Pemimpin ISIS Abu Bakr al-Baghdadi Masih Hidup, namun Kondisinya... Pemimpin ISIS Abu Bakr al-Baghdadi. (Istimewa)

MerahPutih.com - Pemimpin Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) Abu Bakr al-Baghdadi dikabarkan masih hidup namun dalam kondisi buruk setelah beberapa kali digempur serangan udara. Selama ini informasi terkait kondisi al-Bagdhadi tersebut masih banyak diragukan. Rusia pernah menyatakan dia telah tewas.

Saat ini al-Baghdadi bertahan di timur laut Suriah dan dalam perawatan sebuah "fasilitas" medis di sana. Demikian disampaikan oleh pejabat senior Irak.

Seperti dilansir Aljazeera, pentolan ISIS yang paling dicari-cari Amerika Serikat tersebut terluka parah di kakinya dalam sebuah serangan udara. Demikian disampaikan Abu Ali al-Basri, Kepala Departemen Intelijen dan Antiteroris Irak yang dikutip Senin (12/2) oleh Harian al-Sabah.

"Kami memiliki informasi dan dokumen tak terbantahkan dari sumber di dalam (ISIS) bahwa al-Baghdadi masih hidup dan bersembunyi dengan bantuan rekan-rekannya,” kata Abu Ali al-Basri.

Al-Basri mengatakan, Al-Baghdadi menderita luka-luka, diabetes dan patah tulang pada tubuh dan kaki. Dia hanya bisa berjalan dengan bantuan orang lain. Dia berada di sebuah gurun.

Serangkaian kekalahan besar selama setahun terakhir, ISIS tetap aktif melakukan perlawanan di Provinsi Hasakah, Suriah timur laut, namun sebagian besar wilayah “khilafah” yang diproklamirkan al-Baghdadi pada 2014 sudah direbut kembali.

Pada tahun lalu, pemerintah Rusia memastikan Abu Bakr al-Baghdadi tewas dalam serangan udara yang dilakukan oleh pasukan udara militer mereka pada tanggal 28 Mei.

Dalam surat pernyataan yang dikeluarkan oleh Kementerian Pertahanan Rusia menyebutkan bahwa selain membunuh al-Baghdadi, serangan udara tersebut juga berhasil menewaskan sekitar 330 militan ISIS.

Keberadaan al-Baghdadi tidak diketahui selama beberapa waktu, meskipun dia diyakini berada di Mosul, Irak, sebelum sebuah koalisi pimpinan AS memulai upaya untuk merebut kembali kota tersebut pada bulan Oktober 2016.

Sejak saat itu, kelompok tersebut telah kehilangan wilayah yang cukup banyak dan mendapat tekanan dari serangan udara oleh pasukan pimpinan Rusia dan AS dan sekutunya. Pada bulan Maret 2017, Sekretaris Negara AS Rex Tillerson mengatakan bahwa hampir semua wakil al-Baghdadi telah terbunuh. (*)

Kredit : zulfikar

Tags Artikel Ini

Zulfikar Sy

LAINNYA DARI MERAH PUTIH