5 Tahun Penjara Atas Kasus Surat Jalan Palsu

Djoko Tjandra dinyatakan terbukti bersalah menyuruh melakukan tindak pidana memalsukan surat secara berlanjut.