Pemerintah Upayakan Penerima Vaksin COVID-19 Merata Guna Ciptakan 'Herd Imunity' Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19 Wiku Adisasmito. ANTARA/HO-Biro Pers Setpres/Muchlis Jr/am.

Merahputih.com - Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19 Wiku Adisasmito meminta masyarakat tak perlu khawatir soal pengelompokan penerima vaksin. Pemerintah akan berupaya melakukan pemerataan pemberian vaksin secara nasional.

"Masyarakat tidak perlu khawatir akan kelompok prioritas penerima vaksin. Pemerintah tetap mengupayakan pemerataan penerima vaksin nasional untuk menciptakan kekebalan komunitas atau herd imunity," ujar Wiku dalam konferensi pers melalui akun Youtube Sekretariat Presiden, Kamis (22/10).

Baca Juga

15 Provinsi dengan Tingkat Kesembuhan COVID-19 Tertinggi

Wiku menuturkan pemerintah hingga kini terus melakukan upaya pengadaan vaksin ataupun memproduksi vaksin secara mandiri. Hal itu dibarengi dengan langkah yang diperhitungkan secara hati-hati.

Sebab, ini berkaitan dengan tugas negara melindungi penduduknya.

Kendati demikian, pihaknya menyatakan pengadaan vaksin juga tetap tanggap terhadap perubahan yang sangat dinamis di masa pandemi ini.

"Diharapkan masyarakat dapat mendukung pemerintah secara penuh dan tetap disiplin mematuhi protokol kesehatan," kata dia.

Wiku menambahkan, pemerintah saat ini tengah menyiapkan berbagai kandidat vaksin, antara lain sinovac, sinopharm, cansino, hingga astrazeneca.

Sebelum vaksin-vaksin ini diproduksi secara massal wajib melewati berbagai tahapan pengembangan untuk memastikan keamanan penggunaan pada manusia. Tahapan itu juga dilakukan agar mengetahui rentang dosis aman yang dapat digunakan.

"Masing-masing tahapan ini memiliki ketentuan yang harus dipenuhi sehingga vaksin yang dikembangkan benar-benar memiliki standar kesehatan yang baik sehingga aman dan efektif untuk digunakan," kata dia.

Ia mengatakan, hingga saat ini, belum ada negara di dunia yang telah memproduksi vaksin COVID-19 secara massal.

Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan COVID-19 Wiku Adisasmito dalam tangkapan layar akun Youtube BNPB Indonesia saat menayangkan acara bincang-bincang Satuan Tugas Penanganan COVID-19 di Jakarta, Jumat (24/7/2020). (ANTARA/Dewanto Samodro)
Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan COVID-19 Wiku Adisasmito dalam tangkapan layar akun Youtube BNPB Indonesia saat menayangkan acara bincang-bincang Satuan Tugas Penanganan COVID-19 di Jakarta, Jumat (24/7/2020). (ANTARA/Dewanto Samodro)

Wiku menjelaskan, suatu kandidat vaksin harus melalui serangkaian tahapan sebelum diproduksi massal dan diberikan pada masyarakat.

Hal itu guna memastikan vaksin yang akan diproduksi terbukti aman dan efektif.

"Sampai saat ini, para pakar di Indonesia yang berasal dari universitas dan lembaga riset dari berbagai disiplin ilmu masih bekerja keras menyelesaikan berbagai tahapan pengembangan vaksin," ujar Wiku.

Wiku menyebut ada beberapa tahapan dalam alur pengembangan vaksin yakni penelitian dasar, tahap preklinis, uji klinis fase 1, uji klinis fase 2, uji klinis fase 3, fase persetujuan, hingga produksi.

Proses pengadaan vaksin COVID-19 di Indonesia sendiri melalui tahapan yang kompleks dan melibatkan berbagai kementerian maupun lembaga negara serta BUMN. Mempertimbangkan peran penting serta dampak yang diberikan oleh vaksin COVID-19 sebagai upaya perlindungan masyarakat, Pemerintah menilai proses pengembangan maupun vaksinasi perlu dilakukan dengan hati-hati namun tetap tanggap terhadap perubahan yang dinamis di masa pandemi.

Selain mengupayakan vaksin secara mandiri, Wiku mengatakan, Pemerintah telah mempersiapkan beberapa kandidat vaksin yaitu Sinovac, Sinopharm, CanSino, AstraZeneca, dan Genexine.

Baca Juga

Tunggu Vaksin Merah Putih, Indonesia Butuh Vaksin Luar Negeri

Vaksin-vaksin tersebut harus memenuhi ketentuan pengembangan yang berlaku sehingga benar-benar memiliki standar kesehatan yang baik serta aman dan efekstif untuk digunakan.

"Pemerintah terus berkoordinasi dengan pengembang vaksin untuk memastikan bahwa vaksin-vaksin yang dikembangkan dapat lolos seluruh tahapan uji klinis sebelum nantinya mendapat persetujuan dari Badan POM untuk diproduksi secara massal," tutup dia. (Knu)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
32 Terduga Teroris Ditangkap Terkait Pengeboman Katedral Makassar
Indonesia
32 Terduga Teroris Ditangkap Terkait Pengeboman Katedral Makassar

Sejumlah terduga teroris diamankan oleh Densus 88 Antiteror Polri pasca bom bunuh diri yang dilakukan L dan YSF di depan Gereja Katedral Makassar, Sulsel.

Banjir Bandang Hanyutkan 29 Rumah di Bolaang Mangondow
Indonesia
Banjir Bandang Hanyutkan 29 Rumah di Bolaang Mangondow

Berdasarkan data sementara, banjir bandang berdampak pada 1.032 kepala keluarga atau 3.188 jiwa.

Pakai Pengeras Suara Masjid, Gulkarmat Sosialisasikan Kewaspadaan Kebakaran
Indonesia
Pakai Pengeras Suara Masjid, Gulkarmat Sosialisasikan Kewaspadaan Kebakaran

Gulkarmat DKI mempunyai cara jitu melakukan mitigasi kebakaran dengan menyiarkan lewat pengeras suara di tempat ibadah.

Libur Panjang, Penumpang KA Naik 44 Persen
Indonesia
Libur Panjang, Penumpang KA Naik 44 Persen

Pada periode 19-23 Agustus 2020, KAI rata-rata mengoperasikan 260 KA per hari, atau naik 21 persen dari periode yang sama pada pekan sebelumnya yaitu rata-rata 215 KA per hari.

Keluarga Pahlawan Revolusi Ziarah Virtual di Hari Kesaktian Pancasila
Indonesia
Keluarga Pahlawan Revolusi Ziarah Virtual di Hari Kesaktian Pancasila

"Keluarga-keluarganya diundang, tapi pada hari setau saya menyelenggarakan acara virtual daring dari kediaman masing-masing," ungkapnya.

Bioskop Kembali Buka, Warga DKI Wajib Patuhi Protokol Kesehatan
Indonesia
Bioskop Kembali Buka, Warga DKI Wajib Patuhi Protokol Kesehatan

"Jarak antar kursi penonton diatur berselang-seling satu kursi, yakni kursi yang terisi akan diselingi dengan satu kursi kosong," ujar Cucu

Bus Boleh Angkut Penumpang Jelang Lebaran Bakal Diberikan Stiker Khusus
Indonesia
Bus Boleh Angkut Penumpang Jelang Lebaran Bakal Diberikan Stiker Khusus

Kemenhub telah menyiapkan stiker khusus untuk bus yang diperbolehkan mengangkut penumpang, dalam pengecualian perjalanan jelang lebaran 2021.

Panglima TNI Singgung Peran Tentara Wanita Jaga Kedaulatan Negara di Hari Kartini
Indonesia
Panglima TNI Singgung Peran Tentara Wanita Jaga Kedaulatan Negara di Hari Kartini

TNI telah memiliki Perwira Tinggi Wanita yang menjadi bukti kemampuan para wanita TNI

 23 Warga Pejambon Ramai-Ramai Isolasi Mandiri Usai Ada Keluarga Meninggal Positif COVID-19
Indonesia
23 Warga Pejambon Ramai-Ramai Isolasi Mandiri Usai Ada Keluarga Meninggal Positif COVID-19

NKA sempat dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tanah Abang

Antisipasi Demo UU Ciptaker, TNI-Polri Patroli Besar-besaran Keliling Jakarta
Indonesia
Antisipasi Demo UU Ciptaker, TNI-Polri Patroli Besar-besaran Keliling Jakarta

Polri dan TNI melakukan apel gelar pasukan untuk mengantisipasi adanya aksi unjuk rasa menentang UU Cipta Kerja di kawasan Istana Negara.