Pemerintahan Prabowo-Sandi akan Fokus pada Reformasi Pajak Wakil Ketua BPN Prabowo-Sandi, Mardani Ali Sera (MP/Fadhli)

MerahPutih.Com - Tata kelola perpajakan Indonesia saat ini dinilai belum memberikan dampak positif bagi perekonomian negara. Oleh karena itu, jika terpilih nanti, pasangan Prabowo-Sandi akan menitikberatkan pada reformasi pajak.

Hal ini disampaikan Wakil Ketua BPN Prabowo-Sandi Mardani Ali Sera. Salah satu bentuk reformasi pajak, lanjut Mardani yakni dengan menetapkan pajak yang rendah dan berkeadilan bagi pelaku usaha kecil dan menenagah (UKM).

"Kerangka reformasi perpajakan Prabowo-Sandi menginginkan lebih banyak perputaran ekonomi ada di masyarakat," kata Mardani dalam diskusi Menilik Politik Pajak Rendah dan Berkeadilan di Media Center Prabowo-Sandi, Jakarta Selatan, Jumat (25/1) kemarin.

Sehingga, katanya, diharapkan akan terjadi perluasan basis perpajakan nasional.

Pasangan Prabowo-Sandi
Pasangan Prabowo-Sandi saat debat capres (Twitter @sandiuno)

"Kalau pajak rendah, bunga bank makin rendah, jadi uang ada di sektor riil. Regulasi pajak rendah dan berkeadilan segera memperbaiki pengeluaran yang berkualitas, mana-mana rencana yang punya pengaruh tinggi akan dikelola. Pajak buku dihapuskan, keuntungan dibuat tetap," katanya.

Sementara itu, peneliti ekonomi Islam Universitas YARSI, Anis Byarwati sebagaimana dilansir Antara mengatakan utang dan pajak bukanlah satu-satunya sumber pendapatan negara.

Menurut dia, negara juga perlu memberdayakan sumber pendapatan yang lain, salah satunya zakat.

"Zakat itu dibebankan untuk orang-orang kaya yang punya kemampuan. Itu harus diberdayakan juga. Jadi di samping pajak, kita buka lagi satu sumber pendapatan negara berupa zakat yang dibebankan kepada orang-orang kaya," pungkas Anis Byarwati.(*)

Baca berita menarik lainnya dalam artikel: Terpilih Jadi Moderator, Tommy Tjokro Harap Debat Capres Kedua "Cair"



Eddy Flo

LAINNYA DARI MERAH PUTIH